Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Ungkap Proses Terjadinya Petir, Ternyata Ada 4 Jenis Sambaran yang Bisa Membahayakan Manusia

Dyah Wulandari • Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:51 WIB
BMKG ungkap proses terjadinya petir dan empat jenis sambaran yang berbahaya. Ini penjelasan serta cara menghindarinya
BMKG ungkap proses terjadinya petir dan empat jenis sambaran yang berbahaya. Ini penjelasan serta cara menghindarinya

JAKARTA - BMKG mengungkap proses terjadinya petir yang sering muncul saat musim hujan dan cuaca ekstrem. Fenomena alam ini ternyata terbentuk dari awan kumulonimbus yang menghasilkan pelepasan muatan listrik besar hingga memunculkan kilatan cahaya dan suara gemuruh atau guntur.

Petir menjadi salah satu fenomena cuaca yang paling berbahaya saat musim hujan. Sambaran petir tidak hanya mampu merusak bangunan dan peralatan elektronik, tetapi juga dapat menyebabkan cedera serius hingga kematian apabila mengenai manusia secara langsung.

Dalam penjelasan BMKG, petir terbentuk akibat pergesekan kristal es di dalam awan hujan yang kemudian menghasilkan muatan positif dan negatif. Ketika perbedaan muatan sudah sangat besar, terjadilah pelepasan energi listrik menuju tanah atau udara.

Baca Juga: OPPO 5G Paling Worth It 2026: 8 Rekomendasi HP Terbaru, Spek Gahar dari Rp2 Jutaan hingga Rp6 Jutaan

Proses Terjadinya Petir Berawal dari Awan Kumulonimbus

BMKG menjelaskan proses petir dimulai dari pembentukan awan kumulonimbus, yakni awan hujan besar yang biasa muncul saat cuaca buruk. Di dalam awan tersebut terdapat kristal-kristal es yang awalnya bermuatan netral.

Namun karena pengaruh angin, kristal es saling bergesekan dan berbenturan hingga terjadi pelepasan muatan listrik. Akibat proses itu, sebagian kristal es bermuatan positif dan sebagian lainnya bermuatan negatif.

Baca Juga: Daftar Motor Listrik Terbaik 2026: Jarak Tempuh 210 Km, Harga Mulai Rp35 Jutaan, Ini Rekomendasi Paling Worth It

“Kristal es yang bermuatan positif berada di bagian atas awan, sedangkan muatan negatif berkumpul di bagian bawah,” jelas narator video BMKG.

Pada saat bersamaan, permukaan tanah memiliki muatan positif. Ketika beda potensial antara awan dan tanah semakin besar, muatan negatif dari awan akan meloncat menuju permukaan bumi.

Loncatan energi listrik itulah yang terlihat sebagai kilatan cahaya petir. Sementara suara gemuruh atau guntur muncul saat muatan listrik berhasil menembus ambang batas isolasi udara.

Baca Juga: Harga Mulai Rp14 Juta! 5 Motor Listrik Terbaik 2026 Awet Paling Dicari, Jarak Tempuh Hingga 140 Km

Fenomena tersebut biasanya terjadi ketika cuaca mendung pekat disertai hujan deras dan angin kencang.

BMKG Sebut Ada 4 Jenis Petir yang Perlu Diwaspadai

Dalam video edukasi tersebut, BMKG membagi petir menjadi empat jenis berdasarkan arah sambaran dan lokasi pelepasan muatan listrik.

Baca Juga: Daftar Harga Motor Listrik Terbaru Mei 2026: Mulai Rp5 Jutaan hingga Rp21 Juta, Ini Rekomendasi Paling Murah

Jenis pertama adalah petir awan ke tanah atau cloud to ground (CG). Petir ini disebut paling berbahaya karena sambaran langsung mencapai permukaan bumi dan berpotensi mengenai manusia, bangunan, maupun pohon.

Jenis kedua adalah petir awan ke awan atau cloud to cloud (CC), yakni sambaran yang terjadi antarawan. Petir ini cukup berbahaya bagi aktivitas penerbangan.

Ketiga adalah petir dalam awan atau intercloud (IC). Petir jenis ini terjadi akibat pelepasan muatan di dalam awan yang sama dan biasanya terlihat seperti kilatan cahaya berkedip di langit.

Baca Juga: Mitos Bunga Kamboja Kelopak Genap Dipercaya Bawa Keberuntungan, Benarkah Punya Khasiat Gaib?

Sementara jenis terakhir adalah petir awan ke udara atau cloud to air (CA). Sambaran ini terjadi ketika muatan listrik dilepaskan dari awan menuju udara di sekitarnya.

BMKG menggunakan alat lightning detector untuk memantau kejadian petir. Alat tersebut bekerja dengan menangkap gelombang elektromagnetik yang dihasilkan sambaran petir dan merekam lokasi serta jenis petir yang terjadi selama 24 jam.

Baca Juga: Arti Mimpi Memetik Bunga Kamboja Putih Disebut Jadi Pertanda Spiritual, Benarkah Membawa Kabar Baik?

Petir Punya Manfaat, Tapi Juga Sangat Berbahaya

Meski dikenal berbahaya, BMKG menyebut petir juga memiliki beberapa manfaat bagi lingkungan. Salah satunya menghasilkan nitrat yang terbawa air hujan dan bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

Baca Juga: Bunga Kamboja Kelopak 4 dan 6 Disebut Punya Tuah Rezeki hingga Pengasihan, Begini Ritual dan Mitosnya

Petir juga menghasilkan ozon yang membantu menghalangi sinar ultraviolet. Selain itu, sambaran petir disebut mampu membunuh bakteri dan kuman tertentu di udara.

Namun dampak negatif petir tetap harus diwaspadai. Sambaran langsung dapat menyebabkan objek terbakar, retak, hingga rusak parah. Sedangkan sambaran tidak langsung bisa memicu korsleting listrik dan merusak perangkat elektronik.

Karena itu, masyarakat diminta segera mencari tempat aman ketika mendengar suara guntur. BMKG mengimbau agar tidak berteduh di bawah pohon, berada di sawah, lapangan terbuka, atau dekat tiang listrik saat badai petir terjadi.

Baca Juga: Daftar Harga HP OPPO Terbaru Mei 2026: Dari A Series Rp1 Jutaan hingga Reno 15 Pro Max Rp13 Jutaan

“Segera masuk ke dalam ruangan atau mobil jika mendengar suara guntur,” tegas BMKG dalam video tersebut.

Masyarakat juga disarankan memasang penangkal petir untuk melindungi bangunan dan peralatan elektronik dari kerusakan akibat sambaran listrik.

Dengan memahami proses terjadinya petir dan cara menghindarinya, risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, terutama saat musim hujan mulai melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Misteri Petir Terungkap, Ternyata Suhu Sambaran Bisa Lebih Panas dari Matahari dan Memicu Kilatan Berulang

Editor : Dyah Wulandari
#proses terjadinya petir #jenis petir menurut BMKG #bahaya sambaran petir #petir awan ke tanah #cara menghindari petir