Valentino Rossi Soroti Veda Ega Pratama, Prediksi Mengejutkan di Moto3 Italia 2026

Bachtiar Tatag P • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:40 WIB

 

Veda Ega Pratama mendapat pujian Valentino Rossi jelang Moto3 Italia 2026. Legenda MotoGP itu bahkan memprediksi peluang podium di Mugello.
Veda Ega Pratama mendapat pujian Valentino Rossi jelang Moto3 Italia 2026. Legenda MotoGP itu bahkan memprediksi peluang podium di Mugello.

 
JAKARTA
- Veda Ega Pratama kembali menjadi pusat perhatian menjelang balapan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Kali ini, sorotan datang dari legenda MotoGP Valentino Rossi yang dikabarkan mengikuti perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut sejak sesi latihan hingga kualifikasi kedua (Q2).

Nama Veda Ega Pratama ramai diperbincangkan setelah tampil kompetitif sepanjang akhir pekan di Mugello. Bukan hanya catatan waktunya yang menjadi perhatian, tetapi juga cara pembalap Honda Team Asia itu membangun performa secara bertahap dari satu sesi ke sesi berikutnya.

Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026 bahkan disebut mendapat apresiasi khusus dari Valentino Rossi. Juara dunia sembilan kali itu menilai perkembangan Veda menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pembalap muda pada level Grand Prix.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Masuk Perpres, Benarkah Segera Cair? Ini Penjelasan Pemerintah

Valentino Rossi Puji Cara Kerja Veda

Menurut narasi yang beredar di paddock Mugello, Rossi tidak terlalu fokus pada posisi start maupun hasil akhir kualifikasi. Sebaliknya, ia lebih tertarik pada proses yang dijalani Veda sepanjang akhir pekan balapan.

Rossi disebut melihat adanya peningkatan performa yang konsisten dari sesi latihan bebas hingga kualifikasi. Bagi legenda asal Italia tersebut, kemampuan berkembang secara bertahap menjadi indikator penting bagi seorang pembalap muda yang ingin sukses di level dunia.

Pengamatan itu membuat Rossi memberikan penilaian positif terhadap pendekatan yang dilakukan Veda. Pembalap Indonesia tersebut dinilai tidak terburu-buru mengejar sensasi atau hasil instan, melainkan fokus membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi balapan utama.

Pandangan tersebut sejalan dengan karakteristik Mugello yang dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender Moto3. Selain kecepatan, pembalap dituntut memahami racing line, manajemen ban, slipstream, hingga perubahan grip lintasan.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Masih Dikaji, Ini Syarat yang Dipertimbangkan Pemerintah

Prediksi Podium dari Legenda MotoGP

Hal yang paling menarik perhatian adalah prediksi Rossi terhadap peluang Veda pada balapan utama. Berdasarkan perkembangan yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan, Rossi menilai pembalap Indonesia itu memiliki kesempatan bersaing di kelompok depan.

Moto3 memang dikenal sebagai kelas yang sulit diprediksi karena persaingan berlangsung sangat ketat. Namun kemampuan Veda membaca situasi balapan dan menjaga konsistensi dianggap menjadi modal besar untuk menghadapi race di Mugello.

Prediksi tersebut langsung mendapat perhatian luas dari penggemar balap motor. Pasalnya, komentar datang dari sosok yang sangat memahami karakter Sirkuit Mugello dan telah meraih banyak kesuksesan sepanjang kariernya di lintasan tersebut.

Jika mampu mempertahankan performa yang ditunjukkan sejak latihan hingga kualifikasi, peluang Veda untuk meraih hasil besar memang terbuka. Terlebih pembalap asal Gunungkidul itu saat ini sedang menikmati musim yang cukup menjanjikan bersama Honda Team Asia.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Agustus 2026: 5 Golongan Ini Disebut Terima Nominal Terbesar

Hakim Danish Lempar Sindiran

Di tengah banyaknya pujian yang diterima Veda, muncul pula komentar berbeda dari rivalnya, Hakim Danish. Pembalap Malaysia tersebut dikabarkan menilai perhatian besar yang diterima Veda terlalu berlebihan.

Danish bahkan disebut meragukan bahwa hasil yang diraih Veda merupakan cerminan kemampuan sesungguhnya. Ia mengaku optimistis dapat finis di depan pembalap Indonesia itu pada balapan utama.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar Moto3. Banyak pihak menilai persaingan antara dua pembalap Asia Tenggara itu akan menjadi salah satu cerita menarik dalam race Moto3 Italia.

Baca Juga: APBN 2027 Dibuka Prabowo: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6,5 Persen, Ini Prioritas Besarnya

Meski demikian, Veda maupun Honda Team Asia memilih tidak memberikan respons berlebihan terhadap komentar tersebut. Tim lebih fokus mempersiapkan motor dan strategi untuk menghadapi balapan.

Honda Siapkan Strategi Khusus

Manajemen Honda Team Asia menegaskan bahwa performa Veda sepanjang akhir pekan bukanlah hasil keberuntungan semata. Tim menyebut seluruh pencapaian yang diraih merupakan hasil kerja terstruktur antara pembalap, mekanik, dan insinyur.

Selain itu, beredar kabar bahwa Honda telah menyiapkan konfigurasi teknis khusus untuk balapan utama. Fokus pengembangan disebut berada pada optimalisasi tenaga mesin, efisiensi akselerasi, dan performa di lintasan lurus Mugello yang terkenal panjang.

Strategi tersebut diyakini dapat membantu Veda bersaing dengan para pembalap terdepan saat balapan berlangsung. Jika seluruh paket motor bekerja sesuai harapan, peluang pembalap Indonesia itu untuk mencetak hasil terbaik musim ini semakin terbuka.

Balapan Moto3 Italia 2026 pun kini dinanti jutaan penggemar balap motor Indonesia. Semua mata akan tertuju ke Mugello untuk melihat apakah Veda Ega Pratama mampu menjawab pujian Valentino Rossi sekaligus membungkam keraguan para rivalnya di lintasan.

Editor : Bachtiar Tatag P
Veda Ega Pratama Honda Team Asia Moto3 Italia 2026 Mugello valentino rossi