JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Dunia modifikasi mobil listrik kembali dibuat heboh dengan ubahan ekstrem pada Finfast VF3 modifikasi yang tampil jauh lebih ganteng berkat sentuhan teknologi 3D scanning dan desain ulang bagian wajah depan mobil. Proyek ini dilakukan oleh tim modifikator di Indonesia dengan pendekatan desain digital modern yang jarang digunakan pada mobil listrik kelas entry level.
Finfast VF3 modifikasi ini berawal dari keinginan untuk membuat tampilan mobil listrik mungil tersebut terlihat lebih menarik dan berbeda dari versi standarnya. Proses dimulai dengan pembongkaran bagian depan mobil, termasuk grill dan lampu utama, yang ternyata memiliki sistem pemasangan berbeda dari mobil konvensional. Bagian kap depan dapat dilepas dengan membuka dua baut ukuran 13 mm, kemudian ditarik ke arah depan secara sliding.
Desain Ulang Wajah Depan Finfast VF3
Dalam proses modifikasi Finfast VF3 modifikasi, bagian paling krusial adalah perubahan desain wajah depan. Grill bawaan mobil dipotong dan disesuaikan ulang agar dapat mengakomodasi desain lampu bulat berukuran 7 inci. Konsep ini dipilih untuk memberikan tampilan retro-modern yang lebih unik dibanding desain standar pabrikan.
Modifikator juga menggunakan teknologi 3D scanner untuk memetakan bentuk asli bodi mobil secara presisi. Teknologi ini memungkinkan pembuatan desain baru yang simetris antara sisi kanan dan kiri, sehingga hasil akhir terlihat lebih rapi dan proporsional. Data hasil scan kemudian digunakan untuk membuat desain housing lampu baru sebelum masuk ke tahap produksi.
Baca Juga: Waktu Terbaik Pindah Rumah Menurut Islam, Buya Yahya Tegaskan Tak Ada Hari Khusus, Ini Alasannya
Teknologi 3D Scanner dan Proses Digitalisasi
Penggunaan 3D scanner dalam Finfast VF3 modifikasi menjadi salah satu inovasi menarik dalam proyek ini. Scanner berbasis infrared tersebut mampu menangkap bentuk objek secara detail tanpa perlu metode manual seperti penempelan titik referensi.
Meski masih berada pada level consumer, teknologi ini dinilai cukup akurat untuk kebutuhan modifikasi otomotif. Setelah proses scanning selesai, data digital kemudian diolah untuk menentukan posisi lampu, bracket, hingga desain grill baru. Tahap ini menjadi kunci utama agar hasil modifikasi tidak melenceng dari proporsi asli kendaraan.
Proses 3D Printing dan Perakitan
Setelah desain selesai, tahap berikutnya adalah 3D printing yang memakan waktu sekitar 4–5 hari. Komponen dibuat dalam beberapa bagian, termasuk dudukan lampu dan bagian estetika luar. Hasil cetakan kemudian diuji fitting langsung pada bodi Finfast VF3 modifikasi.
Menariknya, material 3D print ini masih digunakan sebagai prototype awal sebelum nantinya bisa dilanjutkan ke proses molding menggunakan bahan fiber agar lebih kuat dan tahan lama. Keuntungan metode ini adalah presisi tinggi karena desain dapat langsung dimirror untuk sisi kiri dan kanan.
Hasil Akhir dan Biaya Modifikasi
Hasil akhir dari proyek Finfast VF3 modifikasi ini menunjukkan perubahan signifikan pada tampilan depan mobil. Lampu utama kini menggunakan model universal 7 inci, sementara lampu sein menggunakan komponen dari Suzuki Carry untuk menambah kesan unik.
Grill depan juga mengalami penyesuaian besar dengan pemotongan dan finishing ulang agar terlihat lebih rapi. Secara keseluruhan, tampilan mobil menjadi lebih modern sekaligus tetap mempertahankan karakter minimalis khas mobil listrik kecil.
Dari sisi biaya, modifikasi ini diperkirakan menghabiskan sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta. Biaya tersebut sudah termasuk 3D printing, lampu, serta proses instalasi dan wiring yang dilakukan tanpa penyolderan, melainkan menggunakan sistem soket plug and play.
Finfast VF3 Makin Stylish dan Futuristik
Dengan hasil akhir ini, Finfast VF3 modifikasi berhasil tampil lebih futuristik dan menarik perhatian di ajang pameran otomotif. Mobil ini bahkan dipamerkan di booth UPPF dan U Film pada event PEVS 2025 di Jakarta.
Konsep modifikasi berbasis teknologi digital seperti ini menunjukkan bahwa perubahan desain mobil listrik kini tidak lagi hanya soal estetika, tetapi juga pemanfaatan teknologi presisi seperti 3D scanning dan printing.
Editor : Cholifatun Nisak