JAKARTA - Megawati Hangestri Pertiwi belum bisa memperkuat Hyundai Hill State saat menjalani turnamen pramusim di Jeju. Tanpa pemain asing dan sejumlah pemain inti, Hyundai menelan dua kekalahan, tetapi pelatih Kang Sung Hyung menegaskan hasil tersebut bukan gambaran kekuatan utama tim menghadapi Liga Voli Korea 2026/2027.
Hyundai Hill State menjalani turnamen Korea-China-Japan Women’s Volleyball Top Club Super Match 2026 dengan komposisi yang tidak lengkap. Megawati Hangestri termasuk pemain yang tidak dapat dimainkan karena regulasi turnamen melarang kehadiran pemain asing dan pemain tim nasional.
Dalam kondisi tersebut, pelatih Kang Sung Hyung lebih banyak memberikan kesempatan kepada pemain muda dan pelapis. Beberapa pemain senior tetap diturunkan untuk menjaga keseimbangan sekaligus membimbing para pemain muda selama pertandingan.
Baca Juga: APBN 2027 Dibuka Prabowo: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6,5 Persen, Ini Prioritas Besarnya
Strategi itu membuat dua kekalahan Hyundai di Jeju tidak bisa langsung dijadikan ukuran kekuatan tim untuk musim 2026/2027. Terlebih, amunisi utama seperti Megawati masih disimpan untuk persiapan kompetisi resmi.
Salah satu ujian datang ketika Hyundai menghadapi Osaka Marvelus pada Minggu, 2 Agustus 2026. Klub Jepang tersebut tampil dengan mayoritas pemain andalan dan memperlihatkan organisasi permainan yang matang.
Meski kalah, para pemain muda Hyundai mampu memberikan perlawanan. Mereka beberapa kali membangun rally panjang dan menunjukkan keberanian menghadapi salah satu klub kuat Jepang tersebut.
Baca Juga: Rapelan Gaji Pensiunan Agustus 2026 Belum Pasti Cair, Ini Klarifikasi Terbarunya
Kang Sung Hyung pun menilai pengalaman itu lebih penting dibanding sekadar mengejar hasil. Ia mengatakan, “Kekalahan dalam dua laga ini sejak awal saya siap kalah karena kami lebih memberikan kesempatan pada pemain pelapis.”
Pernyataan Kang Sung Hyung kemudian memunculkan respons dari pelatih klub lain. Dalam transkrip video, sosok pelatih tersebut menilai alasan penggunaan pemain pelapis tidak seharusnya menjadi pembenaran atas kekalahan Hyundai.
Pelatih itu bahkan menawarkan tantangan laga uji coba dengan kekuatan penuh. “Saya akan tantang Kang Sung Hung untuk laga uji coba dengan skuad full team. Semua pemain boleh main tanpa ada aturan pemain asing dilarang main,” demikian pernyataan yang dikutip dalam video.
Baca Juga: Gaji Pensiunan Agustus 2026: 5 Golongan Ini Disebut Terima Nominal Terbesar
Tantangan tersebut menarik perhatian karena laga dengan skuad lengkap akan memberikan gambaran berbeda mengenai kekuatan Hyundai Hill State. Megawati sebagai pemain asing juga berpotensi menjadi bagian penting jika pertandingan seperti itu benar-benar digelar.
Namun, identitas pelatih yang melontarkan tantangan tersebut tidak disebutkan secara jelas dalam transkrip. Karena itu, klaim mengenai klub maupun karakter pelatih tersebut perlu menunggu informasi yang lebih terverifikasi.
Jika laga full squad terealisasi, pertandingan tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Hyundai untuk menguji kombinasi pemain inti sebelum kompetisi resmi dimulai. Terutama bagaimana Megawati beradaptasi dengan sistem serangan tim barunya.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2026 Bakal Dihapus? Ini Syarat Beralih Jadi PPPK Penuh Waktu
Meski tidak bermain, Megawati tetap ikut bersama rombongan Hyundai Hill State menuju Jeju. Kehadirannya menjadi bagian dari proses adaptasi pemain asal Indonesia tersebut dengan lingkungan barunya.
Megawati dapat menyaksikan langsung pola permainan yang diterapkan Kang Sung Hyung. Ia juga memiliki kesempatan mengenal karakter calon rekan setim serta membangun komunikasi di luar lapangan.
Proses tersebut penting bagi Hyundai karena musim baru akan menuntut kerja sama antarpemain. Megawati bukan hanya dituntut mampu mencetak poin, tetapi juga harus memahami distribusi bola, pola pertahanan, dan sistem permainan yang diterapkan klub.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2027 Belum Dipastikan, Ini Fakta Terbaru dari Pemerintah
Turnamen Jeju sendiri memiliki nilai lebih karena mempertemukan klub-klub dari Korea Selatan, Jepang, dan China. Legenda voli Korea Selatan Kim Yeon-koung juga dijadwalkan hadir untuk melakukan servis pembuka simbolis.
Penyelenggara KBSN Sports menyatakan ingin mengembangkan turnamen persahabatan internasional berkualitas tinggi secara berkelanjutan. Ajang tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mempertemukan klub-klub terbaik Asia.
Bagi Hyundai, dua kekalahan di Jeju menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki musim 2026/2027. Sementara bagi penggemar Indonesia, perhatian tetap tertuju pada satu momen: ketika Megawati akhirnya turun ke lapangan dengan seragam Hyundai Hill State.
Kehadiran Megawati membuat kekuatan Hyundai pada musim baru sulit dinilai hanya dari hasil di Jeju. Tantangan laga full squad pun membuka kemungkinan publik akan segera melihat seberapa kuat Hyundai ketika seluruh senjata utamanya sudah tersedia.
Editor : Brilian Syifa Almasih