RADAR TULUNGAGUNG — Perseta 1970 terus menggencarkan latihan intensif menjelang babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur 2025/2026.
Pada fase krusial ini, Laskar Badai Selatan dipastikan akan menghadapi Perseba Bangkalan dengan laga yang digelar di Madura.
Meski pertandingan berlangsung di luar daerah, manajemen Perseta 1970 memilih tetap memusatkan latihan di Tulungagung.
Langkah tersebut diambil sebagai strategi efisiensi anggaran, tanpa mengurangi intensitas maupun kualitas persiapan tim.
“Latihan tetap kita lakukan di Tulungagung agar lebih efektif dan menekan biaya operasional. Anak-anak juga sudah terbiasa dengan lapangan dan atmosfer latihan di sini,” ujar Rudi Iswahyudi, pengurus Askab PSSI Tulungagung, Jumat(2/1).
Selain fokus pematangan taktik dan fisik, manajemen bersama tim pelatih juga tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi pemain.
Dari hasil evaluasi awal, diperkirakan akan ada dua hingga tiga pemain yang harus dicoret dari skuad untuk babak selanjutnya.
“Secara kualitas sebenarnya pemain-pemain ini bagus dan terhitung eman (sayang). Tapi evaluasi tetap harus dilakukan demi kepentingan tim secara keseluruhan,” jelas Rudi.
Di sisi lain, tim pelatih Perseta 1970 juga terus berburu talenta baru. Pencarian pemain difokuskan pada tingkat Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di desa-desa se-Kabupaten Tulungagung. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang sepak bola daerah.
Menariknya, pemain yang nantinya dicoret bukan berarti tertutup peluangnya untuk kembali memperkuat tim.
Jika Perseta 1970 mampu melangkah hingga babak 16 besar, tidak menutup kemungkinan mereka akan dipanggil kembali apabila dibutuhkan.
“Perseta ini memang kami siapkan bukan hanya untuk Liga 4, tetapi juga sebagai fondasi menuju Porprov 2027. Jadi proses seleksi dan pembinaan pemain tetap berkelanjutan,” tandas Rudi.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Perseta 1970 diharapkan mampu tampil maksimal. Apalagi mereka ingin mengulang prestasi pada musim sebelumnya yang bisa menembus 8 besar Liga 3 Jawa Timur. ****
Editor : Dharaka R. Perdana