Como vs Torino Berakhir 6-0, Duvikas Cetak Brace dan Torino Dibuat Tak Berkutik

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:11 WIB
Como vs Torino berakhir 6-0. Duvikas mencetak brace, sementara Da Cunha dan pemain Como lainnya membawa tuan rumah meraih kemenangan telak.(pinterest)
Como vs Torino berakhir 6-0. Duvikas mencetak brace, sementara Da Cunha dan pemain Como lainnya membawa tuan rumah meraih kemenangan telak.(pinterest)

JAKARTA - Como tampil menggila saat menghadapi Torino. Como menang telak 6-0 dalam pertandingan yang sejak awal dikuasai tuan rumah. Anastasios Duvikas menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah mencetak dua gol.

Kemenangan besar tersebut melanjutkan tren positif Como dalam mencetak gol cepat. Dalam dua pertandingan beruntun, Como mampu mencetak gol pada 10 menit pertama.

Torino langsung berada dalam tekanan sejak awal laga. Como memainkan sepak bola menyerang dan terus memanfaatkan ruang di pertahanan lawan.

Duvikas menjadi ancaman utama di lini depan. Penyerang asal Yunani itu beberapa kali mampu memenangkan duel dan menciptakan peluang berbahaya.

Duvikas Jadi Momok Torino

Salah satu peluang Duvikas tercipta setelah Lucas Da Cunha mengirimkan umpan panjang ke area depan. Duvikas kemudian terlibat dalam adu kecepatan menuju kotak penalti.

Baca Juga: Mitsubishi L300 Minivan 2026, Kabin 12 Penumpang dan Harga Rp300 Jutaan

Ia mampu melewati Saul Coco dan mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Namun, kiper Torino Piatti masih mampu menggagalkan kesempatan tersebut dengan penyelamatan menggunakan tangan kanannya.

Duvikas terus bergerak aktif. Ia tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti, tetapi juga berusaha memenangkan duel dengan pemain bertahan Torino.

Tekanan Como akhirnya membuahkan hasil. Mereka terus menciptakan peluang hingga Torino semakin kesulitan keluar dari tekanan.

Dalam salah satu momen pertandingan, bola mengenai tangan pemain Torino. Sebelumnya, bola diketahui lebih dulu mengenai kakinya. Wasit tetap menunjuk titik putih dan memberikan penalti kepada Como.

Da Cunha kemudian maju sebagai eksekutor. Ia berhasil menjalankan tugasnya dan membawa Como semakin jauh meninggalkan Torino.

Keunggulan tersebut membuat Como semakin percaya diri. Mereka terus mengontrol permainan dan memaksa Torino bertahan lebih dalam.

Torino Kehilangan Kendali

Duvikas kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia mencetak gol keduanya sekaligus membuat keunggulan Como semakin besar.

Baca Juga: New L300 Euro 4 XL Long Punya Bak Lebih Panjang, Volume Capai 1,47 Kubik

Brace tersebut menjadi puncak penampilan sang penyerang dalam pertandingan. Duvikas mampu memanfaatkan peluang dan menunjukkan ketajamannya di depan gawang.

Torino semakin kehilangan kendali permainan. Para pemain Como terus mengalirkan bola dan menciptakan ruang di lini pertahanan lawan.

Como bahkan tetap agresif ketika sudah unggul jauh. Mereka tidak sekadar mempertahankan keunggulan, tetapi terus mencari gol tambahan.

Permainan menyerang Como membuat Torino kesulitan menentukan arah pertahanan. Setiap kali berusaha mengantisipasi pergerakan pemain tuan rumah, Como mampu menemukan ruang lain.

Gol demi gol akhirnya membuat pertandingan berubah menjadi pesta bagi pendukung Como.

Ditutup Gol Spektakuler

Como akhirnya mencapai keunggulan enam gol tanpa balas. Salah satu gol terakhir tercipta melalui proses serangan yang mendapat sorotan khusus.

Nicholas Kuhn mengirimkan bola ke arah tiang jauh. Bola kemudian jatuh kepada pemain Como yang melepaskan penyelesaian spektakuler.

Torino benar-benar tidak mampu menghentikan serangan Como. Pertahanan mereka terus berada di bawah tekanan hingga pertandingan berakhir.

Peluit panjang memastikan Como menang 6-0 atas Torino.

Hasil tersebut menjadi salah satu kemenangan terbesar Como dalam pertandingan ini. Duvikas tampil sebagai salah satu aktor utama dengan dua gol, sementara Da Cunha juga ikut menyumbangkan gol melalui titik penalti.

Performa Como menunjukkan betapa efektifnya permainan mereka pada pertandingan tersebut. Serangan yang terus mengalir membuat Torino kesulitan memberikan respons.

Bagi Como, kemenangan enam gol tanpa balas menjadi hasil yang sangat meyakinkan. Sementara bagi Torino, pertandingan tersebut berubah menjadi malam yang berat setelah gagal membendung dominasi tuan rumah sejak awal hingga akhir laga.

- Como tampil menggila saat menghadapi Torino. Como menang telak 6-0 dalam pertandingan yang sejak awal dikuasai tuan rumah. Anastasios Duvikas menjadi salah satu pemain paling menonjol setelah mencetak dua gol.

Kemenangan besar tersebut melanjutkan tren positif Como dalam mencetak gol cepat. Dalam dua pertandingan beruntun, Como mampu mencetak gol pada 10 menit pertama.

Torino langsung berada dalam tekanan sejak awal laga. Como memainkan sepak bola menyerang dan terus memanfaatkan ruang di pertahanan lawan.

Duvikas menjadi ancaman utama di lini depan. Penyerang asal Yunani itu beberapa kali mampu memenangkan duel dan menciptakan peluang berbahaya.

Duvikas Jadi Momok Torino

Salah satu peluang Duvikas tercipta setelah Lucas Da Cunha mengirimkan umpan panjang ke area depan. Duvikas kemudian terlibat dalam adu kecepatan menuju kotak penalti.

Ia mampu melewati Saul Coco dan mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Namun, kiper Torino Piatti masih mampu menggagalkan kesempatan tersebut dengan penyelamatan menggunakan tangan kanannya.

Duvikas terus bergerak aktif. Ia tidak hanya menunggu bola di dalam kotak penalti, tetapi juga berusaha memenangkan duel dengan pemain bertahan Torino.

Tekanan Como akhirnya membuahkan hasil. Mereka terus menciptakan peluang hingga Torino semakin kesulitan keluar dari tekanan.

Dalam salah satu momen pertandingan, bola mengenai tangan pemain Torino. Sebelumnya, bola diketahui lebih dulu mengenai kakinya. Wasit tetap menunjuk titik putih dan memberikan penalti kepada Como.

Da Cunha kemudian maju sebagai eksekutor. Ia berhasil menjalankan tugasnya dan membawa Como semakin jauh meninggalkan Torino.

Keunggulan tersebut membuat Como semakin percaya diri. Mereka terus mengontrol permainan dan memaksa Torino bertahan lebih dalam.

Torino Kehilangan Kendali

Duvikas kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia mencetak gol keduanya sekaligus membuat keunggulan Como semakin besar.

Brace tersebut menjadi puncak penampilan sang penyerang dalam pertandingan. Duvikas mampu memanfaatkan peluang dan menunjukkan ketajamannya di depan gawang.

Torino semakin kehilangan kendali permainan. Para pemain Como terus mengalirkan bola dan menciptakan ruang di lini pertahanan lawan.

Como bahkan tetap agresif ketika sudah unggul jauh. Mereka tidak sekadar mempertahankan keunggulan, tetapi terus mencari gol tambahan.

Permainan menyerang Como membuat Torino kesulitan menentukan arah pertahanan. Setiap kali berusaha mengantisipasi pergerakan pemain tuan rumah, Como mampu menemukan ruang lain.

Gol demi gol akhirnya membuat pertandingan berubah menjadi pesta bagi pendukung Como.

Ditutup Gol Spektakuler

Como akhirnya mencapai keunggulan enam gol tanpa balas. Salah satu gol terakhir tercipta melalui proses serangan yang mendapat sorotan khusus.

Nicholas Kuhn mengirimkan bola ke arah tiang jauh. Bola kemudian jatuh kepada pemain Como yang melepaskan penyelesaian spektakuler.

Torino benar-benar tidak mampu menghentikan serangan Como. Pertahanan mereka terus berada di bawah tekanan hingga pertandingan berakhir.

Peluit panjang memastikan Como menang 6-0 atas Torino.

Hasil tersebut menjadi salah satu kemenangan terbesar Como dalam pertandingan ini. Duvikas tampil sebagai salah satu aktor utama dengan dua gol, sementara Da Cunha juga ikut menyumbangkan gol melalui titik penalti.

Performa Como menunjukkan betapa efektifnya permainan mereka pada pertandingan tersebut. Serangan yang terus mengalir membuat Torino kesulitan memberikan respons.

Bagi Como, kemenangan enam gol tanpa balas menjadi hasil yang sangat meyakinkan. Sementara bagi Torino, pertandingan tersebut berubah menjadi malam yang berat setelah gagal membendung dominasi tuan rumah sejak awal hingga akhir laga.

Editor : Maylanni Diana Fitri
torino Lucas Da Cunha Como vs Torino Anastasios Duvikas como