Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Makam Bedalem Jadi Bukti Penyebaran Islam di Tulungagung

Aburizal Sulthon Hakim • Senin, 3 April 2023 | 17:29 WIB

Tulungagung - Jejak penyebaran Islam di kawasan selatan Tulungagung bisa dilihat dari Makam Bedalem,  Dusun Gambiran, Desa Besole, Kecamatan Besuki.

Di lokasi tersebut terdapat makam Pangeran Benowo, yang diperkirakan hidup pada masa kesultanan Mataram Islam.

Untuk mencapai makam di Bukit Kimpul ini, pengunjung harus melawati ratusan tangga dan dikelilingi hutan yang masih belukar.

Jika tangga-tangga sudah dilewati, maka akan ada gapura makam yang dibangun pemerintah kabupaten (pemkab). “Tangga, gapura, hingga  rumah untuk makam ini bukan asli, tapi dibangun pemerintah,” ungkap Mukiran, warga setempat.

Ketika masuk di kompleks pemakaman tersebut, sejumlah bangunan terlihat. Makam utama merupakan makam Pangeran Benowo yang berada di bangunan tersendiri, sedangkan di sisinya diperkirakan sejumlah muridnya.

Selain itu, ada masjid di bawah makam yang digunakan para pengunjung ketika beribadah. “Hari-hari tertentu ramai pengunjung,” ungkapnya.

Di luar kompleks makam ada sejumlah makam tua, tetapi belum diketahui secara pasti sosoknya. Hanya berdasarkan tradisi tutur. “Ada di bawah kompleks ini, di sekitar rawa,” ungkap pria tersebut.

Di bawah kompleks makam juga ada sumur tua yang airnya tidak pernah kering. Bahkan, airnya tetap ada saat kemarau.

Selain itu, sumur tersebut digunakan untuk pengairan sawah serta sebuah telaga. “Dulu sini merupakan rawa, wajar jika ada genangan air dan dipakai warga  untuk memancing,” tandasnya.

Juru kunci Makam Bedalem, Semo, mengaku bahwa sejarah Pangeran Benowo ini hanya berdasarkan tutur lisan.

Dia dulu mendengar bahwa yang menemukan makam adalah kakeknya. Saat itu kondisinya masih hutan dan belum banyak permukiman penduduk seperti sekarang ini. “Kalau ke bukit naik perahu, sekarang sudah ada jalan paving,” ujar pria 94 tahun itu.

Dia mengatakan, sosok Pengeran Benowo ini diperkirakan hidup di masa Kerajaan Demak atau kesultanan Mataram Islam.

Hingga kini, sejumlah pengunjung ketika Kamis masih ada beberapa atau rombongan. Kedatangan mereka untuk melihat maupun berdoa.

Biasanya juru kunci menemani pengunjung yang datang untuk masuk ke makam. “Selain saya, masih ada juru kunci lainnya. Karena kita bergiliran pagi dan malam,” pungkasnya. (mg2/c1/din) Editor : Aburizal Sulthon Hakim
#penyebaran islam #tulungagung #pangeran benowo #makam bedalem