Radar Tulungagung- Tren HP layar lengkung AMOLED murah terbaik 2025 semakin diminati karena tidak lagi identik dengan smartphone flagship berharga mahal. Kini, berbagai merek menghadirkan ponsel dengan desain premium, layar melengkung, dan konektivitas 5G dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Bagi pengguna yang mengutamakan tampilan elegan, pengalaman multimedia, hingga performa gaming, HP layar lengkung AMOLED murah terbaik 2025 menjadi pilihan menarik. Selain menawarkan desain modern, perangkat-perangkat ini juga dibekali spesifikasi mumpuni mulai dari chipset kencang, kamera berkualitas, hingga baterai berkapasitas besar.
Berikut daftar HP layar lengkung AMOLED murah terbaik 2025 yang layak dipertimbangkan berdasarkan kombinasi fitur, performa, dan harga.
Motorola Edge 60 Pro 5G Jadi Andalan Kelas Premium
Motorola Edge 60 Pro 5G hadir sebagai salah satu pilihan paling menarik di kelas menengah premium. Smartphone ini mengusung layar pOLED lengkung 6,7 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits.
Baca Juga: Mengembalikan Ruh Kurban: Antara Kesalehan Ritual dan Etika Publik
Keunggulan lainnya terletak pada sektor fotografi. Motorola membekali perangkat ini dengan kamera utama 50 MP OIS, ultrawide 50 MP, telefoto 10 MP dengan zoom optik 3x, serta kamera depan 50 MP. Performanya didukung chipset MediaTek Dimensity 8350 Extreme dengan skor AnTuTu mencapai 1,4 juta poin.
Tecno Camon 50 Pro 5G Fokus Fotografi
Tecno Camon 50 Pro 5G menawarkan kombinasi kamera yang sangat menarik di kelas menengah. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony 50 MP OIS, dipadukan telefoto 50 MP optical zoom 3x dan ultrawide 8 MP.
Layarnya menggunakan panel AMOLED lengkung 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate tinggi. Ditambah sertifikasi IP68, IP69, dan standar militer, ponsel ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan fotografi sekaligus ketahanan.
Redmi Note 14 Pro 5G dan Vivo iQOO Z10 5G
Redmi Note 14 Pro 5G menjadi salah satu pilihan paling seimbang. Layar AMOLED lengkung 1,5K, chipset Dimensity 7300 Ultra, kamera utama 50 MP OIS, serta sertifikasi IP68 dan IP69 menjadi nilai jual utamanya.
Sementara itu, Vivo iQOO Z10 5G tampil menonjol berkat baterai jumbo 7.300 mAh yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia saat ini. Ditenagai Snapdragon 7s Gen 3, ponsel ini mampu mencetak skor AnTuTu lebih dari 800 ribu poin.
Redmi Note 15 5G dan Poco X7 5G Tawarkan Value Tinggi
Redmi Note 15 5G mengandalkan layar AMOLED dengan kecerahan hingga 3.200 nits dan kamera utama 108 MP OIS. Dukungan RAM hingga 12 GB dan penyimpanan 512 GB membuatnya ideal untuk multitasking.
Sedangkan Poco X7 5G menawarkan layar AMOLED lengkung 1,5K yang sudah dilindungi Gorilla Glass Victus 2. Performa chipset Dimensity 7300 Ultra juga cukup memadai untuk gaming maupun aktivitas harian.
Infinix dan Tecno Dominasi Kelas Rp3 Jutaan
Di rentang harga lebih terjangkau, Infinix Note 40 5G, Infinix Note 50s 5G Plus, serta Tecno Pova Curve 5G menjadi pilihan menarik.
Infinix Note 40 5G hadir dengan layar AMOLED 1,5K, baterai 6.500 mAh, dan chipset Dimensity 7020 yang mampu mencetak skor AnTuTu sekitar 760 ribu poin.
Sementara Infinix Note 50s 5G Plus menawarkan refresh rate 144 Hz dan speaker JBL yang meningkatkan pengalaman multimedia. Tecno Pova Curve 5G juga membawa layar AMOLED lengkung 144 Hz dengan penyimpanan UFS 3.1 yang lebih cepat dibanding banyak rival di kelasnya.
Motorola Edge 60 Fusion 5G Lengkapi Daftar
Motorola Edge 60 Fusion 5G menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan desain premium dengan harga lebih terjangkau dibanding varian Pro.
Ponsel ini mengusung layar pOLED 1,5K, kamera utama 50 MP OIS, baterai 5.500 mAh dengan pengisian cepat 68 watt, serta sertifikasi IP68 dan IP69 yang meningkatkan daya tahan perangkat.
Dengan harga mulai Rp3 jutaan hingga Rp6 jutaan, pilihan smartphone layar lengkung AMOLED kini semakin beragam. Pengguna dapat menyesuaikan kebutuhan, mulai dari fotografi, gaming, produktivitas, hingga sekadar mencari perangkat bergaya premium dengan harga yang masih ramah di kantong.
Editor : Maylanni Diana Fitri