Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Teori Big Crunch: Fakta di Balik Kehancuran Alam Semesta yang Dianggap Kebalikan dari Big Bang

Savina Ayu Wardani • Minggu, 19 Oktober 2025 | 05:05 WIB

Teori Big Crunch, sebuah hipotesis ilmiah tentang bagaimana alam semesta bisa hancur.
Teori Big Crunch, sebuah hipotesis ilmiah tentang bagaimana alam semesta bisa hancur.

RADAR TULUNGAGUNG - Teori Big Crunch, sebuah hipotesis ilmiah tentang bagaimana alam semesta bisa hancur.

Setelah miliaran tahun mengalami pengembangan akibat Big Bang, teori ini menyebutkan pendapat bahwa suatu saat nanti akam semesta akan berhenti mengambang dan akan menyusut kembali hingga seluruh materi terkumpul menjadi satu titik padat superpanas seperti kondisi awal sebelum Big Bang.

Baca Juga: Fakta Tersembunyi Taman Eden, Surga Pertama Manusia yang Hilang dan Teori tentang Keberadaannya di Bumi

Teori big crunch ini muncul dari konsep gravitasi universal yang dikemukakan oleh Isaac Newton lalu diperkuat oleh Teori Relativitas Umum Albert Einstein, menurutnya ruang Waktu dapat melengkung karena massa.

Jika jumlah massa di alam semesta cukup besar, gaya gravitasi dapat menarik seluruh materi kembali ke pusat dan menciptakan kehancuran besar atau Big Crunch.

Para ilmuwan menggunakan pengamatan galaksi jauh melalui teleskop Hubble dan WMAP untuk memperlajari laju pengembangan alam semesta.

Awalnya data menunjukkan pengembangan semakin melambat yang mendukung kemungkinan Big Crunch.

Baca Juga: Area 51: Teori Konspirasi, Misteri, dan Fakta Sebenarnya yang Perlu Kamu Tahu

Namum terjadinya penemuan energi gelap mengubah pandangan itu karen energi gelap menyebabkan alam semesta mengembang semakin cepat, bukan melambat.

Meski begitu beberapa model kosmologi kuantum masih membuka peluang bahwasanya energi gelap bisa berubah tanda di masa depan yang membuat pengembangan berhenti dan berbalik arah.

Jika teori big crunch ini benar, galaksi, bintang, dan planet akan saling mendekat, suhu alam semesta meningkat drastis, dan pada akhirnya semua materi menjadi satu singularitas. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#big bang #big crunch #teori #alam semesta #kehancuran