Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kunjungi Trenggalek, Ini yang Dilakukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq

Zaki Jazai • Minggu, 22 Desember 2024 | 03:35 WIB
KOMPAK: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq bersama Bupati Moc Nur Arifin menanam bambu di Dilem Wilis
KOMPAK: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq bersama Bupati Moc Nur Arifin menanam bambu di Dilem Wilis

Trenggalek- Ada yang menarik saat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq berkunjung ke Bumi Menak Sopal, Sabtu (21/12). Dia tak menanam tanaman hutan ataupun buah-buahan. Melainkan ribuan bambu berbagai jenis. Itu dilakukan di Arboretum, Kebun Bambu Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan.

Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, apa yang dilakukannya di Trenggalek memang berbeda. Sebab, itu merupakan dukungan kepada Bupati Moch Nur Arifin yang serius dalam memperbaiki lingkungan. Salah satunya terkait tata Kelola air dalam tanah. Selain itu, untuk mewujudkan arboretum bambu terlengkap di Trenggalek.

"Bupati ini semakin memperkuat pengaturan tata air dengan menanam bambu. Jadi Pak Bupati koleksi berbagai macam tanaman bambu dari seluruh Indonesia. Pak bupati ingin ini menjadi Arboretum terlengkap di Indonesia dan itu kita dukung sepenuhnya," ujarnya.

Menteri LHK tersebut mengapresisasi upaya Bupati Trenggalek. Termasuk memilih bambu yang juga mampu mengikat tanah. Ini bisa membantu menahan tanah sehingga tak mudah terjadi longsor ataupun tanah gerak.

Hanif melanjutkan, pihaknya mendorong terus upaya Pemkab Trenggalek untuk reboisasi. Terlebih Trenggalek secara umum, memiliki tutupan hutan relatif besar dibandingkan dengan daerah lain. Yakni sekitar 55 persen hingga 56 persen, atau sekitar hampir 65 ribu hektare. Sayangnya, Trenggalek juga memiliki lahan kritis dan sangat kritis. Yakni sekitar 21 persen. Hal ini tentu harus dibenahi secara bertahap.

“Yang di dalam kawasan hutan tentu tugas Pak Menteri Kehutanan. Sedangkan luar kawasan kehutanan, tugas saya dengan Pak Bupati,” imbuhnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, berterimakasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebab, telah membantu banyak hal utamanya terkait lingkungan. Termasuk menanam ribuan bambu. "Manfaatnya (menanam bambu, Red) mungkin tidak sekarang, tapi akan dirasakan oleh anak cucu kita mendatang," ungkapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Trenggalek itu juga menceritakan, kawasan Dilem Wilis terus dikembangkan. Ini agar kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat. Dalam waktu dekat, ada lahan sekitar 20 hektare yang akan dibangun sebagai kampus hijau salah satu perguruan tinggi.

Mas Ipin, sapaan Bupati Moch Nur Arifin, juga menyampaikan sekitar 30 persen suplai air di Trenggalek disumbang dari air yang ada di Selingkar Wilis. (jaz/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#menteri lingkungan hidup dan kehutanan #bambu #bupati ipin #trenggalek #klhk