Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PeduliLingkungan Begini Pesan Wabup Syah saat Larung Sembonyo di Kecamatan Panggul

Zaki Jazai • Jumat, 12 Juli 2024 | 01:10 WIB

 

LESTARI: Prosesi adat Larung Semboyo di Pantai Jokerta, Panggul, selaras dengan program pemkab untuk menjaga lingkungan.
LESTARI: Prosesi adat Larung Semboyo di Pantai Jokerta, Panggul, selaras dengan program pemkab untuk menjaga lingkungan.

PANGGUL, Radar Trenggalek- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek wajib terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan tradisi dan alam. Pasalnya, hal tersebut merupakan cita-cita pembangunan 20 tahun kedepan, yakni net zero carbon.

Dalam proses melestarikan tradisi tersebut, ada pembelajaran yang mendalam tentang  bagaimana masyarakat mensyukuri apa yang didapat dari alam dengan menjaga dan merawatnya. Itu sesuai cita-cita pembangunan Pemkab yang menjadikan Net Zero Carbon sebagai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045.

Seperti halnya tradisi Labuh Laut Pantai Joketro yang dilakukan masyarakat Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Rabu (11/7). “Dimana di dalam RPJP ada istilah ekonomi terbarukan seperti ekonomi biru, makanya kami sangat mendukung kegiatan masyarakat bukan hanya di Kecamatan Panggul, juga wilayah lainnya yang selalu melestarikan tradisi,” ungkap Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara.

Karena itulah, lanjut Syah, pemkab terus mengimbau agar  masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Ditakutkan jika membuang sembarangan, sampah sampai bermuara di laut dan nantinya mengganggu ekosistem. “Hal itu bisa membuat ekosistem laut terganggu, dan dengan mengganggu ekosistem laut maka akan mengganggu perekonomian mereka sendiri,” katanya.

Selain membuang sampah, pemkab juga imbau untuk tidak eksploitasi pantai secara berlebih. Sebab, itu pastinya akan merusak ekosistem yang ada di pantai. Nah, dengan dilaksanakan sedekah laut, bisa dijadikan satu upaya dari semua pihak untuk bersama-sama untuk menjaga alam. Karena dengan menjaga alam, atau pantai kita, nantinya akan membawa manfaat yang baik untuk semua pihak.

Dalam artian dengan menjaga kebersihan pantai akan membawa dampak ekonomi yang tidak sedikit. Sebab ada beberapa hal yang akan terangkat seperti pariwisata bisa berjalan lebih baik, hasil alam juga akan baik juga hasil alam juga akan melimpah.

“Dengan begitu harapannya kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Joketro ini bisa lebih meningkat lagi, karena itu kami berharap perayaan seperti itu kedepannya bisa dirayakan lebih baik lagi dan meriah lagi,“ jelas mantan anggota DPRD Trenggalek itu. (jaz/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#laut #zero carbon #trenggalek