Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sedekah Laut Pantai Konang Trenggalek, Antusiasme Masyarakat Tinggi

Henny Surya Akbar Purna Putra • Rabu, 9 Agustus 2023 | 23:57 WIB
Kapal utama yang bertugas untuk melarungkan kepala sapi dalam prosesi adat sedekah laut di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Trenggalek, Rabu (9/8) siang.
Kapal utama yang bertugas untuk melarungkan kepala sapi dalam prosesi adat sedekah laut di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Trenggalek, Rabu (9/8) siang.

TRENGGALEK  - Masyarakat Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul antusias dengan adanya prosesi adat sedekah laut di Pantai Konang. Adapun prosesi yang menjadi daya tarik masyarakat itu adalah parade tumpeng ageng.

Penyelenggaraan sedekah laut di Pantai Konang digelar pada Rabu (9/8). Sejak pagi, pinggir jalan arah pantai dipadati warga.

Mereka ingin melihat prosesi pengiringan tumpeng ageng, takir plontang, dan kepala kerbau sebelum prosesi pelarungan ke tengah laut.

Tokoh masyarakat Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul Tunari menceritakan bahwa penyelenggaraan sedekah laut sebelumnya pernah dilakukan.

Namun penyelenggaraan sedekah laut dulu masih sederhana, yakni melarungkan kepala kambing ke tengah laut.

"Nelayan pada waktu itu sekedar begitu saja. Sekitar 2005, itu cuma kecil saja, menyembelih kambing di bawa ke laut," ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Trenggalek.

Pengiringan upacara adat Sedekah Laut di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul.
Pengiringan upacara adat Sedekah Laut di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul.

Penyelenggaraan sedekah laut itu berbeda dengan kemarin (8/9). Prosesi adat dengan cara melarungkan kepala sapi.

Tunari bilang, penyelenggaraan sedekah laut kali ini lebih besar dari yang sebelumnya.

"Tahun ini yang besar di Konang," tambahya.

Adanya prosesi adat sedekah laut, Tunari mengaku, prosesi itu sebagai wujud syukur warga kepada Sang Pencipta.

Sementara pekerjaan warga Desa Nglebeng bukan cuma nelayan, tapi juga ada petani.

Karena itu, prosesi pengiringan tumpeng ageng juga diikuti tumpeng ageng hiasan, misal tumpeng ageng sayuran, ikan asap, maupun jajanan pasar.

"Harapan sedekah laut. Ini dengan Sembonyo, mendapat keselamatan karena nelayan pekerjaannya di laut, agar diberi keselamatan dan hasilnya lumayan," harapnya.

Seorang warga nelayan mengikat tali agar kepala kerbau tidak terjauh saat dibawa ke tengah laut.
Seorang warga nelayan mengikat tali agar kepala kerbau tidak terjauh saat dibawa ke tengah laut.

Sementara itu, Pelestari dan Spiritual Budaya Romo Widodo mengatakan, penyelenggaraan sedekah laut di Pantai Konang sempat terputus. Namun melalui penyelenggaraan ini, sejarah yang sempat terputus itu terhubung lagi.

Sedekah laut, kata Romo, menyimpan nilai filosofis bentuk rasa syukur. Yang mana manusia lazimnya mensyukuri atas apa yang diberikan dari Sang Pencipta.

"Harapan itu harus ada perbuatan dan keyakinan atau kepercayaan. Tanpa adanya percaya tidak mungkin akan berhasil," ungkapnya.

Disisi lain, warga yang melihat prosesi sedekah laut Siti mengaku terhibur, karena tumpeng-tumpeng berukuran besar tidak hanya satu.

"Bagus Mas, tumpengnya gede, tidak cuma satu," ujarnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#kecamatan panggul #Pantai Konang #sedekah laut