KOTA, Radar Tulungagung – Penularan covid-19 di Kota Marmer masih terus terjadi. Bahkan hampir dipastikan tiap hari ini selalu ada penderita korona ini. Indikasinya, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung kembali merilis penambahan kasus covid-19 sebanyak 10 kasus selama sepekan terakhir. Yakni sejak tanggal 23 hingga 29 Agustus. Sehingga total kumulatif kasus covid-19 hingga 29 Agustus mencapai 282 kasus. Rinciannya, kasus sembuh mencapai 265 dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara 14 pasien yang masih terkonfirmasi covid-19 sedang menjalani perawatan dan isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung. Kondisi membuat masa tanggap darurat penanganan covid-19 yang semula direncanakan berakhir pada 31 Agustus mendatang tampaknya tinggal angan. Hal itu diungkapkan Wakil Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro.
Dia mengatakan, penambahan tiga kasus terkonfirmasi pada 29 Agustus ini menjadi bukti penularan covid-19 masih terus terjadi. Untuk itu diimbau masyarakat tetap mematuhi protokol Kesehatan. “Hari ini (29/8) kami kembali mengkonfirmasi tiga nama positif SARS-Cov-2, sehingga total kasus sebanyak 265 kasus,”jelasnya.
Galih merinci, ketiga kasus baru ini berasal dari Kecamatan Ngunut, Kedungwaru, dan Boyolangu. Dari ketiga kasus ini, satu di antaranya merupakan kasus dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) atau tracing dari pasien yang sebelumnya telah terkonfirmasi covid-19. Yakni pasien berinisial RY dari Kecamatan Boyolangu merupakan kontak erat dari kasus pasien berinisial ES, yang telah terkonfirmasi pada 24 Agustus lalu. Saat itu, pasca ES dinyatakan terkonfirmasi, petugas melakukan PE dan ditemukan 9 orang yang memiliki kontak erat dengan ES. Dari hasil swab 7 orang dinyatakan negative dan 2 orang positif covid-19. “RY yang terkonfirmasi hari ini merupakan pengembangan dari kasus pasien ES. Artinya telah terjadi transmisi lokal sehingga terdapat level 2 dari kasus pertama,”terangnya.
Tak hanya RY, dua kasus lain yang juga terkonfirmasi pada 29 Agustus adalah pasien berinisial MAO dari Kecamatan Ngunut, dan pasien berinisial RI yang berasal dari Kedungwaru. Pasien berinisial MAO merupakan pelaku perjalanan dari Kalimatan yang terjaring ketika melakukan pemeriksaan swab di RSUA Aminah Blitar pada 24 Agustus lalu. Petugas melakukan tracing terhadap 4 orang yang memiliki kontak erat dengan MAO.
Sementara kasus ketiga yakni pasien berinisal RI yang terjaring pemeriksaan swab ketika menjalani pre-operasi di RSUD dr Iskak Tulungagung. Sebelumnya RI mengalami kecelakaan pada 27 Juni lalu dan mengalami fraktur lengan kiri. Selajutnya tanggal 25 Agustus lalu RI menjalani perawatan di poli bedah RSUD dr Iskak. Sebagai syarat Tindakan pre-operasi, petugas melakukan pengambilan swab pada RI dan RI dinyatakan terkonfirmasi covid-19.
Selain merilis tiga kasus terkonfirmasi, tim GTPP covid-19 juga merilis 1 pasien yang berhasil dinyatakan sembuh. Galih mengatakan, pasien bernama Sumartun (SMT) yang berasal dari Kecamatan Pagerwojo ini sebelumnya merupakan pelaku perjalanan yang kemudian terkonfirmasi covid-19. “Sehingga hari ini terdapat penambahan 3 kasus terkonfirmasi dan 1 kasus sembuh,”terangnya.
Untuk itu ia pun kembali mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol Kesehatan. Yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti mengenakan masker ketika sedang keluar rumah, rutin mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. (*)
Editor : Dharaka Russiandi Perdana