JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Modifikasi Wuling Air EV semakin berkembang di Indonesia. Jika sebelumnya mobil listrik mungil identik dengan tampilan standar, kini banyak pemilik berani melakukan ubahan ekstrem mulai dari sektor kaki-kaki, interior, hingga penambahan fitur premium yang tidak tersedia dari pabrikan.
Fenomena tersebut terlihat dari sejumlah anggota komunitas Wuling Air EV di Jakarta yang memamerkan hasil modifikasi kendaraan mereka. Beragam konsep dihadirkan, mulai dari gaya harian (daily use), semi adventure, hingga modifikasi ekstrem dengan air suspension dan sunroof.
Meski tampil berbeda, seluruh modifikasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan karakter sesuai kebutuhan masing-masing pemilik. Bahkan beberapa di antaranya menambahkan fitur-fitur yang biasanya hanya ditemukan pada mobil premium.
Jok Lebih Nyaman, Setir Diturunkan
Salah satu unit yang mencuri perhatian adalah Wuling Air EV berwarna putih dengan konsep harian.
Bagian interior mengalami perubahan besar. Jok bawaan diganti menggunakan pelapis kulit bergaya Ferrari yang dipadukan dengan tambahan busa agar posisi duduk lebih nyaman.
Khusus jok pengemudi, posisi duduk juga diturunkan sekitar satu inci karena pemilik memiliki tinggi badan mencapai 183 sentimeter.
Tak hanya itu, posisi setir ikut dimodifikasi dengan menambahkan dudukan baut agar kemudi berada lebih rendah dan ergonomis.
Sunroof dan Audio Premium Jadi Daya Tarik
Modifikasi paling ekstrem terdapat pada bagian atap.
Pemilik memasang sunroof aftermarket yang mengharuskan atap kendaraan dipotong sebelum dilakukan pemasangan.
Sementara sistem audio diganti sepenuhnya menggunakan perangkat Venom yang terdiri dari speaker, tweeter, hingga Digital Signal Processor (DSP).
Tweeter dipasang pada pilar A dengan tambahan pencahayaan LED sehingga memberikan nuansa modern di dalam kabin.
Air Suspension dan Body Kit Tetap Nyaman Dipakai
Bagian kaki-kaki juga mendapat sentuhan serius melalui pemasangan air suspension.
Sistem tersebut memungkinkan tinggi mobil dinaikkan maupun diturunkan sesuai kebutuhan.
Pelek berukuran 15 inci dipadukan ban 165/50 sehingga tampilan kendaraan menjadi lebih proporsional.
Menariknya, body kit yang digunakan tetap mengusung konsep daily use sehingga masih aman digunakan melewati polisi tidur maupun jalan perkotaan.
Mobil juga dilengkapi kamera 360 derajat, Android Auto, Apple CarPlay, blind spot monitoring, sensor parkir hingga power back door yang membuat kenyamanan semakin meningkat.
Baca Juga: Wuling Air EV Modifikasi Raffi Ahmad untuk Giveaway IMX 2023, Tampil Klasik Modern Bikin Melirik
Ada Konsep Semi Adventure
Tak semua anggota komunitas memilih konsep ceper.
Salah satu pemilik justru mengusung tema semi adventure dengan memasang pelek Enkei ring 13 yang dipadukan ban berprofil lebih tebal.
Mobil juga dilengkapi roof rail, wind fairing, antena radio amatir dual band, hingga towing untuk membawa sepeda maupun bagasi tambahan.
Di dalam kabin, sistem audio kembali mengandalkan perangkat Venom lengkap dengan DSP untuk menghasilkan kualitas suara yang lebih baik.
Wuling Air EV Disulap Jadi Mobil Touring
Modifikasi menarik lainnya datang dari pemilik Wuling Air EV Long Range.
Mobil tersebut menggunakan lampu proyektor 7 inci, fog lamp, roof box berkapasitas sekitar 200 liter, over fender, bumper guard, serta towing hitch di bagian belakang.
Bagasi tambahan dipasang menggunakan dudukan khusus sehingga tetap memungkinkan pintu belakang dibuka tanpa hambatan.
Sektor interior juga mengalami perubahan cukup signifikan.
Jok depan diganti menggunakan milik Honda Brio, sementara jok belakang memakai kursi baris ketiga Honda Mobilio demi meningkatkan kenyamanan penumpang.
Setir diganti menggunakan milik Wuling Almaz yang dipadukan fitur cruise control, kamera 360 derajat, Android Auto, electric retract mirror, blind spot monitoring hingga pemindahan tuas transmisi dari rotary knob ke belakang kemudi layaknya mobil premium.
Ada yang Memilih Tetap Sederhana
Di sisi lain, tidak semua pemilik melakukan modifikasi besar.
Salah satu anggota komunitas memilih mempertahankan spesifikasi standar Wuling Air EV tipe 200 kilometer karena lebih mengutamakan efisiensi penggunaan harian.
Modifikasi yang dilakukan hanya sebatas mengganti pelek menjadi ring 14 dengan ban berukuran lebih besar agar tampilan sedikit lebih menarik tanpa mengurangi efisiensi.
Menurutnya, mobil tersebut digunakan setiap hari untuk mengantar anak sekolah dan menempuh perjalanan sekitar 80 hingga 100 kilometer per hari. Dalam dua tahun penggunaan, odometer kendaraan bahkan telah mencapai lebih dari 100 ribu kilometer.
Beragam konsep yang ditampilkan komunitas membuktikan bahwa modifikasi Wuling Air EV kini semakin kreatif. Meski demikian, para pemilik tetap mengingatkan bahwa setiap perubahan pada kendaraan listrik perlu mempertimbangkan aspek keselamatan serta ketentuan garansi dari pabrikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Baca Juga: Wuling Air EV Milik Fadil Jaidi Dimodifikasi, Pelek Ring 14 hingga Jok Xpander Bikin Makin Nyaman
Editor : Cholifatun Nisak