Nubia Neo 2 5G Rp2,9 Jutaan Bikin HP Gaming Makin Serius, Ada Air Trigger

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:10 WIB
Nubia Neo 2 5G Rp2,9 jutaan menawarkan air trigger, layar 120 Hz, 5G dan baterai 6.000 mAh, tetapi performa gaming belum maksimal.(pinterest)
Nubia Neo 2 5G Rp2,9 jutaan menawarkan air trigger, layar 120 Hz, 5G dan baterai 6.000 mAh, tetapi performa gaming belum maksimal.(pinterest)

JAKARTA - Nubia Neo 2 5G hadir sebagai HP gaming di kisaran Rp3 jutaan dengan sejumlah fitur yang jarang ditemukan pada ponsel di kelas harganya. Salah satu yang paling menonjol adalah air shoulder trigger, tombol tambahan di sisi bodi yang dapat dipetakan untuk membantu kontrol ketika bermain game.

Dalam pengujian yang dilakukan, Nubia Neo 2 5G dibanderol sekitar Rp2,9 juta setelah memperoleh potongan Rp200 ribu dari harga sekitar Rp3 juta. Perangkat tersebut hanya tersedia dalam satu konfigurasi, yakni RAM 8 GB dengan penyimpanan internal 256 GB.

Dari sisi spesifikasi, Nubia Neo 2 5G menggunakan chipset Unisoc T820. Prosesor ini sudah mendukung jaringan 5G sehingga menjadi salah satu pembeda dibanding sejumlah HP Rp2 jutaan yang masih mengandalkan Helio G99 dan belum mendukung konektivitas 5G.

Untuk penyimpanan, Nubia tidak menggunakan eMMC. Ponsel tersebut sudah memakai UFS 3.1 yang dipadukan dengan RAM LPDDR4X. Kombinasi ini membuat spesifikasinya cukup menarik untuk sebuah perangkat gaming di kelas harganya.

Hasil pengujian AnTuTu juga menunjukkan skor sekitar 560 ribu. Angka tersebut berada di atas skor yang umumnya diperoleh perangkat dengan Helio G99 dalam pengujian yang dibandingkan.

Air Trigger Jadi Pembeda

Daya tarik utama Nubia Neo 2 5G bukan hanya pada chipset. Fitur air shoulder trigger menjadi salah satu alasan perangkat ini terasa berbeda dari HP gaming murah lainnya.

Baca Juga: Pencairan JHT Setelah Resign atau PHK, Paklaring Disebut Tak Lagi Wajib

Tombol tersebut berada di sisi kanan dan bisa digunakan sebagai input tambahan saat bermain. Pada game seperti PUBG, misalnya, pengguna dapat memetakan tombol untuk menembak, melakukan scope, atau fungsi lainnya.

Tersedia beberapa metode input, seperti single tap, long press, hingga rapid fire. Pengaturan tersebut membuat pengguna bisa menyesuaikan fungsi tombol dengan gaya bermain masing-masing.

Fitur ini juga membuat jari telunjuk atau jari tengah dapat mengambil alih sebagian fungsi kontrol. Dengan begitu, jempol tidak harus menangani seluruh tombol permainan.

Selain air trigger, Nubia Neo 2 5G memiliki Game Space yang berfungsi sebagai pusat pengaturan ketika bermain. Pengguna dapat melihat status CPU dan GPU, mengatur brightness, melakukan screenshot dan perekaman layar, serta mengakses berbagai pengaturan lainnya.

Identitas gaming juga terlihat dari desainnya. Varian yang diuji menggunakan warna Sunrise Yellow dengan tampilan yang ramai, lengkap dengan ornamen bernuansa futuristis dan gaming.

Layar perangkat menggunakan panel 6,72 inci Full HD dengan refresh rate 120 Hz dan kamera depan punch hole. Kualitas layar dinilai cukup aman untuk kelas harganya, sementara speaker stereo mampu menghasilkan suara cukup kencang meski mulai terdengar cempreng ketika volume maksimal.

120 Hz Belum Berarti 120 FPS

Meski membawa layar 120 Hz, kemampuan tersebut belum sepenuhnya terasa ketika digunakan bermain Mobile Legends.

Baca Juga: Saldo JHT Tidak Tersedia di JMO? Begini Cara Memunculkannya Lagi

Dalam pengujian, game memang menyediakan pilihan grafis dan frame rate tinggi. Namun, frame rate aktual hanya berada di sekitar 73 hingga 80 FPS. Bahkan setelah kualitas grafis diturunkan ke pengaturan paling rendah, hasilnya tetap tidak mencapai 120 FPS.

Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan untuk Nubia Neo 2 5G. Pasalnya, chipset Unisoc T820 seharusnya memiliki performa lebih tinggi dibandingkan Helio G99 berdasarkan hasil benchmark yang diperoleh.

Pada PUBG, hasilnya lebih sesuai dengan ekspektasi. Nubia Neo 2 5G mampu menjalankan pengaturan Smooth Extreme dengan frame rate sekitar 60 FPS. Air trigger juga terasa responsif ketika digunakan untuk menembak maupun melakukan scope.

Namun, temperatur menjadi perhatian lain. Saat digunakan bermain game, suhu perangkat dapat mencapai sekitar 45 hingga 47 derajat Celsius. Artinya, performa yang ditawarkan masih perlu diimbangi pengelolaan suhu yang lebih baik.

Nubia Neo 2 5G membawa baterai 6.000 mAh dengan pengisian daya 33 watt. Ponsel ini juga memiliki charging separation yang memungkinkan daya dari charger digunakan langsung oleh sistem ketika bermain sehingga baterai tidak terus-menerus menerima pengisian.

Sektor kamera bukan menjadi keunggulan utama. Pada kondisi siang, hasil foto masih dinilai cukup baik dan detailnya lumayan tajam. Namun, dynamic range terbatas sehingga bagian gelap bisa terlihat terlalu gelap ketika objek memiliki perbedaan pencahayaan tinggi. Foto malam juga dinilai kurang konsisten dan cenderung kekuningan.

Dengan harga sekitar Rp3 jutaan, Nubia Neo 2 5G menawarkan paket gaming yang cukup lengkap. Air trigger, Game Space, charging separation, UFS 3.1, layar 120 Hz, baterai 6.000 mAh, dan jaringan 5G menjadi nilai jualnya.

Kekurangannya ada pada optimalisasi performa, terutama frame rate Mobile Legends yang masih mentok sekitar 80 FPS serta suhu yang dapat mencapai 47 derajat Celsius.

Editor : Maylanni Diana Fitri
HP 5G murah HP Rp3 jutaan Nubia Neo 2 5G Unisoc T820 HP gaming murah