Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prabowo Setuju Gaji ASN Naik hingga 200%, Kenaikan Gaji Pensiunan ASN 2025 Ikut Terkerek? Ini Simulasi dan Potensi Rapelnya

Davina Ar Raafika • Minggu, 22 Februari 2026 | 12:15 WIB

Kenaikan gaji pensiunan ASN 2025 berpotensi ikut naik seiring gaji ASN 200%. Cek simulasi dan peluang rapel cair.
Kenaikan gaji pensiunan ASN 2025 berpotensi ikut naik seiring gaji ASN 200%. Cek simulasi dan peluang rapel cair.

JAKARTA - Isu kenaikan gaji ASN hingga 200 persen yang dikabarkan mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan publik.

Namun pertanyaan besar langsung muncul: apakah kenaikan gaji fantastis tersebut juga berdampak pada kenaikan gaji pensiunan ASN 2025?

Rumor kenaikan gaji ASN 200 persen sebenarnya sudah bergulir sejak masa kampanye.

Kini, memasuki pertengahan 2025, sejumlah media ekonomi mulai membocorkan skema yang sedang disiapkan pemerintah.

Meski demikian, kenaikan tersebut disebut tidak langsung membuat ASN menerima tiga kali lipat gaji.

Skemanya disebut akan dilakukan bertahap, dengan fokus awal pada ASN muda, jabatan fungsional, serta tenaga teknis.

Lalu bagaimana dengan para pensiunan?

Dampak Kenaikan Gaji ASN terhadap Pensiunan.

Secara regulasi, besaran pensiun ASN dihitung berdasarkan gaji pokok terakhir saat aktif bekerja.

Artinya, jika terjadi kenaikan gaji ASN aktif secara signifikan, potensi penyesuaian terhadap pensiunan sangat terbuka.

Ada dua kemungkinan besar yang bisa berdampak pada kenaikan gaji pensiunan ASN 2025.

Pertama, kenaikan iuran Taspen. Ketika gaji pokok ASN aktif meningkat, maka otomatis potongan iuran pensiun juga bertambah.

Baca Juga: PP Pensiun 2026 Resmi Ditandatangani: Rapelan Gaji dan THR Pensiunan Cair Mulai Maret, Total 9,4 Juta Penerima!

Hal ini memperkuat dana kelolaan pensiun dan berpotensi meningkatkan nominal manfaat pensiun di masa depan.

Kedua, revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang pensiun. Biasanya, setelah ada kebijakan kenaikan gaji ASN aktif, pemerintah akan melakukan penyesuaian komponen pensiun agar tidak terjadi kesenjangan terlalu jauh antara ASN aktif dan pensiunan.

Di sinilah peran Kementerian Keuangan menjadi krusial. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disebut tengah menyusun strategi fiskal agar kebijakan kenaikan gaji ini tetap menjaga stabilitas APBN tanpa mengorbankan hak pensiunan.

Simulasi Kenaikan Gaji Pensiunan ASN 2025

Untuk memberi gambaran konkret, berikut simulasi yang berkembang.

Seorang pensiunan golongan 4B dengan masa kerja 30 tahun saat ini menerima sekitar Rp4,2 juta per bulan.

Jika penyesuaian konservatif dilakukan sebesar 15–20 persen mengikuti kenaikan ASN aktif, maka potensi kenaikan pensiun bisa mencapai Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.

Artinya, total penerimaan bulanan bisa meningkat mendekati Rp5 juta hingga Rp5,4 juta per bulan.

Itu belum termasuk komponen tambahan seperti tunjangan perawatan, tunjangan pasangan, dan tunjangan anak.

Jika pemerintah juga memberlakukan rapel sejak awal tahun, misalnya selama tiga hingga lima bulan, maka akumulasi pembayaran bisa mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta lebih dalam sekali cair.

Bagi sebagian pensiunan, nominal ini tentu cukup signifikan, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan atau kebutuhan mendesak lainnya.

Bertahap, Bukan Instan

Meski wacana kenaikan gaji ASN hingga 200 persen terdengar besar, implementasinya dipastikan tidak instan. Pemerintah harus mempertimbangkan ruang fiskal, stabilitas ekonomi, serta keseimbangan belanja negara.

Namun sinyal politik yang diberikan Presiden Prabowo dinilai cukup kuat. Ia menegaskan komitmen memperkuat kesejahteraan aparatur negara, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.

Kebijakan ini juga dipandang sebagai bagian dari reformasi sistem penggajian dan pensiun ASN yang lebih adil dan berkelanjutan.

Harapan Pensiunan

Para pensiunan ASN tentu berharap kenaikan gaji tidak hanya berhenti pada ASN aktif.

Keadilan fiskal menjadi kata kunci. Pemerintah dinilai tidak mungkin membiarkan kesenjangan melebar tanpa ada penyesuaian bagi pensiunan.

Meski belum ada keputusan resmi dalam bentuk Peraturan Pemerintah atau Perpres terbaru, peluang kenaikan gaji pensiunan ASN 2025 tetap terbuka lebar.

Kini publik menunggu kepastian regulasi dan jadwal implementasi. Jika semua berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin pensiunan ASN ikut merasakan dampak positif dari kebijakan kenaikan gaji besar-besaran ini.

Yang jelas, isu ini bukan sekadar rumor, melainkan bagian dari dinamika kebijakan fiskal nasional yang sedang bergerak menuju reformasi kesejahteraan aparatur negara secara menyeluruh.

Editor : Davina Ar Raafika
#presiden prabowo subianto #kenaikan gaji pensiunan 2026 #Rapel pensiun ASN #Keadilan struktural #pensiunan APBN 2026