Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menko Airlangga: Kecerdasan Buatan (AI) Dipastikan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Strategi Ganda Indonesia Menuju G20 2045

Shofia Indana Zulfa • Senin, 29 September 2025 | 19:53 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin ekonomi baru Indonesia untuk dorong pertumbuhan dan daya saing global. (Ytb: @PerekonomianRI)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai mesin ekonomi baru Indonesia untuk dorong pertumbuhan dan daya saing global. (Ytb: @PerekonomianRI)

RADAR TULUNGAGUNG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah kini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Teknologi ini diposisikan sebagai instrumen utama dan senjata baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Menurut Menteri Airlangga, AI diprediksi akan menjadi mesin ekonomi baru Indonesia. Penggunaan AI ini, lanjutnya, akan diselaraskan dengan kebijakan ekonomi yang telah dan sedang dijalankan oleh pemerintah.

Menteri Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang menerapkan strategi ganda dalam menggerakkan perekonomian nasional.

Mesin ekonomi konvensional atau konservatif yang selama ini berbasis komoditas akan tetap dipertahankan dan terus berjalan.

Namun, pemerintah juga telah menyiapkan mesin kedua yang berbasis new engine of economic growth. Mesin pertumbuhan baru ini mencakup Kecerdasan Buatan (AI) dan juga industri semikonduktor. Strategi ganda ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing bangsa di kancah global.

Lebih lanjut, Menteri Airlangga menekankan pentingnya AI bukan hanya sebagai teknologi pelengkap, melainkan sebagai sebuah keniscayaan yang berperan sebagai game changer.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemanfaatan AI untuk Pacu Ekonomi Kreatif, Benarkah Bisa Mendongkrak?

Beliau menyebutkan bahwa inilah yang akan membawa Indonesia menuju posisi empat besar negara G20 pada tahun 2045.

Oleh karena itu, AI adalah teknologi yang wajib dimanfaatkan untuk mencapai visi besar bangsa tersebut.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Rabu (24/9), Menko Airlangga mengungkapkan bahwa AI telah menjadi bagian dari kerangka kerja atau framework ekonomi digital pemerintah.

Framework ekonomi digital ini sendiri dibentuk melalui kerja sama dengan berbagai konsultan. Pemerintah sangat berambisi untuk terus mendorong perkembangan ini.

Terkait investasi, Menteri Airlangga membeberkan bahwa banyak perusahaan teknologi global telah menunjukkan minat dan mulai berinvestasi dalam pengembangan AI di Indonesia.

Sebagai contoh konkret, dia menyebutkan investasi besar dari META, yang berkomitmen sebesar USD 100 miliar untuk pengembangan kecerdasan buatan ini.

Untuk menjaring dan mendukung masuknya investasi skala besar tersebut, pemerintah secara proaktif mulai mengembangkan ekosistem pendukung AI. Salah satu fokus utama adalah pengembangan AI Data Center.

Pengembangan pusat data AI ini telah dimasukkan ke dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) di Nongsa, Batam.

Airlangga juga menjelaskan bahwa kunci dari pengembangan AI adalah ketersediaan data center yang berbasis pada semikonduktor yang siap untuk menopangnya.

Dia menambahkan, saat ini hampir seluruh perusahaan teknologi besar sudah memiliki data center.

Indonesia sendiri sedang mempersiapkan tahapan berikutnya untuk memastikan infrastruktur tersebut memadai.

Mengenai kekhawatiran publik tentang dampak AI terhadap ketenagakerjaan, Menko Airlangga memberikan penegasan yang menenangkan. Dia menuturkan bahwa kehadiran AI tidak akan berujung pada hilangnya lapangan pekerjaan.

Sebaliknya, AI justru menciptakan kebutuhan akan banyak lapangan pekerjaan baru. Dijelaskan, sektor AI ini membutuhkan hingga 10 ribu tenaga kerja.

"Jadi inilah yang mengatakan bahwa teknologi selalu membuka kesempatan kerja yang baru," ujar Airlangga, menekankan prinsip bahwa inovasi teknologi selalu menciptakan peluang kerja yang segar.

Pemerintah juga menyadari pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri.

Karena Indonesia memiliki banyak tenaga kerja dan lulusan perguruan tinggi, pemerintah dalam paket ekonomi saat ini mendorong pengembangan ekonomi digital, termasuk kecerdasan buatan, di 15 provinsi.

Dalam studi yang dilakukan, Indonesia telah memproyeksikan bahwa dengan kondisi business as usual, ekonomi digital di wilayah ASEAN dapat mencapai angka sebesar 1 triliun.

Baca Juga: Google Perkuat Kolaborasi dengan PayPal, Inovasi AI dan Solusi Pembayaran Digital Masa Depan

Potensi besar inilah yang ingin dimaksimalkan oleh pemerintah melalui pengembangan AI dan semikonduktor.

Senada dengan pandangan Menko Airlangga, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, turut menegaskan bahwa teknologi AI telah meresap ke dalam kehidupan masyarakat modern. Teknologi ini bahkan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Nezar Patria menyebutkan bahwa apa yang dahulu sering disebut sebagai science fiction kini telah berubah menjadi science fact atau fakta ilmiah.

Produk-produk yang berbasis artificial intelligence kini membanjiri pasar, yang pada gilirannya menciptakan realitas baru dalam interaksi antara manusia dengan mesin.

Wamen Nezar Patria mengakui bahwa meskipun AI menghadirkan peluang yang sangat besar, ia juga membawa tantangan baru bagi masyarakat.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi canggih ini harus diiringi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakannya secara bijak.

Pemerintah terus menggalakkan transformasi digital yang bertujuan untuk memperkuat daya saing bangsa.

Nezar Patria berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan kecerdasan buatan ini secara cerdas dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, AI dapat benar-benar berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan daya saing bangsa secara keseluruhan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#airlangga hartarto #kecerdasan buatan #pertumbuhan ekonomi