JAKARTA - Bursa transfer Januari menjadi momen paling krusial bagi Arema FC. Manajemen dan tim pelatih sepakat bahwa tiga laga terakhir sebelum jeda bukan sekadar formalitas, melainkan “sidang terakhir” bagi pemain yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal.
Arema FC tidak lagi bicara soal potensi, melainkan bukti nyata: siapa pantas bertahan dan siapa harus tersingkir sebelum putaran kedua BRI Liga 1 2025/2026 bergulir.
Tekanan Terbuka untuk Semua Pemain
Pelatih kepala Arema FC menegaskan bahwa seluruh pemain—lokal maupun asing—akan dievaluasi berdasarkan performa di pertandingan, kebutuhan taktik, serta kontribusi nyata di lapangan.
Tidak ada lagi zona aman. Menit bermain harus dibayar dengan kualitas. Pemain yang gagal menjaga standar klub berpotensi dilepas lebih awal meski masih terikat kontrak.
Manajemen juga menggarisbawahi bahwa evaluasi tidak akan dilakukan secara sembrono. Arema FC tidak ingin “bongkar total” yang justru bisa menjadi bumerang. Targetnya adalah menambal kelemahan skuad, bukan merombak habis-habisan.
Kekalahan dari Bali United dan Amarah Aremania
Kekalahan tipis Arema FC dari Bali United di Stadion I Wayan Dipta semakin menguatkan tuntutan evaluasi. Gol sundulan Kadek Agung pada menit ke-49 membuat Singo Edan pulang tanpa poin.
Yang paling disorot adalah performa kiper asing Lukas Frigeri. Di media sosial resmi Arema FC, Aremania membanjiri kolom komentar dengan kritik tajam. Sebagian meminta rotasi kiper dan mendorong nama Adi Satryo untuk kembali dipercaya sebagai pilihan utama.
Kasus ini menunjukkan bahwa tekanan publik kini menjadi faktor yang tak bisa diabaikan oleh tim pelatih.
Arema Bidik Paket Ganda dari Persija
Gerak senyap Arema FC di bursa transfer mulai terbaca. Klub dikabarkan intens berkomunikasi dengan Persija Jakarta untuk dua pemain sekaligus:
Rio Matsumura (semakin dekat ke Arema)
Rio Matsumura—winger asal Jepang—dikabarkan sepakat pindah ke Arema dengan skema pinjaman hingga akhir musim.
Jika terwujud, Matsumura diproyeksikan menambah kecepatan dan kreativitas di sektor sayap Singo Edan.
Gustavo Franca jadi Target Utama
Selain Matsumura, Arema juga mengincar Gustavo Franca, gelandang serang Brasil milik Persija. Di Jakarta ia minim menit bermain, sehingga peluang negosiasi terbuka lebar.
Franca dipandang cocok untuk memperkuat lini tengah Arema yang membutuhkan sosok kreator serangan.
Banyak sumber menyebut skenario ideal Arema adalah:
-
Franca sebagai prioritas utama,
-
Matsumura sebagai pelengkap paket transfer.
Satu Slot Asing Sudah Kosong
Perburuan pemain asing Arema semakin logis setelah winger Brasil Paulinho resmi hengkang pada Desember 2025. Kepergiannya membuka satu slot asing yang kini menjadi rebutan antara nama-nama baru incaran Singo Edan.
Putaran Kedua Jadi Ujian Nyata
Dengan evaluasi ketat, tekanan publik, dan manuver transfer agresif, putaran kedua Liga 1 akan menjadi panggung pembuktian Arema FC.
Jika dua pemain Persija benar-benar datang, komposisi skuad Singo Edan bisa berubah signifikan—baik dari sisi kualitas maupun daya saing.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya