Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gagal Total di India Open 2026 Super 750, Ganda Malaysia Tanpa Wakil di Final, Netizen Negeri Jiran Murka

Natasha Eka Safrina • Minggu, 18 Januari 2026 | 19:18 WIB

Gagal total di India Open 2026 Super 750, semua wakil Malaysia tersingkir. Netizen Negeri Jiran meluapkan kekecewaan besar.
Gagal total di India Open 2026 Super 750, semua wakil Malaysia tersingkir. Netizen Negeri Jiran meluapkan kekecewaan besar.

JAKARTA – Harapan Malaysia untuk berbicara banyak di India Open 2026 Super 750 benar-benar pupus. Turun dengan kekuatan penuh, termasuk menurunkan sembilan pasangan ganda putra, tak satu pun wakil Negeri Jiran berhasil menembus partai final. Kegagalan ini memicu gelombang kekecewaan besar dari para pecinta bulu tangkis Malaysia yang meluapkan amarahnya di media sosial.

Wakil terakhir Malaysia di sektor ganda putra India Open 2026 Super 750, pasangan ranking dua dunia Aaron Chia/Soh Wooi Yik, harus terhenti di babak semifinal. Mereka kalah dramatis dari pasangan Jepang Hiroki Midorikawa/Kyohei Yamashita lewat pertarungan rubber game dengan skor 10-21, 21-13, dan 11-21. Kekalahan ini sekaligus memastikan Malaysia nirwakil di final sektor ganda putra.

Ironisnya, kekalahan tersebut datang saat publik Malaysia berharap besar Aaron/Soh bisa melangkah hingga partai puncak. Apalagi, sejumlah unggulan kuat seperti pasangan Korea Selatan telah tersingkir lebih dulu. Namun peluang emas itu justru gagal dimanfaatkan, dan pasangan Jepang yang relatif lebih muda tampil lebih solid dan konsisten.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Minggu 18 Januari 2026 Turun Tipis, Antam, UBS, hingga Galeri 24 Kompak Koreksi

Tak hanya di sektor ganda putra, kekecewaan juga datang dari sektor ganda putri. Wakil Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan juga harus mengubur mimpi ke final setelah disingkirkan pasangan Jepang di babak semifinal. Dengan demikian, baik sektor ganda putra maupun ganda putri Malaysia sama-sama berhenti di empat besar.

Banjir Kritik dari Badminton Lovers Malaysia

Kegagalan total di India Open 2026 Super 750 langsung memicu reaksi keras dari para badminton lovers Malaysia. Kolom komentar dipenuhi kritik tajam, mulai dari performa pemain, strategi pelatih, hingga manajemen federasi.

Sebagian penggemar menilai para pemain terlihat kehabisan tenaga akibat jadwal padat turnamen beruntun, termasuk pasca SEA Games. Tak sedikit pula yang menyarankan agar para pemain Malaysia lebih baik undur diri dari Indonesia Masters 2026 demi pemulihan fisik.

Baca Juga: Jadwal Final India Open 2026 Hari Ini: Jonatan Christie Tantang Lin Chun-Yi, Duel Panas An Se-young vs Wang Zhiyi di Partai Puncak

“Permainan paling buruk yang pernah saya tonton,” tulis salah satu netizen. Kritik juga diarahkan pada banyaknya unforced error, terutama di sektor depan dan permainan net. Aaron Chia disebut tampil jauh dari agresivitas biasanya, sementara Soh Wooi Yik dinilai terlalu sering memberikan poin gratis kepada lawan.

Sorotan Tajam ke Tim Pelatih

Nama tim pelatih Malaysia turut menjadi sasaran kritik. Pergantian pelatih yang dianggap belum membawa dampak signifikan membuat publik semakin geram. Ada yang menilai performa ganda Malaysia justru semakin menurun, meski telah ditangani beberapa pelatih dengan reputasi besar.

Sebaliknya, banyak komentar justru memuji peningkatan performa pasangan Jepang Midorikawa/Yamashita. Mereka disebut semakin matang di bawah arahan pelatih dan mampu memanfaatkan kelemahan lawan dengan sangat efektif, terutama di gim ketiga.

Baca Juga: Hasil Lengkap India Open 2026 Super 750: Hadiah Wakil Indonesia, Drama Kekalahan Putri Kusuma Wardani, hingga Jadwal Final Hari Ini

“Pasangan Jepang bermain cepat seperti petir, sementara pemain kita terlihat lambat dan tidak fokus,” tulis netizen lainnya. Kekalahan dari pasangan yang dianggap “baru naik” ini pun dilabeli sebagai hasil yang memalukan bagi pasangan peringkat dua dunia.

Masalah Konsistensi Jadi Sorotan

Isu inkonsistensi kembali mencuat dalam evaluasi publik Malaysia. Banyak penggemar menilai pemain-pemain Negeri Jiran kerap tampil luar biasa di satu turnamen, namun anjlok drastis di turnamen berikutnya. India Open 2026 menjadi contoh nyata bagaimana ekspektasi tinggi berakhir dengan kekecewaan.

Beberapa komentar bahkan menyebut para pemain terlihat “tidak punya semangat juang” dan seolah sudah puas hanya mencapai semifinal. Kritikan pedas pun diarahkan pada sikap pemain yang dinilai kurang menunjukkan determinasi saat tertinggal poin.

Baca Juga: Hasil Semifinal India Open 2026 Hari Ini: Wang Zhiyi Tumbangkan Chen Yufei, Jonatan Christie Ditantang Loh Kean Yew di Laga Penentuan

Tekanan Jelang Turnamen Berikutnya

Dengan hasil buruk di India Open 2026 Super 750, tekanan besar kini menghantui tim bulu tangkis Malaysia jelang turnamen berikutnya, termasuk Indonesia Masters 2026 Super 500. Publik menuntut evaluasi menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, maupun strategi permainan.

Kegagalan membawa satu pun wakil ke final menjadi sinyal bahaya bagi Malaysia di tengah ketatnya persaingan bulu tangkis dunia. Jika tak segera dibenahi, bukan tidak mungkin dominasi negara-negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan akan semakin menjauhkan Malaysia dari perburuan gelar prestisius BWF World Tour.

Editor : Natasha Eka Safrina
#ganda putra malaysia #India Open 2026 #Aaron Chia Soh Wooi Yik