TULUNGAGUNG-Apakah kamu pernah merasa lebih tenang setelah melihat karya seni atau lukisan?
Ternyata itu bukan sekadar sugesti.
Beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa melihat lukisan bisa menurunkan tingkat stres secara nyata.
Seni Sebagai Terapi untuk Pikiran
Dalam dunia psikologi, dikenal istilah art therapy atau terapi seni. Terapi ini telah digunakan dalam berbagai kasus kesehatan mental, mulai dari kecemasan, depresi, hingga PTSD.
Namun, kamu tidak perlu menjadi seorang seniman untuk merasakan manfaat seni. Sekadar melihat lukisan atau karya seni juga bisa memberi efek menenangkan bagi pikiran.
Hasil Riset: Seni Kurangi Kortisol
Sebuah studi dari University of Westminster (2019) mengungkapkan bahwa melihat seni selama 30 menit dapat menurunkan kadar hormon stres kortisol dalam tubuh. Bahkan, efeknya bisa setara dengan sesi meditasi ringan.
Studi tersebut melibatkan peserta yang mengunjungi galeri seni, lalu diukur perubahan mood dan tingkat stres mereka.
Mengapa Lukisan Bisa Redakan Stres?
Melihat lukisan atau karya seni membantu otak fokus pada detail, warna, bentuk, dan imajinasi.
Proses ini memicu kerja otak kanan yang berkaitan dengan kreativitas dan relaksasi.
Selain itu, seni memicu emosi positif dan rasa kagum yang secara ilmiah dikenal sebagai aesthetic experience, yang berdampak langsung terhadap keseimbangan emosional.
Bisa Dicoba di Rumah
Kabar baiknya, kamu tidak harus datang ke galeri seni.
Kamu bisa menonton video seni, membuka katalog lukisan online, atau menghias kamar dengan poster-poster lukisan favorit.
Cara ini cukup efektif untuk self-healing ringan di tengah tekanan rutinitas harian.
Melihat lukisan bukan lagi sekadar aktivitas estetika, melainkan sebuah cara praktis untuk menjaga kesehatan mental.
Jadi, saat kamu merasa penat atau tertekan, cobalah luangkan waktu untuk menikmati karya seni efeknya bisa sangat menenangkan. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah