Padukan Horor dan Komedi

Matlaul Ngainul Aziz • Dipublikasikan Jumat, 20 September 2024 | 19:19 WIB
KREATIF: Mochammad Sancho saat proses syuting dengan scene Yamaha Fazzio.
KREATIF: Mochammad Sancho saat proses syuting dengan scene Yamaha Fazzio.

KOTA, Radar Tulungagung - Memiliki ketertarikan dengan film horor, membuat Mochammad Sancho Farrel Shaquilie tertantang untuk membuat film horor komedi untuk berkancah di RaTu Film Festival 2024.

Persiapan yang matang dan cerita yang padat menjadi senjata rahasianya untuk mengamankan posisi terbaik pada kontestasi film bergengsi di Tulungagung ini. Kepada Koran ini, Mochammad Sancho Farrel Shaquilie mengatakan, kini proses pengkaryaan film sudah masuk tahap editing. Pada tahap ini, pihaknya memilah file-file yang akan dimasukkan untuk berjalannya alur film. Tak hanya itu, adanya latar belakang suara dan efek suara menjadi instrumen yang penting untuk membangun suasana dalam film. “Sekarang sudah tahap editing. Proses pembuatan naskah itu sekitar dua minggu, kalau editing ini tinggal memilah dan memasukkan video sesuai alur cerita. Iya pasti suara latar belakang dan efek suara,” jelasnya kemarin (19/9).

Kemudian untuk proses syuting, pihaknya tidak mendapati kendala yang berarti. Bahkan, proses syuting hanya membutuhkan waktu selama 3 hari untuk melengkapi jalan cerita. Tentu lancarnya proses syuting lantaran persiapan yang sangat matang.

ADEGAN: Proses pembuatan film horor dibalut komedi dengan scene membaca Jawa Pos Radar Tulungagung.
ADEGAN: Proses pembuatan film horor dibalut komedi dengan scene membaca Jawa Pos Radar Tulungagung.

Menurutnya, persiapan sebelum pengambilan video atau syuting sangat penting dilakukan agar tidak banyak membuang waktu saat proses syuting. “Alhamdulillah tidak ada kendala sama sekali. Semuanya lancar. Proses syuting itu sekitar 3 hari, terhitung cepat karena persiapan kita juga matang,” ucapnya.

Diketahui, untuk pengerjaan film ini, pihaknya bekerja sama dengan 10 talent terbaik. Pemilihan talent untuk memerankan tokoh dalam cerita pun tidak bisa sembarangan. Tujuannya agar pemeran dapat memerankan tokoh dalam cerita dengan baik. “Yang terlibat dalam pembuatan film ini ada 10 orang. Termasuk kru dan pemeran film,” imbuhnya.

Lalu, dalam pembuatan film dengan genre horor komedi ini, pihaknya mengaku sangat tertantang dalam pembuatan film tersebut. Pasalnya, pembuatan film horor komedi memiliki nuansa untuk menciptakan suasana yang horor dibalut dengan kisah komedi. Tentu premis dalam film ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga sangat relevan ketika ditonton. Menurutnya, dengan film ini, dia berharap agar penonton dapat terhibur dengan sajian film horor komedi yang telah dikaryakan. “Saya sendiri memang suka film horor. Jadi membuat film horor menjadi tantangan tersendiri, apalagi ada polesan komedinya,” pungkasnya.(ziz/c1/rka)

 

Editor : Nance Arsita
Sumber : Radar Tulungagung
RFF2024 yamahafazzio radar tulungagung eventradartulungagung