JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Motor listrik Yadea E8S Pro mendadak menjadi perbincangan di kalangan pecinta otomotif Indonesia. Bukan hanya karena harganya yang mengalami kenaikan di pasar motor bekas, tetapi juga karena potensinya untuk dimodifikasi menjadi kendaraan dengan performa yang jauh lebih tinggi dibandingkan versi standar.
Dalam sebuah video otomotif di YouTube, sejumlah anggota komunitas pengguna Yadea memperlihatkan berbagai modifikasi motor listrik Yadea E8S Pro. Mulai dari penggantian baterai, controller, dinamo, hingga sistem penggerak (side drive), seluruh ubahan dilakukan demi meningkatkan akselerasi, kecepatan, dan jarak tempuh.
Fenomena motor listrik Yadea E8S Pro yang "digoreng" di pasar bekas juga ikut disorot. Jika sebelumnya unit baru sempat dijual sekitar Rp15,9 juta saat masih mendapat subsidi pemerintah pada 2023, kini harga bekasnya justru melonjak. Bahkan, unit kosong tanpa baterai disebut sudah dipasarkan mulai kisaran Rp11 juta, sedangkan versi lengkap dengan baterai bisa mencapai sekitar Rp18,5 juta.
Mengapa Yadea E8S Pro Banyak Diburu?
Menurut para pengguna, ada beberapa alasan mengapa Yadea E8S Pro menjadi basis modifikasi favorit.
Salah satunya adalah dimensi bodi yang cukup besar sehingga menyediakan ruang luas untuk pemasangan baterai lithium berkapasitas lebih besar. Selain itu, bagasi motor juga tergolong lega sehingga masih tetap fungsional meski sektor kelistrikan telah mengalami modifikasi.
Desainnya yang menyerupai skuter bergaya "Minion" juga membuat motor ini mudah dikenali dan banyak menarik perhatian di media sosial.
Tak sedikit kreator otomotif maupun influencer yang mulai membangun Yadea E8S Pro dengan berbagai konsep modifikasi sehingga popularitasnya semakin meningkat.
Upgrade Baterai Jadi Kunci Performa
Modifikasi pertama yang paling umum dilakukan adalah mengganti baterai bawaan jenis SLA (Sealed Lead Acid) menjadi baterai lithium.
Baterai standar menggunakan enam unit aki dengan bobot yang cukup berat. Setelah diganti menggunakan baterai lithium, bobot motor menjadi jauh lebih ringan sehingga akselerasi meningkat sekaligus memperpanjang jarak tempuh.
Salah satu pengguna mengaku motor hasil modifikasinya mampu menempuh jarak hingga sekitar 150 kilometer dalam kondisi penggunaan normal dengan bobot pengendara sekitar 70 kilogram.
Namun, biaya upgrade baterai juga menjadi komponen paling mahal. Untuk baterai lithium standar, harganya berkisar Rp9 juta hingga Rp10 juta. Sementara baterai dengan spesifikasi lebih tinggi dapat menembus kisaran Rp27 juta hanya untuk paket baterai.
Baca Juga: Cara Dapat Beasiswa ke Belanda Meski Tanpa Prestasi, Alumni ITB Bongkar 4 Strategi Jitu
Controller dan Dinamo Ikut Menentukan
Selain baterai, controller menjadi komponen penting dalam meningkatkan performa motor listrik.
Controller berfungsi mengatur arus listrik yang mengalir ke dinamo sehingga sangat berpengaruh terhadap akselerasi dan kecepatan maksimum.
Pada beberapa unit modifikasi, controller standar diganti dengan versi berkapasitas lebih besar agar mampu mengimbangi baterai dan dinamo yang telah ditingkatkan.
Sementara itu, dinamo bawaan berdaya 2.000 watt juga banyak diganti menjadi 3.000 watt. Meski secara angka terlihat tidak terlalu jauh, pengguna mengklaim tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar karena menggunakan komponen aftermarket dengan spesifikasi berbeda.
Bahkan tersedia pula dinamo berkapasitas hingga 5.000 watt bagi pengguna yang menginginkan performa ekstrem.
Side Drive Jadi Modifikasi Favorit
Salah satu ubahan yang paling mencolok adalah penggantian sistem hub motor menjadi side drive.
Dengan sistem ini, dinamo tidak lagi berada di roda belakang, melainkan dipindahkan ke sisi motor menggunakan gearbox dan rantai.
Keuntungannya adalah proses perawatan ban menjadi lebih mudah serta memberikan sensasi berkendara yang lebih menyerupai sepeda motor konvensional karena muncul suara dari sistem transmisi.
Meski demikian, biaya modifikasi side drive cukup besar karena membutuhkan penggantian arm, pelek, dinamo, hingga berbagai komponen pendukung lainnya.
Performa Diuji Langsung
Dalam sesi uji coba, ketiga motor listrik yang telah dimodifikasi menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Versi dengan modifikasi ringan yang hanya mengganti baterai dan controller sudah mampu memberikan akselerasi yang terasa jauh lebih responsif dibandingkan kondisi standar.
Sementara itu, unit dengan modifikasi paling lengkap menghadirkan tarikan instan yang diklaim mampu bersaing dengan motor bensin berkapasitas 150 cc pada akselerasi awal.
Meski demikian, pengguna mengingatkan bahwa peningkatan performa harus diimbangi dengan peningkatan sektor pengereman dan kaki-kaki agar keselamatan berkendara tetap terjaga.
Fenomena modifikasi motor listrik ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga mulai berkembang ke arah hobi dan performa. Seiring semakin banyaknya komunitas pengguna, tren modifikasi motor listrik diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Tak Punya Prestasi Saat Kuliah, Alumni ITB Ini Tetap Raih Dua Beasiswa ke Belanda, Ini Rahasianya
Editor : Cholifatun Nisak