Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rekam Jejak Ruben Amorim di Manchester United: Datang dengan Harapan, Pergi dengan Kekecewaan

Dharaka R. Perdana • Senin, 5 Januari 2026 | 21:01 WIB

Ilustrasi Ruben Amorim meninggalkan Manchester United (INSTAGRAM KICKASTROPHE)
Ilustrasi Ruben Amorim meninggalkan Manchester United (INSTAGRAM KICKASTROPHE)

RADAR TULUNGAGUNG – Kebersamaan Manchester United dengan pelatih asal Portugal, Ruben Amorim, resmi berakhir pada awal Januari 2026.

Amorim dipecat setelah dinilai gagal mengangkat performa Setan Merah serta terlibat konflik internal dengan manajemen klub.

Berikut rekam jejak lengkap Amorim selama menukangi MU.

Baca Juga: Ruben Amorim Resmi Didepak MU, Hanya Bertahan 14 Bulan

Ditunjuk Penuh Ekspektasi

Ruben Amorim resmi ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada November 2024.

Kedatangannya disambut optimisme tinggi, menyusul reputasi apiknya bersama Sporting CP di Liga Portugal.

Amorim diharapkan membawa perubahan signifikan sekaligus membangun ulang identitas permainan MU.

Namun harapan tersebut tak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Manchester United Gulung Tuan Rumah Liverpool, Maguire Pimpin Kemenangan Beruntun Setan Merah 2-1, Sinyal Kebangkitan The Red Devils?

Statistik Selama Menangani MU

Dalam kurun waktu sekitar 14 bulan, Amorim memimpin MU dalam kurang lebih 63 pertandingan di semua kompetisi.

Dari jumlah tersebut, MU hanya mampu meraih sekitar 24 kemenangan, sisanya berakhir dengan hasil imbang dan kekalahan.

Rasio kemenangan Amorim berada di kisaran 38–39 persen, angka yang dinilai jauh dari standar klub sebesar Manchester United.

Rata-rata poin yang dikumpulkan MU di bawah Amorim pun tak menggembirakan, hanya sekitar 1,4 poin per pertandingan.

Musim Terburuk di Liga Inggris

Catatan paling pahit terjadi pada musim 2024/2025. Manchester United finis di peringkat ke-15 Premier League, posisi terburuk klub di era Liga Inggris modern.

Selain itu, produktivitas gol menurun dan jumlah kekalahan meningkat tajam, membuat MU kerap terpuruk di papan bawah klasemen.

Meski sempat melaju ke final Liga Europa, MU gagal meraih trofi usai kalah tipis di partai puncak.

Kegagalan tersebut membuat Setan Merah harus absen dari kompetisi Eropa pada musim berikutnya.

Baca Juga: Manchester United vs Bournemouth: Laga Gila 4-4 di Old Trafford, Drama Gol, Cedera, dan Comeback Tak Terduga

Konflik Internal dan Kritik Taktik

Tak hanya soal hasil, periode Amorim juga diwarnai konflik internal. Sang pelatih beberapa kali mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kebijakan transfer klub.

Amorim menegaskan dirinya ingin berperan sebagai “manager”, bukan sekadar pelatih kepala, pernyataan yang memicu ketegangan dengan jajaran manajemen.

Dari sisi teknis, Amorim juga menuai kritik karena dinilai terlalu kaku mempertahankan skema permainan andalannya.

Sementara performa tim Setan Merah di lapangan tak menunjukkan perkembangan berarti.

Baca Juga: Dipermalukan Tim Gurem Grimsby Town, Manchester United Tersingkir dari Carabao Cup Via Adu Penalti

Akhir Era Amorim

Puncaknya, manajemen Manchester United memutuskan memecat Ruben Amorim pada Januari 2026.

Klub menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim sambil mencari sosok pelatih permanen baru.

Alih-alih dikenang sebagai pembaharu, rekam jejak Ruben Amorim di Old Trafford justru tercatat sebagai salah satu periode paling sulit dalam sejarah modern Manchester United.

Musim terburuk di liga, rasio kemenangan rendah, serta konflik internal menjadi penutup pahit perjalanan singkatnya bersama Setan Merah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Ruben Amorim #manchester united #dipecat