Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

10 Benda Pembawa Sial di Rumah Menurut Primbon Jawa yang Disebut Bisa Menghambat Rezeki

Dara Shauqy Hadiwijaya • Senin, 19 Januari 2026 | 19:40 WIB
Makna benda pembawa sial dan rezeki menurut primbon Jawa.
Makna benda pembawa sial dan rezeki menurut primbon Jawa.

JAKARTA - Kepercayaan tentang energi benda dalam rumah masih kuat di masyarakat Jawa. Berdasarkan penjelasan dalam transkrip video dan selaras dengan berbagai tafsir primbon Jawa yang beredar, sejumlah benda tertentu diyakini dapat membawa aura negatif yang berpotensi menghambat rezeki, memicu konflik, dan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Sebaliknya, rumah yang rapi, bersih, dan tertata dipercaya lebih mudah menarik energi positif serta keberuntungan.

Mengapa benda bisa memengaruhi rezeki menurut primbon

Dalam pandangan kejawen, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi wadah energi hidup. Benda yang rusak, kotor, atau berantakan dipercaya menyimpan getaran negatif yang perlahan memengaruhi kondisi batin, hubungan keluarga, hingga kelancaran ekonomi. Karena itu, menyingkirkan benda bermasalah dianggap sama pentingnya dengan ikhtiar dan doa.

10 benda yang disebut membawa sial

Sapu yang disandarkan di pintu
Pintu dipandang sebagai jalur utama masuknya energi. Menyandarkan sapu di pintu dipercaya bisa “mengusir” rezeki dan membuat aura rumah terasa berat. Primbon menganjurkan sapu disimpan rapi di tempat tertutup setelah dipakai.

Sisir patah atau kotor
Sisir dikaitkan dengan kepala yang melambangkan harga diri dan energi pribadi. Sisir rusak dianggap mengganggu aliran energi baik sehingga bisa membuat rezeki terasa seret dan relasi kurang harmonis.

Pakaian lusuh atau robek yang masih dipakai
Pakaian mencerminkan kondisi diri. Busana yang sudah tidak layak dipercaya menarik aura buruk dan berpotensi memengaruhi pekerjaan serta keberuntungan. Solusinya, disumbangkan atau dibuang.

 

Baca Juga: Kontroversi Jilu, Saat Primbon Jawa Menguji Cinta Anak Pertama dan Ketiga

 

Sepatu atau sandal berantakan/terbalik
Penempatan alas kaki yang tidak tertata dianggap menciptakan energi kacau di rumah, memicu emosi dan konflik. Primbon menganjurkan rak sepatu yang rapi.

Cermin retak atau pecah
Cermin melambangkan refleksi energi. Cermin rusak diyakini memancarkan aura negatif ke seluruh rumah, sehingga disarankan segera diganti.

Payung dibuka di dalam rumah
Membuka payung di dalam rumah dipercaya “menutup jalan rezeki”. Payung sebaiknya dibuka hanya di luar ruangan saat hujan atau terik.

Peralatan makan retak/pecah
Piring atau gelas yang retak melambangkan rezeki bocor dan hubungan tidak utuh. Primbon menyarankan menggantinya dengan yang baru.

Benda pusaka tidak terawat
Benda bertuah seperti keris atau pusaka lama dipercaya menyimpan energi kuat. Jika tidak dirawat dengan benar, energinya bisa menjadi negatif bagi pemilik rumah.

Jam dinding mati
Jam yang berhenti dianggap simbol terhentinya perkembangan rezeki dan kehidupan rumah tangga. Disarankan segera diperbaiki atau diganti.

Kalender kedaluwarsa
Menyimpan kalender lama dipercaya menghambat kemajuan. Saat tahun berganti, kalender juga sebaiknya diganti.

 

Baca Juga: Terungkap Ramalan Primbon Jawa: 5 Weton Ini Disebut Berpotensi Jadi Jutawan di Tahun Kuda Api 2026, Rezeki Melejit dan Derajat Terangkat

 

Pesan inti 

Bukan hanya kerja keras yang menentukan keberhasilan, tetapi juga lingkungan tempat kita tinggal. Membersihkan rumah dari benda rusak, menata ruang dengan rapi, dan menjaga kebersihan diyakini membantu membuka jalan bagi rezeki dan keberuntungan menurut primbon Jawa.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#rezeki #primbon #Primbon Jawa