TRENGGALEK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus secepatnya melakukan terobosan untuk menaikan kembali kejayaan Pasar Pon Trenggalek.
Pasalnya, bangunan megah Pasar Pon Trenggalek di sisi luar berbanding terbalik dengan kondisi para pedagang yang ada di dalam.
Sebab, saat ini animo masyarakat untuk berbelanja di Pasar Pon sangatlah rendah. Itu terlihat dengan kondisi pengunjung setiap harinya yang terus sepi.
Bahkan kadang dalam satu hari pedagang tidak mendapatkan konsumen sama sekali.
Salah satu pedagang di Pasar Pon Trenggalek, Nanik Kustiani mengatakan, dengan keadaan seperti itu banyak los dan kios yang ditinggal para pemiliknya.
Sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan pemkab untuk menambah daya tarik pasar pon agar kembali dikunjungi para konsumen.
Seperti melaksanakan berbagai event, juga setiap malam terdapat pujasera angkringan yang menyajikan aneka kuliner dan tempat nongkrong.
Namun kondisi itu ternyata tidak berdampak pada kunjungan di siang hari, mengingat transaksi pedagang di dalam pasar tetap sepi.
”Kami tidak tahu secara pasti penyebab merosotnya omset penjualan di sini (Pasar Pon Trenggalek, Red) padahal, bangunan pasar lebih modern dan bersih semoga saja ada cara lain untuk menarik pembeli lagi,” harapnya.
Di sisi lain sepinya pembeli Pasar Pon Trenggalek diakui oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek Saniran.
Dia menjelaskan, dimungkinkan sepinya pembeli di area pasar tersebut lantaran para pedagang kalah bersaing dengan para pelaku e-commerce.
Karena itu saat ini diskomidag telah melakukan kajian terkait bagaimana cara mengembalikan daya tarik Pasar Pon hingga menjadi jujukan masyarakat untuk membeli aneka kebutuhannya.
”Berbagai upaya telah kami lakukan untuk itu,seperti saat ini akan melakukan pelatihan bagi para pedagang tentang cara berjualan lewat online. Jadi nanti selain pembeli juga datang ke pasar, para pedagang juga akan melakukan jemput bola dengan mengirimkan barang dagangannya ke pelanggan,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Pasar Pon, Trenggalek, Jawa Timur, ludes terbakar pada Sabtu (25/8/2018). Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Trenggalek dan Tulungagung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
Berdasarkan kesimpulan penyelidikan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Trenggalek, kebakaran itu berasal dari kebocoran kabel listrik atau korsleting.
Editor : Didin Cahya Firmansyah