TRENGGALEK - Harga beras di Bumi Menak Sopal sejatinya harus lebih rendah dari daerah lainnya. Pasalnya, meskipun beberapa daerah menghadapi tantangan, pasokan beras di wilayah Trenggalek cenderung masih terkendali.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek, Saniran menyampaikan bahwa stok beras di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) masih mencukupi.
Hal tersebut berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) dengan bulog.
"Alhamdulillah, stok beras terutama di wilayah Jatim, khususnya Tulungagung-Trenggalek masih aman," jelas Saniran.
Hal tersebut memberikan gambaran positif terkait ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Trenggalek.
Saat ini, harga beras umum di Trenggalek masih bertahan pada kisaran standar, yakni sekitar Rp 12.500 per kilogram.
Adapun harga beras dari Bulog yang merupakan salah satu opsi untuk menjaga stabilitas harga berada pada angka Rp 10.000 per kilogram (batas harga tertinggi).
“Kendati demikian, kami tetap waspada terhadap potensi lonjakan inflasi pada awal tahun ini, “katanya.
Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyatakan bahwa pasca libur Nataru biasanya memang diiringi oleh kenaikan harga. Tapi saat ini stok dan segala macam masih cukup, sehingga saat ini pemkab lebih ke arah bagaimana menekan inflasi.
“Upaya pencegahan inflasi menjadi fokus kami untuk menjaga stabilitas harga pangan terutama beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat,” imbuhnya.
Dalam rangka mencegah lonjakan inflasi, Pemkab Trenggalek melakukan gerakan pangan murah.
Selain itu, operasi pasar juga menjadi strategi yang diterapkan untuk mencegah peningkatan angka inflasi. Operasi ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau di pasaran.
Pentingnya kerjasama dan koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.
"Kami berupaya keras untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat," tambahnya.
Meskipun situasi masih terkendali, Pemkab Trenggalek tetap mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak, mengikuti protokol kesehatan, dan memberikan perhatian khusus terhadap pangan murah yang disediakan oleh pemerintah setempat.
” Dengan langkah-langkah ini, kami berharap masyarakat dapat menghadapi kesehariannya dengan kondisi harga yang stabil dan terjangkau, “jelasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra