JAKARTA – Pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji, harus menelan pil pahit pada sesi latihan Moto2 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Jumat (8/5). Rider Honda Team Asia tersebut gagal menembus posisi 14 besar, sehingga dipastikan harus berjuang dari babak kualifikasi pertama (Q1) untuk memperbaiki posisi start.
Hasil kurang memuaskan ini menempatkan Mario Aji di peringkat ke-25 dengan catatan waktu lap terbaik 1 menit 35,405 detik. Pembalap asal Magetan itu masih terpaut cukup jauh, yakni 1,057 detik dari pembalap tercepat Izan Guevara, yang tampil dominan sepanjang sesi latihan bebas dan praktis kemarin.
Kronologi Kegagalan Menuju Q2
Perjalanan Mario Aji di Le Mans tidak berjalan mulus sejak sesi latihan bebas pertama. Sepanjang sesi tersebut, Mario tampak kesulitan menemukan pace yang kompetitif dibandingkan dengan persaingan di papan tengah. Harapan untuk melakukan perbaikan di menit-menit akhir sesi praktis pun harus pupus lantaran insiden kecelakaan yang dialaminya.
Kecelakaan tersebut terjadi saat sesi praktis menyisakan waktu kurang dari lima menit. Akibat insiden ini, Mario tidak dapat melanjutkan upayanya untuk mempertajam waktu lap. Kondisi ini kontras dengan pencapaian rekan senegaranya di kelas Moto3, Fadillah Arbi Aditama, yang berhasil melaju langsung ke kualifikasi kedua (Q2) berkat hasil impresif di sesi praktis. Kegagalan Mario untuk masuk ke grup teratas 14 besar mengharuskannya bekerja lebih keras pada sesi latihan bebas terakhir sebelum menghadapi tantangan babak kualifikasi yang sesungguhnya.
Analisis Data: Peluang Tipis yang Terlewatkan
Jika menilik data performa di lintasan, sebenarnya potensi Mario Aji untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Berdasarkan analisis lap time ideal, Mario sempat mencatatkan waktu 1 menit 35,057 detik. Angka tersebut menunjukkan bahwa secara teknis, Mario sudah sangat dekat untuk menembus zona pace 1 menit 34 detik, yang menjadi standar bagi para pembalap yang berhasil lolos ke Q2.
Kesenjangan waktu sekitar 0,4 detik dari catatan ideal menuju pace kompetitif menjadi catatan evaluasi bagi tim mekanik Honda Team Asia. Kurangnya kematangan pace di sepanjang sesi latihan membuat Mario belum mampu menstabilkan performa motornya. "Kami perlu melakukan evaluasi menyeluruh pada ritme balap sebelum masuk ke babak kualifikasi," ujar sumber dari tim teknis. Konsistensi dalam menjaga kecepatan di setiap sektor menjadi faktor kunci yang hilang pada penampilan Mario di hari pertama ini.
Langkah Lanjutan Menuju Balapan Moto2 Prancis
Kini, fokus utama Mario Aji adalah memaksimalkan sesi latihan bebas terakhir (Free Practice 3) untuk memulihkan performa dan menemukan kembali ritme yang hilang. Sesi ini menjadi kesempatan terakhir bagi Mario untuk memperbaiki settingan motor dan mengembalikan kepercayaan diri setelah kecelakaan yang ia alami.
Bagi Mario, babak kualifikasi di Le Mans akan menjadi pembuktian mentalitas. Mengingat persaingan di kelas Moto2 yang sangat ketat dengan selisih waktu tipis, satu kesalahan kecil saja bisa berdampak fatal pada posisi start. Dukungan dari tim mekanik sangat diharapkan untuk memberikan set-up motor yang lebih ramah terhadap karakter Sirkuit Bugatti. Dengan motivasi untuk menebus hasil buruk di sesi awal, Mario diharapkan mampu tampil lepas dan mengamankan posisi yang lebih baik agar memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di barisan depan saat balapan utama nanti.
Editor : Vicky Permana Saputra