RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Polsek Watulimo masih menggali informasi terkait adanya kabar warga wilayahnya yang meninggal akibat bentrok perguruan silat di Taiwan pada Sabtu (2/9) lalu. Pasalnya, hingga Selasa (5/9) belum ada kabar pasti terkait hal tersebut.
Sedangkan berdasarkan kabar yang ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal tersebut bernama Fanani, warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Selain korban meninggal, juga ada satu korban kritis yang dimungkinkan saudara dari Fanani tersebut. “Informasinya memang ada, tapi untuk kabar selanjutnya kami belum tahu kronologi dan sebagainya,” ungkap Kapolsek Watulimo, AKP Zainudin.
Sebab berdasarkan kabar yang ada,saat ini korban masih mendapatkan penanganan di Taiwan. Sedangkan untuk informasi korban lain yang sedang kritis Zainuddin belum mendapatkan informasi. Sehingga saat ini Polsek Watulimo masih menggali informasi terkait hal tersebut. “Dari keluarga masih belum mau cerita, dan kami juga belum berani bertanya lebih jauh,” katanya.
Sebelumnya, Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek Pujianto menambahkan, terkait adanya warga Trenggalek yang menjadi korban tersebut, hingga kini disperinaker belum mendapatkan kabar secara resmi. Hanya saja,informasi terkait kejadian itu didapat dari keterangan pihak kepolisian. Untuk itu saat ini disperinaker terus menjalin hubungan dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk mencari informasi terbaru. “Terakhir kami menjalin komunikasi dengan BP2MI mereka meminta menunggu. Sebab masih melakukan koordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei,tapi belum ada update informasi. Mereka berjanji jika ada info terbaru segera akan disampaikan,” jelas Puji.(jaz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana