Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hubungan Puncak Keunikan Fenomena Strawberry Moon dan Budaya Suku Asli Amerika

Analisa • Kamis, 12 Juni 2025 | 21:25 WIB

 

Fenomena strawberry moon yang terjadi pada 11 Juni 2025 ada penyebabnya dan asal usul  penamaan.
Fenomena strawberry moon yang terjadi pada 11 Juni 2025 ada penyebabnya dan asal usul penamaan.

TULUNGAGUNG- Fenomena Strawberry Moon yang terjadi pada 11 Juni 2025 lalu menarik perhatian banyak pengamat langit.

Karena tampilannya fenomena Strawberry Moon ini yang rendah di cakrawala dan warnanya yang keemasan hingga jingga saat terbit.

Namun, apa sebenarnya penyebab dari fenomena Strawberry Moon di langit yang unik ini?

Strawberry Moon adalah nama tradisional untuk bulan purnama di bulan Juni, yang berasal dari budaya suku asli Amerika, terutama suku Algonquin. 

Nama ini digunakan karena bulan Juni menandai musim panen stroberi liar. 

Namun secara astronomi, Strawberry Moon adalah fase purnama biasa yang tahun ini bertepatan dengan kondisi langka yang membuatnya terlihat sangat berbeda.

Puncak keunikan Strawberry Moon 2025 disebabkan oleh fenomena langit langka yang disebut major lunar standstill.

Ini adalah peristiwa yang hanya terjadi setiap 18,6 tahun sekali, ketika kemiringan orbit Bulan terhadap ekuator bumi mencapai titik maksimal, sekitar ±28,6 derajat. 

Akibatnya, lintasan bulan di langit menjadi sangat ekstrem, membuatnya tampak terbit sangat rendah di cakrawala saat purnama, dan sebaliknya bisa terbit sangat tinggi pada fase lainnya.

Karena posisi bulan yang rendah saat terbit, kita mengalami Moon Illusion ilusi optik yang membuat bulan tampak lebih besar dari biasanya.

Selain itu, cahaya bulan harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal, menyebabkan cahaya biru tersebar dan menyisakan warna merah jingga, mirip dengan matahari terbenam.

Inilah yang menyebabkan Strawberry Moon terlihat hangat dan berwarna keemasan saat mendekati cakrawala, walaupun warna ini bukan permanen.

Penting untuk diketahui bahwa nama Strawberry Moon tidak berkaitan dengan warna atau bentuk bulan.

Warna merah atau jingga yang muncul hanyalah efek atmosfer dan posisi pengamatan, bukan karena bulan berubah warna secara fisik.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#langit #suku amerika #Strawberry Moon #fenomena