TULUNGAGUNG - Gong penentuan proses merayu calon pemilih dimulai hari ini di Tulungagung.
Semua kubu paaslon pilkada Tulungagung pun koar-koar bisa meraup suara lebih dari 40 persen dari tingkat kehadiran calon pemilih di tempat pemungutan suara (TPS).
Seperti tim pemenangan paslon Gatut Sunu-Ahmad Baharudin (GABAH). Mereka juga melakukan kalkulasi dan menarget perolehan suara.
Itu dilakukan usai tim menggelar serangkaian sosialisasi dan kampanye dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Menghadang Distribusi Logistik Pilkada Tulungagung
Ketua tim pemenangan GABAH, Fuad Saiful Anam mengungkapkan, Selasa (26/11), tim disibukkan dengan agenda konsolidasi dan koordinasi saksi paslon di TPS.
Total ada sekitar 1.600 saksi yang disiapkan di 271 desa/kelurahan di coblosan hari ini (27/11).
“Utamanya saya mengoordinasikan dan menyolidkan yang besok (hari ini) jadi saksi kami. Fokus kami untuk yang besok jadi saksi itu dikunjungi per kecamatan. Saya pastikan seluruh saksi GABAH siap hadir di seluruh TPS dan memberi informasi terbaik,” ujarnya.
Baca Juga: Mencengangkan, Botoh Butuh Modal Besar untuk Bermain di Pilkada Tulungagung!
Disinggung soal kalkulasi dan target perolehan suara, Fuad mengungkapkan, dari 800 ribu suara dalam daftar pemilih tetap (DPT), diperkirakan sekitar 650 ribu pemilih hadir di TPS untuk mencoblos.
“Dari jumlah itu, kader kami sudah sowan (untuk sosialisasi dan kampanye, Red) ke mereka lewat jenjang masing-masing. Ada yang didatangi paslon langsung, ada kader dari kecamatan, ada kader dari desa. Itu sekitar 60 persen (dari asumsi 650 ribu pemilih, Red),” jelasnya.
Itu angka perkiraan dengan asumsi 60 persen dari 650 ribu pemilih menyoblos paslon GABAH.
Di sisi lain, lanjut Fuad, tim juga melakukan kalkulasi target minimal perolehan suara dengan berbagai variabel yang ada di lapangan.
Yaitu, minimal 45 persen dari total 650 ribu pemilih.
“Kalaupun mbleset mungkin sekitar 20 persen, dan itu masih masuk. Kalau hitung-hitungan aman, dari 650 ribu pemilih, kalau kita dapat 300 ribu suara, aman. Karena sisa 350 ribu suara dibagi tiga (paslon lain, Red) masih aman. Itu sekitar 45 persen dari seluruh DPT yang hadir. Bukan total DPT,” bebernya.
Faktor lain yang membuat tim optimistis meraup banyak suara tak lepas dari dukungan sosok-sosok besar.
Baca Juga: Botoh Bakal Beraksi di Pilkada Tulungagung, Pengamat Bilang Begini
Dia menambahkan, basis dukungan Heru Tjahjono dan Syahri Mulyo menyatakan sokongan pada paslon yang identik dengan kemeja warna biru muda ini.
Hal ini disebut jadi keuntungan yang juga bisa dimanfaatkan untuk mengambil ceruk suara.
“Di samping kekuatan mesin tim, kami diuntungkan dengan komunitas Heru Tjahjono yang menjabat bupati selama 10 tahun dan Syahri Mulyo yang menjabat selama 5 tahun. Dua-duanya bersatu ke GABAH,” kata Fuad. ***
Editor : Dharaka R. Perdana