Hitungan Weton dalam Tradisi Jawa, Bisa Digunakan untuk Baca Karakter hingga Jodoh

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 21:19 WIB
Hitungan weton dalam tradisi Jawa dibahas untuk membaca karakter, rezeki, peruntungan hingga jodoh dengan kombinasi hari dan pasaran.(PINTEREST)
Hitungan weton dalam tradisi Jawa dibahas untuk membaca karakter, rezeki, peruntungan hingga jodoh dengan kombinasi hari dan pasaran.(PINTEREST)

TULUNGAGUNG - Hitungan weton dalam tradisi Jawa tidak hanya digunakan untuk mengenali karakter seseorang. Dalam pembahasan kelas metafisika yang ditampilkan dalam video Javanica, perhitungan weton disebut dapat digunakan sebagai acuan untuk membaca peruntungan, rezeki, kesialan, kesehatan, karier, hingga jodoh.

Pembahasan tersebut dikemas dalam sebuah kelas online yang mengajak penonton memahami dasar-dasar hitungan weton. Para pembicara menjelaskan bahwa perhitungan tersebut menggunakan kombinasi tujuh hari dalam satu pekan dan lima pasaran Jawa, yakni Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage.

Setiap hari dan pasaran memiliki angka atau nilai tertentu. Nilai tersebut kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan angka weton. Hasil perhitungan selanjutnya dapat digunakan untuk membaca sejumlah karakter atau kategori yang menjadi acuan dalam tradisi tersebut.

Dalam penjelasannya, pembicara menggambarkan hitungan weton seperti susunan angka dalam matematika. Terdapat baris dan kolom yang digunakan untuk menyusun kombinasi antara hari dan pasaran.

Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu memiliki bilangan masing-masing. Begitu pula dengan lima pasaran Jawa. Kombinasi keduanya menghasilkan nilai weton yang berbeda.

Salah satu contoh yang disebut dalam video adalah Sabtu Pahing dengan nilai 18. Sementara Selasa Wage disebut memiliki nilai 7. Nilai tersebut kemudian menjadi bagian dari acuan dalam pembahasan karakter maupun perhitungan berikutnya.

Baca Juga: Jarang Diungkap! Ini Rahasia Weton Pon Menurut Primbon Jawa, Simak Keistimewaan Watak, Rezeki, dan Jodohnya

Menurut penjelasan dalam video, angka hasil perhitungan weton dapat dikaitkan dengan sejumlah karakter. Salah satu metode yang dibahas adalah membagi angka tertentu dan melihat sisa hasil pembagian.

Sisa tersebut kemudian dicocokkan dengan kategori yang telah ditetapkan. Di antaranya disebut Sri, Rezeki, Gedong, Loro, dan Pati. Masing-masing memiliki penafsiran tersendiri dalam hitungan yang digunakan.

Sri, misalnya, dijelaskan berkaitan dengan sifat asih atau kasih. Orang yang masuk kategori tersebut dalam penjelasan video disebut memiliki karakter yang disukai banyak orang, mudah menjadi pusat perhatian, dan memiliki kemampuan berkomunikasi.

Karena itu, koneksi atau jaringan pertemanan disebut menjadi salah satu hal yang penting. Namun, karakter tersebut juga memiliki tantangan. Orang yang masuk kategori ini diingatkan untuk memiliki pendirian kuat, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.

Sementara kategori Rezeki dikaitkan dengan kelancaran datangnya rezeki. Video juga menekankan bahwa rezeki tidak selalu harus dipahami dalam jumlah besar. Penghasilan kecil sekalipun tetap dianggap sebagai rezeki.

Kategori Gedong digambarkan memiliki kaitan dengan bakat atau potensi yang dapat menunjang kehidupan. Orang dalam kategori ini juga disebut perlu tetap rendah hati ketika memperoleh keberhasilan.

Baca Juga: Weton Senin Pahing Menurut Primbon Jawa: Karakter, Rezeki, Jodoh hingga Simbol Keberuntungannya

Pembahasan hitungan weton dalam video juga memberikan catatan bahwa hasil perhitungan tidak semestinya dianggap sebagai penentu mutlak kehidupan seseorang.

Pembicara menyebut hasil hitungan sebagai acuan yang berkaitan dengan probabilitas, bukan kepastian. Penentu kehidupan tetap dikaitkan dengan Tuhan.

Kategori Loro dan Pati juga tidak dijelaskan semata-mata dalam arti harfiah. Loro dapat dimaknai sebagai pengalaman menyakitkan dalam kehidupan, termasuk persoalan hubungan atau usaha. Sementara Pati disebut dapat berkaitan dengan berakhirnya suatu fase, seperti usaha yang tutup atau hubungan yang berakhir.

Namun, kondisi tersebut dalam penjelasan video tidak dianggap sebagai akhir dari segalanya. Ada konsep tirakat, doa, dan ruwatan yang dibahas sebagai bagian dari upaya menghadapi hasil hitungan tertentu.

Pembicara juga menekankan pentingnya mengenali diri sendiri. Hitungan weton disebut dapat menjadi rambu-rambu agar seseorang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.

Pembahasan berikutnya dalam kelas tersebut akan diarahkan pada perhitungan pasangan. Penonton diminta menyiapkan tanggal lahir, termasuk informasi jam kelahiran jika diketahui, untuk digunakan dalam pembahasan mengenai asmara, kecocokan pasangan, hingga kemungkinan menentukan hari pernikahan.

Pada akhirnya, video menegaskan bahwa hitungan weton bukan akhir dari segalanya. Ketika hasil perhitungan menunjukkan sesuatu yang dianggap kurang baik, doa, kekuatan, serta restu orang tua tetap disebut sebagai hal yang menentukan.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
pasaran Jawa hitungan weton Weton Jawa Primbon Jawa jodoh