Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Wajar Saham Bumi Terungkap! Analisis Investor: Apakah Bisa Turun ke Rp70–80 Lagi?

Anggi Septiani • Minggu, 15 Februari 2026 | 12:55 WIB
Harga Wajar Saham Bumi Terungkap! Analisis Investor: Apakah Bisa Turun ke Rp70–80 Lagi?
Harga Wajar Saham Bumi Terungkap! Analisis Investor: Apakah Bisa Turun ke Rp70–80 Lagi?

TULUNGAGUNG - Saham Bumi kembali menjadi sorotan investor setelah mengalami penurunan signifikan dari puncak sebelumnya. Banyak investor yang penasaran soal harga wajar saham Bumi, terutama setelah harga kini berada di kisaran Rp200-an. Perhitungan terkini menunjukkan bahwa harga wajar saham ini masih jauh di bawah harga pasar saat ini, yakni berada di kisaran Rp70–80 per lembar.

Menurut pengamat pasar, penurunan harga saham Bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kegagalan masuknya saham ini ke indeks MSCI. “Sebelum adanya isu MSCI, saham Bumi sempat diprediksi menembus Rp500 karena adanya potensi masuk MSCI yang meningkatkan permintaan,” jelasnya. Namun, akibat kendala free float dan regulasi pasar, rencana tersebut harus tertunda, sehingga harga saham mengalami koreksi tajam.

Di sisi lain, investor yang memegang saham Bumi sejak awal, terutama sebelum 2023, memiliki dasar harga yang berbeda. Banyak investor memperoleh saham melalui mekanisme private placement di kisaran Rp70–80. Hal ini membuat harga wajar secara fundamental berada pada level tersebut, meski harga pasar kini hampir tiga kali lipat.

Menghitung Harga Wajar Saham Bumi
Berdasarkan analisis rasio PBV (Price to Book Value), Bumi memiliki PBV saat ini di angka 1,7, sedangkan harga wajar dengan PBV 0,5 menempatkan saham di level Rp70–80. Historis mencatat bahwa Bumi sering melakukan private placement di harga Rp80, dan beberapa kali emisi ini mencapai Rp500 miliar hingga Rp2 triliun. Investor lama yang mengikuti mekanisme ini tentu memperoleh harga rata-rata lebih rendah, sehingga fluktuasi harga pasar saat ini terasa cukup menyakitkan bagi mereka yang membeli di harga tinggi.

Penghitungan harga wajar ini juga mempertimbangkan nilai buku Bumi yang sebesar Rp126 per lembar saham dan rasio ROE 1,39. Data tersebut menjadi acuan bagi investor untuk menentukan strategi hold atau wait-and-see sebelum membeli kembali. Dengan pendekatan ini, investor dapat menilai apakah saham Bumi layak dijadikan investasi jangka panjang atau hanya sekadar dipantau untuk potensi swing trade.

Fundamental dan Prospek Saham Bumi
Secara fundamental, Bumi masih dianggap kuat karena memiliki tambang yang siap berproduksi, serta strategi diversifikasi ke sektor emas. Hutang perusahaan telah dilunasi, dan manajemen terus memperkuat fundamental agar saham tetap menarik. Meskipun harga pasar saat ini tampak overvalued, potensi dividen dan akuisisi strategis menambah daya tarik saham Bumi bagi investor yang sabar.

Namun, pengamat pasar menekankan bahwa investor harus realistis. “Beli sekarang bukan berarti keuntungan instan. Siap menghadapi risiko penurunan harga penting, terutama bagi mereka yang sudah nyangkut di level harga tinggi,” jelasnya. Strategi yang tepat, termasuk pemantauan berita MSCI dan Bursa Effect, menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang aman dan mengurangi risiko.

Strategi Investor Menyikapi Fluktuasi
Bagi investor baru yang belum memiliki saham Bumi, kondisi saat ini bisa menjadi momen untuk memasukkan saham ke dalam watchlist, menunggu konfirmasi dari negosiasi MSCI dan Bursa Effect. Sementara itu, investor lama yang membeli di harga Rp400-an atau lebih tinggi disarankan untuk bersabar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Pergerakan saham Bumi juga dipengaruhi oleh hype pasar. Banyak spekulasi yang muncul ketika saham ini ramai diperbincangkan, sehingga harga sementara terdorong naik tanpa dasar fundamental yang kuat. Oleh karena itu, menunggu informasi resmi dari MSCI dan Bursa Effect menjadi langkah strategis untuk menentukan waktu beli yang tepat.

Kesimpulannya, meski harga wajar saham Bumi berada jauh di bawah harga pasar saat ini, fundamental perusahaan tetap solid. Investor disarankan mengombinasikan analisis fundamental, rasio keuangan, dan pemantauan berita terkini sebelum melakukan keputusan investasi. Dengan strategi yang tepat, saham Bumi tetap menarik bagi mereka yang memiliki kesabaran dan kemampuan membaca pergerakan pasar.

 

Editor : Anggi Septiani
#saham BUMI #harga wajar #investor ritel #MSCI #PBV Bumi