JAKARTA - Nama Iker Casillas tidak bisa dipisahkan dari sejarah sepak bola dunia. Mantan penjaga gawang asal Spanyol ini dikenal sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa berkat sederet prestasi yang diraihnya bersama klub maupun tim nasional.
Perjalanan karier Iker Casillas menjadi inspirasi bagi banyak pesepak bola. Dari akademi Real Madrid hingga mengangkat trofi Piala Dunia bersama Spanyol, Casillas berhasil menorehkan berbagai rekor yang sulit disamai pemain lain.
Lahir pada 20 Mei 1981 di Móstoles, Madrid, Spanyol, Iker Casillas Fernandez mulai menunjukkan bakatnya sebagai penjaga gawang sejak usia muda. Kemampuannya melakukan penyelamatan spektakuler membuatnya mendapat julukan "San Iker" atau Santo Iker dari para penggemar sepak bola.
Baca Juga: Jay Idzes Dipastikan Absen, Ini Opsi Pengganti Kapten Timnas Indonesia saat Hadapi Oman dan Mozambik
Meniti Karier dari Akademi Real Madrid
Casillas memulai perjalanan sepak bolanya melalui akademi muda Real Madrid yang terkenal, La Fábrica. Bakatnya berkembang pesat hingga akhirnya dipanggil ke skuad senior pada usia yang masih sangat muda.
Pada 15 September 1999, Casillas mencatat sejarah dengan menjadi salah satu kiper termuda yang tampil di Liga Champions UEFA. Saat itu usianya baru 18 tahun ketika tampil menghadapi Olympiakos pada fase grup kompetisi elite Eropa tersebut.
Tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi andalan di bawah mistar gawang Real Madrid. Pada musim 1999-2000, Casillas sukses membantu Los Blancos meraih gelar Liga Champions UEFA dan mencatatkan namanya sebagai kiper termuda yang memenangkan final kompetisi tersebut.
Era Keemasan Bersama Real Madrid
Selama membela Real Madrid, Iker Casillas menjelma menjadi simbol kejayaan klub. Ia menghabiskan sekitar 25 tahun bersama Los Blancos, mulai dari level akademi hingga menjadi kapten tim utama.
Dalam periode tersebut, Casillas berhasil memenangkan hampir seluruh gelar bergengsi yang tersedia. Ia mempersembahkan lima gelar La Liga, dua Copa del Rey, empat Piala Super Spanyol, tiga trofi Liga Champions UEFA, dua Piala Super UEFA, dua Piala Interkontinental, serta satu gelar Piala Dunia Antarklub FIFA.
Penampilan konsistennya membuat Casillas menjadi salah satu pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Real Madrid. Ia juga dikenal sebagai penjaga gawang dengan refleks luar biasa, kemampuan membaca permainan yang tajam, dan kepemimpinan yang kuat di lapangan.
Mencetak Sejarah Bersama Timnas Spanyol
Selain sukses di level klub, karier internasional Casillas juga sangat gemilang. Ia menjadi bagian penting generasi emas sepak bola Spanyol yang mendominasi dunia pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an.
Baca Juga: Novak Djokovic Menang Telak Tiga Set, Bintang Muda Australia Tetap Curi Perhatian di Melbourne
Sebagai kapten tim nasional, Casillas membawa Spanyol menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Prestasi tersebut menjadikan Spanyol sebagai salah satu tim nasional terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Dengan total 167 penampilan internasional, Casillas menjadi salah satu pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Timnas Spanyol. Ia juga mencatatkan banyak clean sheet yang membantu La Roja meraih berbagai gelar bergengsi.
Petualangan Baru Bersama FC Porto
Pada 2015, Iker Casillas mengakhiri kebersamaannya dengan Real Madrid dan bergabung dengan klub Portugal, FC Porto. Kepindahan tersebut sempat menjadi sorotan karena banyak pihak menilai Real Madrid kurang memberikan perpisahan yang layak kepada sang legenda.
Meski demikian, Casillas tetap menunjukkan kualitasnya di Portugal. Bersama FC Porto, ia berhasil meraih gelar Liga Portugal dan Piala Super Portugal.
Di klub tersebut, Casillas juga mencatatkan rekor sebagai pemain dengan musim terbanyak secara beruntun di Liga Champions UEFA serta menjadi salah satu pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam kompetisi tersebut.
Pensiun Setelah Serangan Jantung
Pada Mei 2019, dunia sepak bola dikejutkan oleh kabar bahwa Casillas mengalami serangan jantung saat menjalani sesi latihan bersama FC Porto.
Meski berhasil pulih, kondisi tersebut membuatnya harus menepi cukup lama dari lapangan. Setelah melalui masa pemulihan, Casillas akhirnya mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada Agustus 2020.
Setelah gantung sarung tangan, ia kembali ke Real Madrid untuk membantu klub dalam berbagai peran manajerial dan kemudian dipercaya menjadi bagian dari Real Madrid Foundation.
Hingga kini, nama Iker Casillas tetap dikenang sebagai salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa. Deretan trofi, rekor, dan penyelamatan spektakulernya membuat legenda Spanyol tersebut menjadi ikon sepak bola yang sulit tergantikan.
Baca Juga: Timnas Indonesia Diundang Presiden Prabowo, Ole Romeny Ungkap Pesan Khusus Jelang Lawan Jepang
Editor : Dyah Wulandari