Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mumpung Kemarau, Dinas PUPR Tulungagung Kebut Kegiatan Perbaikan Infrastruktur

Mukhamad Zainul Fikri • Senin, 11 September 2023 | 16:29 WIB

 

 

TERUS BERBENAH: Perbaikan jalan kabupaten terus dilakukan Dinas PUPR Tulungagung sebagai bentuk  pelayanan kepada masyarakat agar nyaman melaksanakan mobilitas sehari-hari.
TERUS BERBENAH: Perbaikan jalan kabupaten terus dilakukan Dinas PUPR Tulungagung sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar nyaman melaksanakan mobilitas sehari-hari.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM- Musim kemarau pada September ini menjadi waktu yang baik untuk mengejar pekerjaan infrastruktur di Kota Marmer. Dari total 151 paket kegiatan fisik yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung tahun ini, 50 paket kegiatan di antaranya sudah rampung. Sebagian sedang dalam proses pekerjaan fisik dan pada awal Desember mendatang seluruhnya ditarget selesai.

Kepala Dinas PUPR Tulungagung Dwi Hari Subagyo melalui Sekretaris Agus Sulistiono menyebut, tahun 2023 ini pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, serta pekerjaan pengelolaan sumber daya air menyebar di seluruh wilayah Tulungagung. Paket kegiatan yang sudah rampung seperti pembangunan jalan hotmix pada ruas jalan Bendo-Kedungsoko, Ngrendeng-Bendo, di Kecamatan Gondang. Di Kecamatan Ngantru, pembangunan jalan di Desa Pinggirsari dan Padangan juga sudah bisa dirasakan masyarakat. Termasuk pekerjaan talut di Desa Samar, Kecamatan Sendang, juga hampir selesai. “Tahun ini (pembangunan) kita menyebar di seluruh kecamatan. Hampir semua ada. Termasuk di wilayah pinggiran,” ungkap Agus.

Menurut dia, seluruh pekerjaan di bidang bina marga maupun sumber daya air (SDA) di September ini sudah on progress seluruhnya. Pekerjaannya terus dikejar semampang hujan belum turun. Dengan begitu, pada sekitaran akhir November atau awal Desember nanti, seluruh paket kegiatan sudah bisa selesai dan secepatnya pembayaran kepada rekanan penggarap bisa dilaksanakan.  “Dari pengalaman tahun kemarin, biasanya pada pertengahan Desember itu sudah pencairan dari BPKAD. Makanya sebelum itu, kita usahakan pekerjaan fisiknya sudah selesai dan tinggal menyelesaikan proses administrasinya saja,” katanya.

Dia mebeberkan, secara rinci, pada tahun 2023 ini dinas PUPR meluncurkan total 151 paket kegiatan di bidang bina marga dan SDA. Jika diakumulasikan, anggarannya sekitar Rp 120 miliar (M) yang berasal dari APBDTulungagung.

Pada bidang bina marga, ada 111 paket kegiatan yang dilaksanakan. Sementara ini, 40 kegiatan sudah rampung, 30 kegiatan dalam pekerjaan fisik dengan progres sekitar 50 persen, 22 kegiatan dalam proses kontrak, dan 19 kegiatan dalam proses lelang. Di bidang tersebut, proyeksinya ada sekitar 70 kilometer (km) jalan yang akan dibangun tahun ini.

Sementara itu, pada bidang SDA, total ada 40 paket kegiatan yang diluncurkan. Sebanyak 10 kegiatan sudah rampung, 19 kegiatan sudah proses pengukuran serta pelaksanaan pekerjaan fisik, dan 11 kegiatan lainnya diterbitkan surat perintah kerja (SPK) pada tanggal 10 September kemarin. “Pembangunan dalam dua bidang itu kita maksimalkan di bulan September ini mumpung belum turun hujan. Karena kalau sudah masuk musim penghujan, memang banyak kendala,” jelasnya.

Agus melanjutkan, perbaikan infrastruktur utamanya jalan yang telah dilakukan dinas PUPR pada prinsipnya juga harus didukung penuh masyarakat. Makanya, pria asal Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, itu mengimbau kepada seluruh masyarakat Tulungagung untuk ikut berpartisipasi menjaga infrastruktur jalan yang ada. Seperti, kerja bakti membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing. Jangan sampai aspal yang telah dibangun malah tergenang air karena mampetnya saluran pembuangan. “Meskipun kita sudah membangun sesuai spesifikasi yang ada, tapi kalau masyarakat kurang peduli ya susah. Karena aspal itu musuhnya banyak, yang utama adalah air,” jelasnya.

Selain kerja bakti membersihkan saluran air dari sampah dan sedimennya, masyarakat juga diimbau untuk tidak meninggikan bahu jalan. Karena selama ini, banyak masyarakat Tulungagung yang masih meninggikan bahu jalan lebih dari aspal yang dibangun. Akibatnya, saat turun hujan, air malah menggenang di aspal. “Masyarakat itu tidak boleh seenaknya meninggikan bahu jalan lebih dari aspal. Itu nanti aspal kita yang menjadi sungai saat musim hujan. Itu dampaknya luar biasa. Karena jika aspal tergenang air 1x24 jam, maka akan merusak walaupun dengan spefisikasi yang luar biasa,” katanya. (nul/c1/rka)

Baca Juga: Soal Limbah Pabrik Tahu, Teguran dari DLH Kota Blitar Tak Mempan

 

 

 

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#perbaikan jalan #tulungagung #dinas pupr