JAKARTA - Cesc Fabregas sukses mengubah nasib sejumlah pemain Como yang sebelumnya kesulitan mendapat tempat di klub lama. Di bawah arahannya, para pemain tersebut berkembang menjadi bagian penting tim sekaligus mengalami kenaikan nilai pasar.
Como menjadi panggung baru bagi pemain-pemain yang sebelumnya lebih sering menjadi cadangan, dipinjamkan, bahkan diturunkan ke tim kedua. Fabregas memberi mereka peran berbeda, kepercayaan diri, serta kebebasan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Hasilnya terlihat dari kontribusi mereka bersama Como. Beberapa di antaranya bahkan mengalami lonjakan harga pasar hingga berkali-kali lipat.
Enam nama yang mencuri perhatian adalah Nico Paz, Lucas Da Cunha, Maximo Perrone, Jesus Rodriguez, Jean Butez, dan Anastasios Douvikas.
Nico Paz hingga Lucas Da Cunha
Nico Paz menjadi salah satu contoh paling menonjol. Pemain tersebut merupakan produk Real Madrid yang dilepas ke Como dua tahun lalu dengan biaya 6 juta euro karena membutuhkan menit bermain.
Baca Juga: New L300 Euro 4 XL Long Punya Bak Lebih Panjang, Volume Capai 1,47 Kubik
Di Como, Fabregas menempatkannya sebagai playmaker. Paz tidak terpaku pada satu posisi karena bisa berperan sebagai gelandang nomor 8 maupun nomor 10.
Kebebasan bergerak menjadi salah satu kunci. Ia dapat turun ke belakang untuk menjemput bola sekaligus bergerak ke depan ketika Como menyerang.
Hasilnya cukup mencolok. Hingga giornata ke-28, Paz telah mengemas sembilan gol dan enam assist. Nilai pasarnya pun meningkat menjadi 65 juta euro menurut Transfermarkt.
Lucas Da Cunha mengalami cerita berbeda. Pemain asal Prancis tersebut sebelumnya lebih banyak menjalani masa peminjaman. Ia kemudian bergabung dengan Como pada 2023 ketika klub masih bermain di Serie B.
Fabregas mengubah posisinya. Da Cunha yang memiliki karakter sebagai pemain sayap ditempatkan sebagai pivot atau gelandang bertahan dalam skema 4-2-3-1.
Menariknya, tugas tersebut tidak menghilangkan naluri menyerangnya. Ketika Como menyerang, Da Cunha bisa menusuk dari sisi kiri. Pada musim 2023-2024, ia mencetak tujuh gol dan enam assist.
Musim ini, kontribusinya lebih banyak terlihat dari distribusi bola, penciptaan peluang, serta kontrol permainan. Nilai pasarnya kini mencapai 15 juta euro.
Maximo Perrone dan Jesus Rodriguez
Maximo Perrone juga datang ke Como setelah kesulitan mendapat tempat di Manchester City. Pemain asal Argentina tersebut sebelumnya dipinjamkan ke Las Palmas sebelum menjalani masa peminjaman di Como.
Baca Juga: Mitsubishi L300 2026 Diperkirakan Rp246 Juta, Tetap Andalkan Mesin Diesel 2.2 L
Fabregas kemudian menjadikannya pengatur permainan di lini tengah. Perrone memiliki kemampuan scanning dan umpan vertikal yang mendukung gaya bermain Como.
Fabregas juga meminta Perrone meningkatkan postur tubuhnya agar mampu bermain lebih baik di ruang sempit dan melakukan umpan diagonal.
Perkembangan tersebut membuat Como akhirnya mempermanenkan sang gelandang. Musim ini, Perrone telah menciptakan 26 peluang dengan persentase umpan sukses mencapai 91,2 persen.
Nilai pasarnya kini berada di angka 25 juta euro.
Sementara itu, Jesus Rodriguez datang ke Como dengan status pemain termahal dalam sejarah pembelian klub. Como mengeluarkan hingga 27 juta euro termasuk bonus untuk merekrutnya dari Real Betis.
Catatan Rodriguez sebelumnya belum terlalu mengesankan. Ia hanya mencetak dua gol tanpa assist dalam 21 penampilan La Liga musim lalu.
Namun, Fabregas mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Rodriguez diberi kebebasan untuk menggiring bola, melakukan tusukan, dan menciptakan peluang.
Dalam 24 giornata, pemain berusia 20 tahun itu sudah mengoleksi tujuh assist. Nilai pasarnya juga meningkat menjadi 30 juta euro.
Jean Butez dan Anastasios Douvikas
Jean Butez datang ke Como setelah mengalami masa sulit di Royal Antwerp. Ia bahkan sempat bermain untuk tim B dan kesulitan menembus tim utama.
Fabregas membutuhkannya sebagai kiper yang mampu terlibat dalam build-up. Kepercayaan tersebut membuat Butez menjadi pilihan utama.
Distribusi bolanya meningkat. Persentase umpan suksesnya yang sebelumnya 74,3 persen di Liga Belgia naik menjadi 82,1 persen bersama Como.
Butez juga mencatat persentase penyelamatan 77,7 persen dan 13 clean sheet.
Nama terakhir adalah Anastasios Douvikas. Striker Yunani tersebut dibeli Como pada pertengahan musim lalu dengan biaya sekitar 12 juta euro.
Fabregas memberinya peran sebagai penyerang yang mampu membaca ruang kosong dan memanfaatkan timing. Ia juga pernah dimainkan bersama Patrick Cutrone sebelum dipercaya menjadi penyerang tunggal.
Hingga giornata ke-28, Douvikas telah mencetak sembilan gol dan masuk jajaran lima besar pencetak gol terbanyak Serie A.
Meski performanya meningkat, nilai pasar Douvikas disebut belum mengalami kenaikan seperti pemain-pemain lainnya.
Kisah keenam pemain tersebut menunjukkan bagaimana Fabregas mampu memberikan peran berbeda kepada pemain yang sebelumnya kesulitan berkembang. Di Como, mereka mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan nilai jualnya.
Editor : Maylanni Diana Fitri