RADAR TULUNGAGUNG - Teori Big Crunch, sebuah hipotesis ilmiah tentang bagaimana alam semesta bisa hancur.
Setelah miliaran tahun mengalami pengembangan akibat Big Bang, teori ini menyebutkan pendapat bahwa suatu saat nanti akam semesta akan berhenti mengambang dan akan menyusut kembali hingga seluruh materi terkumpul menjadi satu titik padat superpanas seperti kondisi awal sebelum Big Bang.
Teori big crunch ini muncul dari konsep gravitasi universal yang dikemukakan oleh Isaac Newton lalu diperkuat oleh Teori Relativitas Umum Albert Einstein, menurutnya ruang Waktu dapat melengkung karena massa.
Jika jumlah massa di alam semesta cukup besar, gaya gravitasi dapat menarik seluruh materi kembali ke pusat dan menciptakan kehancuran besar atau Big Crunch.
Para ilmuwan menggunakan pengamatan galaksi jauh melalui teleskop Hubble dan WMAP untuk memperlajari laju pengembangan alam semesta.
Awalnya data menunjukkan pengembangan semakin melambat yang mendukung kemungkinan Big Crunch.
Baca Juga: Area 51: Teori Konspirasi, Misteri, dan Fakta Sebenarnya yang Perlu Kamu Tahu
Namum terjadinya penemuan energi gelap mengubah pandangan itu karen energi gelap menyebabkan alam semesta mengembang semakin cepat, bukan melambat.
Meski begitu beberapa model kosmologi kuantum masih membuka peluang bahwasanya energi gelap bisa berubah tanda di masa depan yang membuat pengembangan berhenti dan berbalik arah.
Jika teori big crunch ini benar, galaksi, bintang, dan planet akan saling mendekat, suhu alam semesta meningkat drastis, dan pada akhirnya semua materi menjadi satu singularitas. ****
Editor : Dharaka R. Perdana