JAKARTA - Harga iPhone 17 mengalami perubahan yang cukup mengejutkan pada 2026. Alih-alih mengalami penurunan setelah Apple memperkenalkan iPhone 18 Pro, sejumlah model iPhone generasi sebelumnya justru mengalami kenaikan harga.
Kondisi tersebut membuat konsumen yang berencana membeli iPhone perlu memperhatikan daftar harga terbaru. Sebab, kenaikan tidak hanya terjadi pada iPhone 17, tetapi juga iPhone 17E, iPhone Air, iPhone 16, hingga iPhone 15.
Berdasarkan informasi dari kanal Tahu Tekno, penyesuaian harga di Indonesia untuk seri iPhone 17 dan iPhone 17E mencapai Rp500.000. Sementara sejumlah model lainnya mengalami kenaikan sebesar Rp250.000 hingga Rp500.000.
Baca Juga: Pinjol Bunga Rendah 2026, Simak Batas Bunga dan Ketentuan Resmi OJK
Rincian Harga iPhone 17 Setelah Kenaikan
iPhone 17 menjadi salah satu perangkat yang mengalami penyesuaian harga. Model yang dirilis pada 2025 ini memiliki beberapa keunggulan, mulai dari layar ProMotion 120 Hz, Always-On Display, hingga tingkat kecerahan puncak mencapai 3.000 nits.
Untuk performanya, Apple membekali perangkat ini dengan chipset A19. Kapasitas penyimpanan paling rendah yang disebutkan dalam video adalah 256 GB.
Setelah mengalami kenaikan Rp500.000, berikut harga iPhone 17 di Indonesia:
-
iPhone 17 256 GB: Rp17.499.000.
-
iPhone 17 512 GB: Rp22.749.000.
Adapun iPhone 17E menjadi pilihan lain bagi konsumen yang mencari perangkat dengan harga lebih rendah. Berikut daftar harganya:
-
iPhone 17E 256 GB: Rp13.499.000.
-
iPhone 17E 512 GB: Rp17.999.000.
Dalam perbandingan harga global yang disampaikan Tahu Tekno, iPhone 17 mengalami kenaikan dari 799 dolar AS menjadi 899 dolar AS. Sementara iPhone 17E berubah dari 599 dolar AS menjadi 699 dolar AS.
Daftar Harga iPhone Air dan iPhone 16
Kenaikan harga juga terjadi pada iPhone Air. Perangkat dengan desain tipis berketebalan 5,6 mm ini menggunakan chipset A19 Pro.
Di pasar Indonesia, seluruh varian yang disebutkan mengalami kenaikan Rp500.000. Berikut harga setelah penyesuaian:
-
iPhone Air 256 GB: Rp16.999.000.
-
iPhone Air 512 GB: Rp21.749.000.
-
iPhone Air 1 TB: Rp25.499.000.
Sementara itu, iPhone 16 mengalami kenaikan sebesar Rp250.000. Perangkat ini dibekali chipset Apple A18 dan mendukung Apple Intelligence.
Selain itu, iPhone 16 memiliki Action Button dan Camera Control yang menjadi bagian dari fitur perangkat tersebut.
Berikut daftar harga iPhone 16 setelah kenaikan:
-
iPhone 16 128 GB: Rp15.249.000.
-
iPhone 16 256 GB: Rp17.249.000.
-
iPhone 16 512 GB: Rp20.499.000.
Baca Juga: Pinjol Legal 2026, Benarkah Ada Aplikasi yang Jarang Menolak Pengajuan?
iPhone 15 Juga Mengalami Kenaikan Rp250 Ribu
Bagi konsumen yang mencari iPhone generasi lebih lama, iPhone 15 juga tidak luput dari penyesuaian harga. Model ini membawa Dynamic Island, konektor USB-C, serta kamera utama 48 MP.
Kenaikan harga iPhone 15 di Indonesia disebut mencapai Rp250.000. Dengan demikian, harga setelah penyesuaian menjadi:
-
iPhone 15 128 GB: Rp12.749.000.
-
iPhone 15 256 GB: Rp14.999.000.
-
iPhone 15 512 GB: Rp18.249.000.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kehadiran generasi baru tidak selalu membuat harga model sebelumnya langsung turun. Konsumen yang sebelumnya menunggu momen peluncuran iPhone terbaru untuk mendapatkan harga lebih murah perlu memperhitungkan kondisi tersebut.
Kenaikan Biaya Produksi Jadi Salah Satu Penyebab
Tahu Tekno menjelaskan bahwa kenaikan harga sudah diumumkan beberapa bulan sebelum peluncuran iPhone 18 Pro. Salah satu faktor yang disebut menjadi pemicunya adalah meningkatnya biaya produksi, terutama komponen semikonduktor.
Biaya chip, memori, dan penyimpanan disebut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak lagi sepenuhnya mampu menyerap tambahan biaya produksi.
Dalam video tersebut, pernyataan mantan CEO Apple, Tim Cook, pada akhir Juni turut disinggung untuk menjelaskan persoalan kenaikan biaya komponen.
Dampaknya, sebagian kenaikan biaya diteruskan kepada konsumen melalui perubahan harga jual. Hal ini menjadi alasan yang disampaikan dalam video mengapa harga iPhone 17, iPhone 16, dan iPhone 15 justru mengalami kenaikan pada 2026.
Editor : M. Helmi Nurhisam