Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelabuhan Prigi Trenggalek Penggerak Ekonomi Strategis, Ini Penjelasannya

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 7 Januari 2025 | 14:00 WIB
ANTUSIAS: Sejumlah nelayan berjalan di dermaga pelabuhan prigi.
ANTUSIAS: Sejumlah nelayan berjalan di dermaga pelabuhan prigi.

Trenggalek- Pelabuhan Prigi memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian Bumi Menak Sopal. Berdasarkan berbagai penelitian, pelabuhan sering menjadi motor penggerak ekonomi suatu wilayah.

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan bahwa kabupaten/kota dengan pelabuhan atau hinterland pelabuhan cenderung memiliki PDRB tinggi, terutama pada sektor hasil olahan dan manufaktur.

“Hal ini membuktikan bahwa pelabuhan merupakan penggerak ekonomi strategis,” ujar Kasi Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyebrangan, Dishub Trenggalek, Yuwana Galih Wibawa.

Selain fungsi ekonomi, Pelabuhan Prigi memiliki daya tarik pariwisata yang unik. Dengan posisi di Teluk Prigi yang tenang seperti danau, pelabuhan ini memiliki keunggulan dibandingkan pantai lain di wilayah pesisir. Potensi ini tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga menawarkan peluang untuk menjangkau pasar global.

Kabupaten Trenggalek telah memulai promosi ke Fremantle Yatch Club, salah satu klub yacth tertua di dunia dengan lebih dari 3.000 anggota, agar memasukkan Pelabuhan Prigi sebagai salah satu tujuan kunjungan mereka. “Promosi ini didukung kerjasama dengan CEO Sail To Indonesia untuk menjadikan Prigi bagian dari rute mereka,” terangnya.

Pelabuhan Prigi juga memiliki keunggulan kompetitif bagi hinterland yang meliputi 12 kabupaten/kota seperti Madiun, Ponorogo, dan Blitar. “Dibandingkan Pelabuhan Tanjung Perak, biaya angkut dari Prigi ke wilayah hinterland lebih murah,” tegasnya.

Dengan kapasitas bongkar muatan hingga 2.500 ton sekali bongkar dan daya angkut 25 ton per truk, efisiensi transportasi darat dari Prigi menjadi nilai tambah. “Ditambah lagi, pelayanan pelabuhan di Prigi relatif lebih murah karena tidak memerlukan kapal tunda dan waktu tunggu yang minim,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan potensi ini, kerjasama strategis telah dilakukan dengan berbagai pihak, seperti pengusaha genteng dan kubah di Trenggalek, peternak unggas di Blitar yang mengimpor jagung dari NTB, serta PT Djakarta Lloyd sebagai perusahaan pelayaran nasional. Langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak pengusaha menggunakan Pelabuhan Prigi sebagai pusat bongkar muat barang.

Ke depan, Pelabuhan Prigi diproyeksikan untuk bersaing di pasar regional dan global. Pemerintah Kabupaten Trenggalek memandang pelabuhan sekitar seperti Probolinggo, Cilacap, dan Banyuwangi sebagai mitra strategis dalam pengembangan perdagangan, ekonomi, dan pariwisata.

“Dengan menjalin hubungan perdagangan dan relasi pariwisata yang kuat, Pelabuhan Prigi diharapkan mampu meningkatkan daya saing Trenggalek di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya. (kho/wen)

Editor : Whendy Gigih Perkasa
#dermaga #trenggalek #prigi #pelabuhan #pariwisata