JEREZ – Pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji, tampil mengejutkan pada sesi latihan bebas (FP2) Moto2 Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez, Sabtu. Rider Honda Team Asia tersebut berhasil mengamankan posisi kedua, sebuah pencapaian yang membuat para pembalap Spanyol yang selama ini mendominasi kelas intermediate tampak terkejut.
Hasil impresif ini menjadi rekor pribadi terbaik Mario di sepanjang musim 2026. Dengan catatan waktu yang hanya terpaut 0,574 detik dari Tony Arbolino yang menjadi pembalap tercepat, Mario membuktikan bahwa dirinya kini mampu bersaing secara kompetitif dengan nama-nama besar seperti Manuel Gonzalez, Izan Guevara, dan Aron Canet.
Titik Balik Performa Mario Aji di Moto2
Setelah sempat berjuang keras di awal musim dan sering tenggelam di posisi bawah pada sesi latihan, akhir pekan di Jerez terasa seperti titik balik bagi Mario Aji. Sesi FP2 menjadi bukti nyata bahwa adaptasinya dengan motor Honda semakin matang. Peningkatan performa ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras tim dalam menemukan setup yang tepat untuk karakter Sirkuit Jerez yang menantang.
Baca Juga: Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik 2026, Poco M7 Pro hingga Samsung A17 4G Jadi Pilihan Paling Worth It
Hasil posisi kedua ini membuat target Mario untuk meraih podium pertamanya di kelas Moto2 terasa lebih realistis daripada sebelumnya. Konsistensi dalam menjaga pace atau kecepatan di atas lintasan menjadi kunci utama bagi Mario untuk menjaga asa tersebut tetap hidup. Kini, fokus Mario tertuju pada sesi kualifikasi malam nanti, di mana ia harus tampil prima untuk mengamankan posisi starting grid terbaik demi memuluskan misinya dalam balapan utama besok.
Feda Ega Pratama dan Sorotan Tim KTM
Tidak hanya Mario Aji, pembalap Indonesia lainnya, Feda Ega Pratama, juga mencatatkan progres yang signifikan di kelas Moto3. Meski sempat tercecer di luar 20 besar pada FP1, Feda berhasil melakukan peningkatan tajam ke posisi ke-11 pada FP2 dengan catatan waktu 1 menit 44,860 detik. Meskipun masih harus berjuang melalui babak Q1 untuk meraih tiket ke Q2, performa Feda di sirkuit favoritnya ini menunjukkan mental juara yang luar biasa.
Peningkatan performa Feda pun tidak luput dari pantauan tim rival. Tim KTM, yang saat ini mendominasi kelas Moto3 melalui pembalap seperti Maximo Quiles, mulai menunjukkan sikap waspada. Kedekatan posisi garage antara Honda Team Asia dan tim KTM di paddock membuat kedua tim saling memantau perkembangan satu sama lain. Para bos KTM dikabarkan mulai memperhatikan detail setup motor Honda milik Feda karena ia dianggap sebagai ancaman serius yang sering mengganggu dominasi mereka di lintasan.
Harapan Besar Balap Indonesia di Jerez
Secara keseluruhan, seri Jerez menjadi momen krusial bagi kedua pembalap Indonesia ini. Bagi Mario, keberhasilan di FP2 adalah sinyal bahaya bagi kompetitornya bahwa ia bukan lagi sekadar pelengkap di barisan tengah. Sementara bagi Feda, adaptasi yang semakin oke di sirkuit yang ia sukai menjadi modal berharga untuk memperbaiki posisinya di klasemen, di mana ia saat ini menduduki peringkat kelima hingga ketujuh dengan mengoleksi 27 poin.
Dukungan suporter di tanah air tentu menjadi bahan bakar utama bagi Mario dan Feda. Jika keduanya mampu mempertahankan ritme ini hingga balapan Minggu besok, sejarah baru bagi pembalap Indonesia di kancah balap motor dunia bisa saja terukir di Jerez. Fokus utama kini adalah menjaga ketenangan saat menjalani kualifikasi sore dan malam nanti, serta menghindari kesalahan teknis yang bisa memupus peluang emas mereka untuk tampil di podium.
Editor : Vicky Permana Saputra