Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jonatan Christie Guncang Denmark Open 2025: Raih Gelar Juara Tunggal Putra, Fajar/Fikri Runner-up

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Senin, 20 Oktober 2025 | 18:14 WIB

Jonatan Dhristie, yang berhasil keluar sebagai juara laga final Denmark Open 2025.
Jonatan Dhristie, yang berhasil keluar sebagai juara laga final Denmark Open 2025.

RADAR TULUNGAGUNG – Dunia bulutangkis Indonesia kembali diselimuti kegembiraan sekaligus sedikit kekecewaan setelah rangkaian laga final Denmark Open 2025 yang berakhir pada Minggu, 19 Oktober waktu setempat, di Jyske Bank Arena, Odense.

Hasil gemilang diraih oleh pebulutangkis tunggal putra andalan, Jonatan Dhristie, yang berhasil keluar sebagai juara setelah menaklukkan rival lamanya, Shi Yu Qi dari Tiongkok.

Keberhasilan Jonatan Dhristie menjadi sorotan utama, terutama karena ia mencetak sejarah sebagai tunggal putra Indonesia pertama yang berjaya di turnamen bergengsi ini sejak Simon Santoso pada tahun 2009.

Kemenangan dramatis ini menjadi penutup manis bagi Indonesia, meskipun sebelumnya wakil ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus rela menjadi runner-up. Jonatan Dhristie, yang akrab disapa Jojo, menghadapi perlawanan sengit dari Shi Yu Qi.

Pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 12 menit ini dimenangkan Jojo melalui rubber game dengan skor 13-21, 21-15, dan 21-15.

Konsistensi dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Jonatan Dhristie di gim kedua dan ketiga menjadi kunci utama untuk membalikkan keadaan setelah kehilangan gim pertama.

Prestasi ini merupakan gelar kedua bagi Jonatan Christie sepanjang tahun 2025, menyusul keberhasilannya menjuarai Korea Open pada akhir bulan sebelumnya.

Kemenangan yang dicetak oleh Jonatan Dhristie ini sekaligus mengobati rasa kecewa para penggemar bulutangkis Indonesia menyusul kekalahan Fajar/Fikri.

Dengan kemenangan ini, rekor pertemuan antara Jonatan Christie dan Shi Yu Qi kembali berpihak pada wakil Indonesia, dengan skor 10-7 untuk keunggulan Jojo dari total 17 pertemuan mereka.

Baca Juga: Kalle Rovanpera Membidik Formula 1 Setelah Merasakan Juara Dunia Reli

Dalam laga final tunggal putra yang mempertemukan Jonatan Christie (peringkat enam dunia) melawan Shi Yu Qi (peringkat satu dunia), ketegangan sudah terasa sejak awal.

Meskipun Jonatan telah unggul sembilan kali dari 16 pertemuan sebelumnya melawan Shi Yu Qi, ia memulai gim pertama dengan performa kurang optimal.

Pada awal gim pertama, Jonatan Christie banyak melakukan kesalahan sendiri, seperti pengembalian yang melebar atau pukulan yang menyangkut di net.

Meskipun sempat berupaya mengejar dari ketertinggalan 4-8 hingga unggul tipis 10-9, Jonatan kembali melakukan kesalahan menjelang interval, membuatnya tertinggal 10-11.

Shi Yu Qi, yang tampil konsisten, kemudian menunjukkan kemampuan mengembangkan permainan dengan baik dan menutup gim pertama dengan skor telak 21-13.

Memasuki gim kedua, terlihat geliat kebangkitan Jonatan Christie. Ia mencoba bangkit dan bermain lebih sabar, serta meminimalisasi kesalahan.

Jonatan tampil agresif dan berhasil mendikte permainan Shi Yu Qi, langsung unggul 5-0, yang kemudian terjaga menjadi 11-6 saat interval.

Permainan net yang dikombinasikan dengan bola-bola belakang yang tajam membuat Jonatan terus memimpin.

Shi Yu Qi, yang kesulitan meredam tunggal putra nomor satu Indonesia ini, kerap membuat kesalahan sendiri. Hasilnya, Jonatan sukses memaksakan gim penentuan setelah unggul 21-15 di gim kedua.

Angin kebangkitan terus berhembus kencang di gim penentuan. Jonatan, jebolan PB Tangkas, langsung tancap gas dan memimpin 5-0, mirip seperti di gim kedua.

Meskipun Shi Yu Qi, yang pernah menjadi kampiun Denmark Open tiga tahun silam, berusaha keras keluar dari tekanan, Jonatan berhasil mempertahankan ritme. Jarak poin terjaga, dengan Jonatan memimpin 11-8 pada interval.

Pertarungan semakin memanas ketika Shi Yu Qi berhasil mendekat hingga 12-13, berkat permainan taktisnya.

Namun, Jonatan Christie dengan cepat menata kembali permainannya. Ia mengandalkan permainan bertahan apik yang memaksa lawannya membuat kesalahan sendiri.

Dalam situasi krusial ini, Jonatan menambah empat poin beruntun, mengubah kedudukan menjadi 17-12. Dari skor 13-12, Jonatan melesat 18-12, memanfaatkan kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Shi Yu Qi saat mencoba meladeni penempatan kok Jonatan.

Akhirnya, setelah unggul 18-14, Jonatan hanya memberikan satu poin lagi kepada lawannya, sebelum menciptakan championship point 20-15.

Kegagalan Shi Yu Qi dalam melakukan return service memastikan Jonatan Christie merebut gelar Denmark Open 2025.

Baca Juga: Mercedes Pertahankan Line-up Pembalap untuk F1 2026, Russell Kembali Ditemani Antonelli

Sementara itu, pada laga ganda putra, harapan Indonesia untuk membawa pulang dua gelar harus pupus. Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Fajar/Fikri) berjuang sengit melawan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Fajar/Fikri tampil urutan keempat dalam rangkaian final di Lapangan 1 Jyske Bank Arena. Mereka memberikan perlawanan yang sangat ketat dalam pertandingan berdurasi 1 jam 7 menit.

Namun, Fajar/Fikri harus mengakui keunggulan Hoki/Kobayashi setelah kalah dalam rubber game dengan skor 18-21, 21-15, dan 19-21.

Meskipun Fajar/Fikri sempat merebut gim kedua untuk memaksakan gim penentuan, mereka dinilai tampil kurang konsisten pada poin-poin akhir gim ketiga, yang akhirnya membuat mereka harus puas menjadi runner-up.

Secara keseluruhan, rangkaian laga final Denmark Open 2025 juga diramaikan dengan pertemuan antar peserta senegara di nomor ganda putri dan ganda campuran. ****

Berikut adalah hasil lengkap Final Denmark Open 2025:

Editor : Dharaka R. Perdana
#Denmark Open 2025 #jonatan christie #shi yu qi #juara