RADAR TULUNGAGUNG - Eko Patrio, politisi sekaligus pembawa acara tengah jadi sorotan publik usai sikapnya saat Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD pada 15 Agustus 2025 menuai kecaman luas.
Dalam momen resmi kenegaraan itu, Eko Patrio terekam kamera sedang berjoget-joget di tengah sidang.
Aksi tersebut langsung memicu protes massa karena dinilai tidak pantas dan mencerminkan kurangnya empati seorang wakil rakyat terhadap kesulitan yang tengah dialami masyarakat.
Baca Juga: Mobil Mewah Diserang Massa Demo, Diduga Milik Pejabat DPR
Mendapat gelombang kritik dan kekecewaan, Eko Patrio akhirnya menyampaikan klarifikasi serta permintaan maaf.
Pada Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 19.45 WIB, ia mengunggah video berdurasi 2 menit 25 detik melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam video itu, Eko tampil bersama rekannya, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu, yang hanya mendampingi tanpa berkomentar.
Dalam pernyataannya, Eko mengaku menyesal dan meminta maaf atas keresahan yang ditimbulkan. Ia berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya serta berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran sebagai wakil rakyat.
“Permintaan maaf ini saya harap dapat diterima sekaligus menjadi pengingat dan juga refleksi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan amanah serta tanggung jawab yang diberikan,” ujar Eko.
Namun, permintaan maaf itu rupanya tak cukup untuk meredakan kekecewaan masyarakat maupun partai.
Sehari setelah unggahan tersebut, pada Minggu, 31 Agustus 2025, DPP PAN mengumumkan keputusan tegas: Eko Patrio dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI Fraksi PAN, efektif mulai Senin, 1 September 2025.
Dalam siaran pers resmi, PAN juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta percaya penuh pada pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cepat, tepat, dan berpihak kepada rakyat.
“Demikian siaran pers ini dibuat disertai dengan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dapat menata kembali perjuangan di masa depan,” tulis akun Instagram resmi PAN.
Langkah tegas tersebut menjadi sinyal bahwa klarifikasi dan penyesalan tidak cukup untuk mengembalikan kepercayaan publik.
Meski Eko sudah meminta maaf, tanggung jawab politik menuntut lebih dari sekadar kata-kata.
Konsistensi, sikap, dan tindakan nyata tetap menjadi ukuran utama bagi seorang wakil rakyat di mata masyarakat maupun partai yang menaunginya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana