Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jangan Sampai Salah Paham, Ini Perbedaan Zakat Infak dan Sedekah dalam Islam yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Novica Satya Nadianti • Senin, 16 Maret 2026 | 14:05 WIB
Perbedaan zakat infak dan sedekah dalam Islam penting dipahami. Simak penjelasan lengkap hukum, pengertian, dan contohnya.
Perbedaan zakat infak dan sedekah dalam Islam penting dipahami. Simak penjelasan lengkap hukum, pengertian, dan contohnya.

 

JAKARTA - Istilah zakat, infak, dan sedekah sudah sangat familiar di tengah masyarakat Muslim. Namun, tidak sedikit yang masih bingung memahami perbedaan zakat infak dan sedekah, terutama dari segi hukum, ketentuan, hingga bentuk pelaksanaannya.

Padahal, memahami perbedaan zakat infak dan sedekah sangat penting agar umat Islam dapat menunaikan kewajiban dan amalan sosial dengan benar sesuai ajaran syariat. Ketiga istilah tersebut memang sama-sama berkaitan dengan pemberian atau pengeluaran harta, tetapi memiliki makna yang lebih spesifik.

Secara umum, zakat, infak, dan sedekah memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu sesama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, masing-masing memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya.

Baca Juga: PMI Tulungagung Buka Posko Donor Darah Ramadan di GOR Lembu Peteng, Stok Golongan B Menipis dan Jadi Prioritas

Zakat: Kewajiban dengan Ketentuan Jelas

Zakat merupakan ibadah yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Zakat harus dikeluarkan dari sebagian harta dengan jumlah dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Selain itu, zakat juga memiliki aturan khusus terkait waktu, kadar, dan penerima yang berhak menerimanya. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa zakat harus diberikan kepada delapan golongan yang dikenal sebagai delapan ashnaf.

Golongan tersebut antara lain fakir, miskin, amil zakat, mualaf, riqab atau budak yang ingin memerdekakan diri, gharimin atau orang yang memiliki utang, fisabilillah, serta ibnu sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan.

Karena sifatnya wajib, zakat menjadi salah satu rukun Islam yang harus dipenuhi oleh umat Muslim yang mampu.

Baca Juga: Awalnya Hanya Iseng Bikin Buket Skripsi, Kini Usaha Florist Warga Boyolangu Tulungagung Kebanjiran Pesanan

Infak: Pengeluaran Harta yang Bersifat Sunnah

Berbeda dengan zakat, infak merupakan pengeluaran sebagian harta untuk kepentingan kebaikan yang hukumnya sunnah. Infak tidak memiliki batasan jumlah tertentu seperti zakat.

Seseorang dapat berinfak sesuai kemampuan dan kondisi yang dimilikinya. Infak biasanya diberikan kepada orang yang membutuhkan seperti fakir miskin, anak yatim, kerabat, maupun untuk kepentingan sosial dan keagamaan.

Dalam Al-Qur’an, umat Islam juga dianjurkan untuk menginfakkan harta di jalan Allah sebagai bentuk kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.

Karena sifatnya fleksibel, infak dapat dilakukan kapan saja dan kepada siapa saja tanpa ketentuan khusus mengenai penerimanya.

Sedekah: Makna Lebih Luas dari Sekadar Harta

Sementara itu, sedekah memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan zakat dan infak. Sedekah tidak hanya terbatas pada pemberian materi atau harta.

Baca Juga: Kuliner Galantin Solo Mulai Diminati untuk Buka Puasa, Sajian Daging Rol dengan Saus Gurih Manis Bikin Penasaran

Dalam Islam, sedekah juga mencakup segala bentuk kebaikan yang dilakukan seseorang dengan niat mengharap ridha Allah.

Contohnya adalah membantu orang lain, memberikan tenaga, berkata baik, atau bahkan sekadar tersenyum kepada sesama.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa setiap kebaikan merupakan sedekah.

Karena itulah, sedekah dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang kondisi ekonomi.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026: One Battle After Another Borong Piala, Michael B Jordan dan Jesse Buckley Raih Aktor Terbaik

Hubungan antara Zakat, Infak, dan Sedekah

Walaupun memiliki perbedaan, zakat, infak, dan sedekah sebenarnya saling berkaitan dalam sistem ibadah sosial dalam Islam.

Zakat menjadi kewajiban utama yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu. Sementara infak dan sedekah menjadi bentuk amal tambahan yang dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan.

Ketiga amalan ini juga memiliki dampak sosial yang besar dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya zakat, infak, dan sedekah, kesenjangan ekonomi dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Selain itu, dana yang terkumpul dari berbagai bentuk pemberian tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, memberikan beasiswa pendidikan, hingga mendukung kegiatan dakwah dan sosial kemanusiaan.

Baca Juga: 7 HP Gaming 1 Jutaan Terbaik Awal 2026: Murah Tapi Kencang Buat MLBB, PUBG & Genshin, Ini Daftar Paling Worth It

Mendorong Kepedulian Sosial dalam Islam

Islam mengajarkan bahwa harta yang dimiliki seseorang bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Sebagian dari harta tersebut juga memiliki hak bagi orang lain yang membutuhkan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak hanya menunaikan zakat sebagai kewajiban, tetapi juga memperbanyak infak dan sedekah.

Dengan demikian, nilai kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Memahami perbedaan zakat infak dan sedekah diharapkan dapat membantu umat Islam menjalankan ibadah sosial secara lebih tepat sekaligus memperkuat budaya berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Novica Satya Nadianti
#zakat dalam Islam #pengertian infak #delapan ashnaf zakat #sedekah