TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Seni budaya Tulungagung menjadi salah satu kekayaan daerah yang masih bertahan di tengah derasnya arus modernisasi. Berbagai kesenian tradisional terus dilestarikan oleh masyarakat, sanggar seni, hingga pemerintah daerah sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata.
Keberadaan seni budaya Tulungagung tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sejarah, filosofi, dan pendidikan. Beragam pertunjukan tradisional masih rutin ditampilkan dalam peringatan hari besar nasional, festival budaya, hingga acara hajatan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, seni budaya Tulungagung diharapkan tetap dikenal oleh generasi muda sehingga tidak tergerus perkembangan zaman dan budaya populer.
Reog Kendang Jadi Ikon Kesenian Tulungagung
Salah satu kesenian yang paling identik dengan Tulungagung adalah Reog Kendang. Berbeda dengan Reog Ponorogo yang menonjolkan topeng Singa Barong, Reog Kendang mengandalkan perpaduan gerak tari yang enerjik dengan tabuhan kendang yang dimainkan langsung oleh para penari.
Dalam satu kelompok, para penari menampilkan gerakan yang kompak mengikuti irama musik tradisional. Atraksi ini kerap menjadi pembuka berbagai acara resmi pemerintah maupun festival budaya tingkat daerah hingga nasional.
Reog Kendang juga telah menjadi identitas budaya Tulungagung dan terus dipromosikan sebagai salah satu aset wisata budaya Kabupaten Tulungagung.
Jaranan Masih Digemari Masyarakat
Selain Reog Kendang, kesenian Jaranan masih memiliki banyak penggemar di Tulungagung. Pertunjukan ini memadukan tari, musik gamelan, dan atraksi tradisional yang sarat dengan nilai budaya Jawa.
Kelompok seni Jaranan masih sering tampil dalam acara bersih desa, sedekah bumi, peringatan hari kemerdekaan, hingga pesta rakyat. Kehadiran kesenian ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat di tengah masyarakat.
Meski demikian, penyelenggara pertunjukan kini mulai mengemas Jaranan dengan konsep yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional agar mampu menarik perhatian generasi muda.
Baca Juga: Cara Cek Rekening Tunjangan Guru 2026, Pastikan Dana TPG Sudah Masuk atau Masih Proses
Karawitan dan Campursari Tetap Dilestarikan
Seni musik tradisional seperti karawitan dan campursari juga masih berkembang di Tulungagung. Berbagai sanggar seni secara rutin mengadakan latihan sekaligus membina anak-anak dan remaja agar mengenal alat musik gamelan sejak dini.
Beberapa sekolah bahkan memasukkan kegiatan karawitan sebagai ekstrakurikuler untuk memperkenalkan budaya lokal kepada peserta didik.
Pelestarian musik tradisional dinilai penting karena menjadi bagian dari warisan budaya yang mencerminkan karakter masyarakat Jawa yang menjunjung nilai kebersamaan, keselarasan, dan gotong royong.
Peran Generasi Muda Sangat Dibutuhkan
Pelestarian seni budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun pelaku seni. Generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya daerah melalui partisipasi dalam sanggar seni, festival budaya, maupun promosi melalui media sosial.
Pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan promosi seni budaya Tulungagung kepada masyarakat nasional hingga mancanegara.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat, berbagai kesenian tradisional di Tulungagung diharapkan terus berkembang sekaligus menjadi kebanggaan daerah. Selain menjaga identitas budaya, pelestarian seni tradisional juga berpotensi mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan festival budaya serta pertunjukan seni yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
Editor : Gita Dwi Nuraini