JAKARTA – Pasar tablet murah kembali diramaikan oleh Infinix XPad 20 Pro yang disebut-sebut sebagai salah satu tablet Rp2 jutaan paling lengkap di kelasnya. Dengan layar besar, dukungan 4G, hingga aksesoris tambahan seperti keyboard dan stylus, perangkat ini digadang-gadang bisa menjadi alternatif laptop entry-level.
Di tengah tren harga laptop yang semakin naik, kehadiran tablet Infinix XPad 20 Pro menjadi solusi menarik bagi pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang membutuhkan perangkat produktivitas ringan dengan budget terbatas. Lantas, seberapa layak tablet ini untuk penggunaan jangka panjang?
Layar 12 Inci 2K Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan utama Infinix XPad 20 Pro terletak pada layarnya yang luas. Tablet ini mengusung panel 12 inci dengan resolusi 2K serta refresh rate 90Hz. Kombinasi ini membuat tampilan terasa lebih halus dan nyaman, baik untuk browsing, streaming, maupun multitasking.
Tak hanya itu, layar juga sudah mengantongi sertifikasi low blue light dan flicker-free, sehingga lebih aman untuk penggunaan dalam waktu lama. Hal ini menjadi nilai tambah terutama bagi pengguna yang sering bekerja atau belajar berjam-jam di depan layar.
Performa Stabil untuk Multitasking dan Gaming Ringan
Di sektor performa, tablet ini ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate yang dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan hingga 256 GB. Konfigurasi ini cukup mumpuni untuk kebutuhan harian seperti membuka dokumen, video call, hingga menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Untuk gaming, performanya juga tergolong stabil di kelasnya. Game populer seperti PUBG Mobile mampu berjalan di kisaran 55–59 FPS dengan suhu perangkat tetap terjaga. Sementara Mobile Legends bahkan bisa mencapai rata-rata 80 FPS lebih pada pengaturan tertentu.
Hasil benchmark juga menunjukkan performa yang konsisten, dengan stabilitas CPU mencapai sekitar 96 persen dalam pengujian intensif.
Baca Juga: 7 HP Terbaik Lebaran 2026, Dari 1 Jutaan hingga Flagship Murah, Ada iPhone Turun Harga!
Sudah 4G LTE, Bisa Online Tanpa WiFi
Keunggulan lain yang jarang ditemukan di tablet harga terjangkau adalah dukungan jaringan 4G LTE. Pengguna dapat langsung memasukkan kartu SIM tanpa harus bergantung pada WiFi, sehingga lebih fleksibel untuk bekerja di luar ruangan.
Fitur ini sangat relevan untuk pekerja mobile maupun pelajar yang sering belajar di luar rumah atau kafe.
Baterai Besar, Tapi Charging Masih Standar
Tablet ini dibekali baterai 8.000 mAh yang mampu bertahan seharian untuk penggunaan normal. Aktivitas seperti streaming, browsing, hingga gaming ringan masih bisa dilalui tanpa harus sering mengisi daya.
Namun, pengisian dayanya masih menggunakan charger 18 watt, yang tergolong standar. Waktu pengisian penuh pun membutuhkan waktu lebih dari dua jam.
Aksesoris Lengkap: Keyboard dan Stylus
Nilai jual utama lainnya adalah dukungan aksesoris. Infinix XPad 20 Pro kompatibel dengan keyboard eksternal dan stylus (X-Pencil) yang mendukung palm rejection serta latensi rendah.
Keyboard yang dilengkapi touchpad membuat pengalaman penggunaan semakin mendekati laptop. Hal ini memungkinkan pengguna mengetik dokumen, membuat presentasi, hingga bekerja secara lebih produktif.
Meski demikian, aksesoris ini dijual terpisah atau dalam paket bundling tertentu.
Audio Imersif dan Desain Premium
Tablet ini juga dilengkapi quad speaker yang menghasilkan suara cukup lantang dan imersif. Cocok untuk menonton film maupun meeting online.
Dari sisi desain, bodinya terlihat premium dengan finishing metal dan ketebalan yang relatif tipis. Meski besar, perangkat tetap nyaman digunakan untuk mobilitas sehari-hari.
Kesimpulan: Tablet Multifungsi di Harga Terjangkau
Secara keseluruhan, Infinix XPad 20 Pro menawarkan paket yang cukup lengkap di kelas harga Rp2 jutaan. Mulai dari layar besar, performa stabil, baterai tahan lama, hingga dukungan 4G dan aksesoris produktivitas.
Meski bukan yang paling kencang untuk gaming berat atau editing profesional, tablet ini sangat layak untuk kebutuhan belajar, kerja ringan, hingga hiburan.
Dengan harga mulai sekitar Rp2,5 jutaan, perangkat ini bisa menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin menggantikan fungsi laptop tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : Divka Vance Yandriana