Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hiroshi Aoyama Beberkan 4 Kelebihan Fenomenal Veda Ega Pratama, Sang Anomali Moto3 2026 yang Bikin Kru Jepang Geleng-Geleng Kepala!

Natasha Eka Safrina • Senin, 18 Mei 2026 | 17:34 WIB
Hiroshi Aoyama beberkan 4 kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3 2026! Skill fenomenalnya bikin manajer Honda kagum dan proyeksikan tembus MotoGP 2030! (Screenshot Instagram)
Hiroshi Aoyama beberkan 4 kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3 2026! Skill fenomenalnya bikin manajer Honda kagum dan proyeksikan tembus MotoGP 2030! (Screenshot Instagram)

 

JAKARTA – Manajer tim Honda Team Asia sekaligus legenda MotoGP asal Jepang, Hiroshi Aoyama, secara terbuka melayangkan pujian setinggi langit kepada pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Apresiasi besar ini diberikan menyusul performa heroik sang rookie dalam gelaran Moto3 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol, baru-baru ini. Menurut sang juara dunia GP 250 cc musim 2009 tersebut, pembalap belia asal Gunung Kidul ini telah menunjukkan kapasitasnya sebagai sebuah anomali besar yang mengguncang peta persaingan kelas Moto3 dunia.

Dalam rilis resminya, Hiroshi Aoyama membeberkan secara detail mengenai empat kelebihan utama yang dimiliki oleh Veda Ega Pratama. Kelebihan inilah yang membuat Veda tampil sangat istimewa dan membedakannya dari pembalap pendatang baru lainnya di musim Moto3 2026. Start dari urutan ke-17 akibat sempat mengalami kecelakaan di sesi kualifikasi, Veda secara luar biasa mampu merangsek naik melewati 11 pembalap di depannya hingga sukses mengamankan posisi finis ke-6 di GP Jerez.

Pencapaian luar biasa Veda Ega Pratama di awal musim Moto3 2026 ini langsung menempatkannya di peringkat keenam klasemen sementara kejuaraan dunia dengan koleksi 37 poin. Torehan mengagumkan ini sekaligus mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Rookie of the Year, mengungguli para rival seangkatannya seperti Brian Uriarte, Rico Salmela, hingga rekan setimnya sendiri asal Jepang, Zen Mitani, yang hingga saat ini masih tertahan dengan torehan nol poin.

Baca Juga: Persaingan Memori Monster Dimulai! Redmi 15C Ikut Meramaikan Deretan HP 512 GB Termurah di Tahun 2026, Harganya Bikin Kompetitor Ketar-Ketir!

Empat Skill Fenomenal Pembawa Mukjizat untuk Honda

Aoyama menjabarkan bahwa kelebihan pertama Veda terletak pada manajemen balapan yang sangat matang. Pembalap berusia 17 tahun itu dinilai sangat pintar dalam mengatur ritme berkendara, menjaga ketahanan ban, serta membaca posisi sepanjang balapan. Di Jerez, ia mampu merangkak naik secara stabil tanpa melakukan tindakan agresif yang membabi buta, lalu melancarkan serangan pamungkas di momen yang tepat meskipun kondisi bannya sudah menyentuh batas limit di lap-lap akhir.

Kelebihan kedua adalah kecepatan konsisten (pace) yang sangat tinggi, terutama saat melahap sektor trek yang teknis. Ketiga, Veda dibekali dengan kemampuan race craft dan insting melakukan overtaking yang luar biasa tajam. Putra mantan pembalap nasional Sudarmono ini sangat ahli dalam memanfaatkan situasi pack racing, taktik slipstream, hingga melakukan aksi late breaking. Di GP Jerez saja, Veda tercatat melakukan 12 hingga 15 aksi menyalip yang bersih tanpa cela.

Sementara kelebihan keempat yang dinilai paling langka adalah mental juara serta kemampuan bangkit dari keterpurukan (comeback ability). Setelah sempat mengalami insiden crash di Austin, Amerika Serikat, Veda tidak sedikit pun kehilangan rasa percaya dirinya. Ia langsung membayarnya tuntas dengan merebut posisi ke-6 di Spanyol. Karakter mental baja seperti inilah yang membuat Aoyama dan seluruh jajaran petinggi Honda Team Asia dibuat takjub dan geleng-geleng kepala.

Proyeksi Matang Menuju Panggung Tertinggi MotoGP 2030

Ketangguhan performa individu Veda di lintasan saat ini bahkan disebut-sebut murni karena faktor pure talent dan kemampuan berkendara 100 persen. Pasalnya, di atas kertas paket motor Honda NSF 250 RW miliknya dinilai masih kalah dalam hal power dan akselerasi jika diadu langsung dengan dominasi mesin KTM yang diusung oleh tim papan atas seperti CF Moto Aspar Team tunggangan Maximo Quiles. Namun, berkat penampilan magis Veda, Honda Team Asia kini bisa bertengger di posisi keenam klasemen tim.

Baca Juga: Bos Honda Hiroshi Aoyama Puji Habis-habisan Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026: Start P20 Tembus 8 Besar Itu Hasil Positif!

Melihat bakat alamnya yang begitu fenomenal, banyak pengamat balap internasional memprediksi Veda akan mampu menembus kelas utama MotoGP dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun ke depan. Manajemen tim sendiri telah menyiapkan cetak biru (blueprint) karier yang matang dan terstruktur agar proses adaptasi Veda berjalan aman dan tidak terburu-buru. Setelah fokus membidik gelar Rookie of the Year dan menembus lima besar klasemen akhir musim ini, Veda diproyeksikan akan mematangkan diri di kelas Moto3 satu musim lagi pada tahun 2027.

Langkah berikutnya, Veda akan dinaikkan kelas menuju kompetisi Moto2 pada musim 2028 hingga 2029 demi mempelajari karakteristik motor yang lebih besar. Jika seluruh proses berjalan mulus dan konsisten, momentum bersejarah bagi dunia otomotif tanah air diprediksi akan tercipta pada tahun 2030. Di mana pada saat itu, Veda Ega Pratama akan melakoni debutnya di kelas utama MotoGP pada usia 21 tahun, sekaligus mewujudkan impiannya untuk menjadi pembalap profesional Indonesia pertama yang kompetitif di level dunia.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 2026 #Rookie of the Year