Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Daftar Tarif Sewa Hunian Rusunawa di Tulungagung Tidak Bikin Kantong Jebol

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 12 September 2023 | 14:00 WIB
Pemkab diminta untuk memanfaatkan sebagian ruangan di Rusunawa Jepun untuk Sekolah Rakyat.
Pemkab diminta untuk memanfaatkan sebagian ruangan di Rusunawa Jepun untuk Sekolah Rakyat.

 

KOTA, Radar Tulungagung – Masyarakat untuk menempati persewaan rumah singgah di Rusunawa di Tulungagung tak perlu biaya mahal.

Meski saat ini Rusunawa Tulungagung ini, diketahui dari 128 ruang setidaknya sudah 70 persen terisi. Dengan begitu masih ada sisa kamar.

Tiap tahun penggunaan rumah singgah di rusunawa kian meningkat dan nyaris penuh. Sehingga diperlukan kecepatan jika ingin dapat kamar murah.

“Antusiasnya semakin tinggi, jadi terus kita pacu. Dari tahun ke tahun semakin bertambah, tapi harus kita survei dulu,” jelasnya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Tulungagung.

Dengan tarif lantai dasar Rp 300 ribu dan pengurangan Rp 25 ribu setiap naik satu lantai. Maka wajar warga antusias, karena tidak membuat kantong jebol.

Kendati demikian, ada survei bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tidak memiliki rumah serta alasan untuk persewaan rusunawa tersebut.

Lalu untuk syarat lainnya, yakni harus berkependudukan di Tulungagung. “Surveinya itu seperti masyarakat berpenghasilan rendah, benar-benar tidak memiliki rumah, jauh dari tempat kerja atau orang tua,” ucapnya.

Diketahui jumlah ruang pada rusunawa satu ada 74 ruang dan 54 ruang pada rusunawa dua. “Kita juga dipacu untuk meningkatkan target PAD,” ujarnya.

“Targetnya kita meningkat, sekarang ini jadi Rp 235 juta dari target sebelumnya Rp 210 juta. Jadi ya meningkat sekitar Rp 25 juta, ya itu dua unit itu harus beroperasi,” imbuhnya.

Peningkatan persewaan rumah singgah di rusunawa tersebut selaras dengan target Pendapat Asli Daerah (PAD) yang meningkat.

Kemudian sistem persewaan di rusunawa akan beralih dengan sistem online. Adapun dalam sistem tersebut dapat memudahkan untuk kepengurusan pembayaran.

“Sistem kita sudah mulai online. Jadi mulai pendaftaran dan pembayaran sudah online. Kita kerjasama dengan pihak bank untuk melakukan pembayaran via online itu,” paparnya.

Disinggung ihwal tambahan blok pada rusunawa tersebut, dia mengaku, usulan untuk menambah blok pada rusunawa tersebut telah dilakukan.

Namun untuk realisasinya bergantung dengan pemerintahan pusat. Dari Pemkab Tulungagung terus mengupayakan penambahan blok di rusunawa masih terlalu jauh.

“Sudah kita usulkan tapi menunggu respons dari pemerintahan pusat karena yang memiliki dana,” pungkasnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #rumah #rusunawa baru