RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pengguna jalan yang sering wara-wiri di sekitar Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung, boleh tersenyum. Pasalnya, pada semester kedua 2023 ini, akan ada tambahan pemasangan 8 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) baru. Mengingat, selama ini area tersebut banyak yang gelap.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini, bidangnya digelontor dana oleh pemerintah daerah sebesar Rp 58 juta untuk penyediaan perlengkapan jalan. Sebagian dialokasikan untuk pemasangan baru PJU di Kelurahan Kedungsoko, karena banyak wilayah di kabupaten ini yang belum ada fasilitas PJU sehingga masih ada jalan yang gelap saat malam lantaran tanpa penerangan.
Selain itu, sebagian dana lainnya dialokasikan untuk memasang dua cermin tikung di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan. “Untuk bidang lalu lintas, kita dapat anggaran Rp 58 juta untuk penyediaan perlengkapan jalan. Dengan anggaran itu, ada 8 unit PJU dan dua cermin tikung yang akan kita pasang,” ungkap Panji.
Masih dalam PAK kali ini, juga ada tambahan dana sebesar 85 juta yang dianggarkan untuk pemeliharan trafic light dan PJU. Bagaimanapun, keberadaan traffic light di Tulungagung harus dilakukan perawatan seacra berkala. Selama ini, pihak dishub juga langsung bergerak jika ada aduan masyarakat terkait tidak berfungsinya lampu untuk kelancaran dan ketertiban lalu lintas itu. “Kalau lainnya, rehabilitasi atau pemeliharaan perlengkapan jalan, kita dapat Rp 85 juta. Itu digunakan untuk pemeliharaan traffic light dan PJU,” sebutnya.
Sementara itu, satu warga Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo, Dwi Winarti berkeluh jika masih ada beberapa wilayah, utamanya di Kecamatan Pagerwojo yang masih belum terjangkau penerangan jalan. Akibatnya, pengendara jalan harus berhati-hari jika berkendara di malam hari. “Kalau malam itu banyak lokasi gelap, apalagi di wilayah bulak. Dari dulu seperti belum pernah ada lampunya,” jelas Dwi.
Kondisi jalan yang sudah mulai rusak melengkapi gelapnya jalan saat malam. Jika lampu kendaraan tidak berfungsi maksimal, maka pengendara harus lebih berhati-hati lagi. Dwi menyebut bahwa memang beberapa lokasi yang sudah ada lampunya, tetapi itu merupakan lampu swadaya dari masyarakat atau lampu penenerangan rumah milik warga. “Kalau jauh dari perumahan warga, biasanya itu tempatnya belum ada lampu. Selama ini kan lampu yang ada itu dari warga sekitar saja,” tutupnya. (nul/c1/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.