RADARTULUNGAGAUNG,JAWAPOS.COM - iPhone 18 Pro menjadi sorotan setelah diperkenalkan dalam peluncuran global di Bangkok, Thailand. Ponsel terbaru Apple ini membawa sejumlah peningkatan, mulai dari desain Dynamic Island yang diklaim menyusut hingga 25–30 persen, kamera dengan teknologi variable aperture, chipset A20 Pro berfabrikasi 2 nanometer, hingga peningkatan sistem pendingin dan daya tahan baterai. Berdasarkan pengalaman unboxing hari pertama, perubahan paling menarik terletak pada kemampuan kamera yang semakin mendekati kontrol kamera profesional.
iPhone 18 Pro Burgundy Tampil Lebih Elegan
Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah pilihan warna iPhone 18 Pro. Dalam sesi unboxing, perangkat yang digunakan merupakan varian Burgundy dengan kapasitas penyimpanan 512 GB. Warna merah gelap tersebut terlihat lebih kalem dibandingkan merah mencolok, sehingga memberikan kesan elegan.
Selain Burgundy, Apple menghadirkan tiga pilihan warna lainnya, yakni Glacier Blue, Silver, dan Deep Black. Glacier Blue mengingatkan pada warna biru muda yang pernah digunakan pada seri iPhone sebelumnya, sedangkan Silver menawarkan tampilan klasik.
Dari segi desain, bagian belakang iPhone 18 Pro masih mempertahankan karakteristik pendahulunya. Modul kamera tetap menggunakan konfigurasi tiga kamera. Namun, penyelesaian warna pada bagian belakang terlihat lebih seragam, sehingga memberikan tampilan yang lebih menyatu.
Isi kotaknya juga masih relatif sederhana. Pengguna mendapatkan kabel USB-C ke USB-C berlapis anyaman serta alat pembuka slot SIM dan dokumen pendukung. Tidak ditemukan stiker dalam kemasan tersebut.
Baca Juga: Jangan Asal Pinjam! Kenali 4 Risiko Utama Pinjaman Online Sebelum Mengajukan Dana Darurat
Dynamic Island Diklaim Menyusut hingga 30 Persen
Perubahan berikutnya terdapat pada Dynamic Island. Komponen interaktif di bagian atas layar ini diklaim berukuran sekitar 25–30 persen lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski dimensinya menyusut, fungsi Dynamic Island tetap dipertahankan. Fitur tersebut masih dapat menampilkan aktivitas langsung atau Live Activities, bahkan menjalankan hingga tiga aktivitas secara bersamaan.
Ukuran yang lebih kecil membuat area layar terlihat lebih lega ketika fitur tidak digunakan. Sementara itu, ketika terdapat notifikasi atau aktivitas yang sedang berjalan, Dynamic Island tetap berfungsi sebagai pusat informasi interaktif.
Perubahan desain juga terlihat pada Face ID yang disebut berpindah ke sudut kanan atas. Penempatan tersebut membuat komponen pengenalan wajah tampak lebih tersamarkan ketika layar menyala.
Kamera iPhone 18 Pro Dibekali Variable Aperture
Sektor kamera menjadi salah satu peningkatan utama. iPhone 18 Pro mempertahankan tiga kamera belakang dengan resolusi masing-masing 48 megapiksel. Kamera depan tetap menggunakan sensor 18 megapiksel yang mendukung Center Stage dan Dual Capture.
Namun, pembaruan penting hadir pada kamera utama melalui teknologi variable aperture. Fitur ini memungkinkan ukuran bukaan lensa berubah secara fisik menggunakan mekanisme enam bilah aperture yang dipotong dengan laser.
Teknologi tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur cahaya yang masuk ke sensor. Berbeda dari simulasi perangkat lunak semata, mekanisme aperture dapat terlihat membesar dan mengecil ketika pengaturan diubah.
Apple juga menghadirkan Pro Control pada aplikasi kamera bawaan. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengatur aperture, ISO, dan shutter speed, serta memanfaatkan histogram untuk membantu mengevaluasi pencahayaan.
Bagi pengguna yang tidak ingin melakukan pengaturan manual, kamera tetap dapat menyesuaikan aperture secara otomatis berdasarkan kondisi pengambilan gambar.
Pada perekaman video, variable aperture juga dapat digunakan bersama pengaturan shutter speed dan white balance. Mode Cinematic kini mendukung perekaman 4K pada 60 fps, sedangkan fitur timelapse mendukung perekaman 4K dengan stabilisasi dan Dolby Vision HDR.
Baca Juga: Tinjauan Syariat Fintek: Memahami Hukum Pinjaman Online dan Akad Riba Sebelum Mengambil Kredit
Chipset A20 Pro dan Sistem Pendingin Baru
Peningkatan lainnya datang dari dapur pacu. iPhone 18 Pro menggunakan chipset A20 Pro dengan fabrikasi 2 nanometer. Konfigurasinya terdiri atas CPU enam inti, GPU tujuh inti, dan Neural Engine 16 inti.
Apple juga memperkenalkan desain vapor chamber yang diklaim berukuran tiga kali lebih besar dibandingkan pada iPhone 17 Pro. Sistem pendingin tersebut ditujukan untuk menjaga temperatur perangkat saat menjalankan gim, mengedit konten, maupun merekam video beresolusi tinggi dalam waktu lama.
Meski demikian, klaim mengenai suhu perangkat masih perlu dibuktikan melalui pengujian langsung dalam berbagai skenario penggunaan.
Baterai iPhone 18 Pro Max Diklaim Lebih Awet
Dari sisi baterai, efisiensi chipset, modem C2, dan sistem pendingin baru diharapkan membantu meningkatkan daya tahan perangkat. Apple mengklaim iPhone 18 Pro Max mampu memutar video hingga 45 jam, atau enam jam lebih lama dibandingkan iPhone 17 Pro Max.
Sementara itu, performa baterai iPhone 18 Pro diperkirakan mendekati iPhone 17 Pro Max. Namun, daya tahan sebenarnya masih perlu diuji dalam penggunaan sehari-hari.
Kecepatan pengisian daya juga diklaim meningkat. iPhone 18 Pro disebut dapat mengisi baterai dari nol hingga 50 persen dalam waktu sekitar 15 menit menggunakan adaptor daya minimal 45 watt.
Adapun untuk pasar Indonesia, jadwal pemesanan dan ketersediaan resmi perlu dipastikan melalui pengumuman Apple. Dengan pembaruan kamera, chipset, layar, dan baterai, iPhone 18 Pro menawarkan sejumlah perubahan yang menarik untuk dinantikan dalam pengujian lebih lanjut.
Baca Juga: Tinjauan Syariat Fintek: Memahami Hukum Pinjaman Online dan Akad Riba Sebelum Mengambil Kredit
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest