TULUNGAGUNG - Tanaman pakis dikenal luas di Indonesia.
Bukan hanya sebagai penghias taman, melainkan tanaman pakis juga sebagai bahan pangan.
Namun, benarkah pakis merupakan tumbuhan pertama dan tertua di bumi?
Selain itu, apa alasan masyarakat gemar mengonsumsi daun pakis?
Pakis: Salah Satu Tumbuhan Tertua di Bumi
Secara ilmiah, pakis memang termasuk kelompok tumbuhan purba.
Berdasarkan catatan fosil, pakis sudah ada sejak lebih dari 360 juta tahun lalu pada era Paleozoikum.
Walaupun bukan satu-satunya tumbuhan pertama di bumi, pakis termasuk pionir dalam sejarah kehidupan tumbuhan darat karena mampu berkembang biak tanpa bunga dan biji, melainkan dengan spora.
Inilah yang menjadikannya unik dan berbeda dari kebanyakan tumbuhan modern.
Kandungan Gizi Daun Pakis
Selain nilai sejarahnya, pakis juga banyak dikonsumsi karena kandungan gizinya. Daun pakis kaya akan:
1. Serat – membantu pencernaan.
2. Vitamin A dan C – baik untuk kesehatan kulit dan daya tahan tubuh.
3. Mineral seperti kalsium, zat besi, dan fosfor – mendukung kesehatan tulang dan darah.
4. Antioksidan alami – melawan radikal bebas penyebab penyakit.
Mengapa Daun Pakis Populer untuk Konsumsi?
Di banyak daerah, terutama Asia Tenggara, daun pakis muda sering diolah menjadi sayur tumis, gulai, atau lalapan.
Teksturnya yang renyah dan rasa segarnya membuatnya digemari.
Selain itu, pakis mudah ditemukan di hutan, kebun, atau pasar tradisional sehingga menjadi sayuran yang terjangkau.
Pakis memang bukan satu-satunya tumbuhan pertama, tetapi ia termasuk kelompok tumbuhan tertua yang masih bertahan hingga kini.
Selain kaya sejarah, pakis juga menyimpan banyak manfaat gizi sehingga wajar jika tumbuhan purba ini tetap eksis bukan hanya di alam, tapi juga di meja makan masyarakat.***
Editor : Vidya Sajar Fitri