Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Perkembangan Game Genre First Person Shooter, Dari DOOM Klasik hingga Dominasi Valorant

Naufal Shafa Diya • Minggu, 16 November 2025 | 06:35 WIB

 

Ketahui perjalanan sejarah game FPS, dari era DOOM hingga hadirnya Valorant.
Ketahui perjalanan sejarah game FPS, dari era DOOM hingga hadirnya Valorant.

RADAR TULUNGAGUNG - Genre First-Person Shooter (FPS) bukan sekadar kategori game biasa seperti yang orang kebanyakan anggap.

FGame FPS adalah ikon revolusi industri game yang membentuk teknologi, grafis, gameplay, hingga esports modern.

Hari ini, FPS seperti Valorant, CS2, dan Call of Duty mendominasi dunia gaming, namun semuanya dimulai dari satu awal sederhana.

Baca Juga: Indosat Luncurkan AI-RAN Research Center di Surabaya, Dorong Inovasi Mobile AI dan Percepat Transformasi Digital Indonesia

1. Awal Mula: Wolfenstein 3D (1992)

Wolfenstein 3D sering disebut sebagai kakek dari game FPS modern. Karena memperkenalkan konsep: perspektif orang pertama, Labirin 3D, senjata klasik, dan aksi yang cepat.

Meski sederhana, Wolfenstein 3D menjadi pondasi bagi kemunculan game FPS generasi berikutnya.

2. DOOM (1993): Revolusi Dimulai

Jika Wolfenstein adalah permulaan, maka DOOM adalah ledakan besar FPS karena membawa inovasi besar:

Grafis DOOM lebih halus, Gameplay brutal yang cepat, Multiplayer deathmatch pertama di dunia, Level yang penuh rahasia.

DOOM menjadi fenomena global dan sering dianggap sebagai game FPS paling berpengaruh sepanjang masa.

Baca Juga: Sama-Sama Berasal dari Tanaman yang Sama, Tapi Kok Beda? Ini Fakta Mengejutkan soal Green Tea dan Matcha!

3. Quake (1996): Lahirnya FPS Online Modern

Quake memperkenalkan dunia pada: Grafis 3D penuh, Multiplayer online berbasis internet, Komunitas modding besar. Tanpa Quake, tidak akan ada esports FPS seperti sekarang.

4. Half-Life (1998): FPS dengan Cerita Mendalam

Half-Life mengubah arah FPS dengan fokus kuat pada narasi, atmosfer, dan AI musuh yang cerdas. Game ini membuka jalan bagi FPS berbasis cerita seperti Bioshock dan Metro.

5. Counter-Strike (1999): Lahir dari Mod, Menjadi Legenda

Berawal dari mod Half-Life, Counter-Strike membangun dunia esports FPS. Keberadaannya menciptakan sistem tim CT vs T, Meta senjata, Turnamen profesional. Hingga kini, warisannya terus hidup melalui CS:GO dan CS2.

6. Call of Duty & Battlefield: Era FPS Sinematik

Tahun 2000-an menjadi era kemewahan grafis dan aksi sinematik. Call of Duty memperkenalkan kampanye epik dan multiplayer masif.

Battlefield menyuguhkan perang skala besar dengan kendaraan dan tim taktis. Keduanya memperbesar pasar FPS secara global.

Baca Juga: Mengapa 12 November Diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional? Ini Penjelasan Lengkapnya!

7. Overwatch (2016): FPS Hero-Based

Overwatch membawa konsep baru FPS dengan karakter hero unik, role khusus, kemampuan spesial, Kerja sama tim yang kuat.

Formula ini kemudian menginspirasi banyak game setelahnya.

8. Valorant (2020): Perpaduan Tak Terkalahkan

Riot Games menciptakan FPS taktis yang menggabungkan: Presisi ala Counter-Strike, Skill ability ala Overwatch, Anti-cheat yang kuat. Valorant segera menjadi salah satu FPS paling populer di dunia.

Evolusi FPS membuktikan bahwa genre ini terus beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan pemain. Dari DOOM yang revolusioner hingga Valorant yang kompetitif, FPS tidak hanya bertahan — tetapi terus menjadi pusat inovasi dunia gaming.

Dan dengan perkembangan AI, grafis real-time, serta VR, masa depan genre FPS tampaknya akan semakin mengagumkan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#evolusi game #gaming #evolusi gaming