Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

134 Peleton Ikuti Napak Tilas Ketandan-Bonorowo, Bupati Maryoto: Kreativitas Peserta Luar Biasa

Mukhamad Zainul Fikri • Kamis, 21 September 2023 | 18:02 WIB

TERHIBUR: Bupati Tulungagung Maryoto Birowo didampingi Wabup Gatut Sunu, menyaksikan penampilan peserta baris kreasi di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso kemarin (20/9).
TERHIBUR: Bupati Tulungagung Maryoto Birowo didampingi Wabup Gatut Sunu, menyaksikan penampilan peserta baris kreasi di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso kemarin (20/9).


RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo pada Rabu (20/9) kemarin begitu semarak.

Apalagi, kegiatan Napak Tilas Ketandan-Bonorowo ini bertujuan mengingatkan kembali sejarah berpindahnya pusat pemerintahan dari Ketandan, Kecamatan Kauman, menuju Tulungagung.

Total 134 peleton yang terdiri dari perwakilan SMP, SMA, kepala desa, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga komunitas umum menampilkan berbagai kreasi demi menyongsong Hari Jadi Ke-818 Tulungagung pada 18 November mendatang.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menyebut, kreativitas para peserta yang ditampilkan dalam Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo patut diacungi jempol.

Meski harus berjalan sekitar 5 kilometer (km), seluruh peserta tetap bersemangat untuk menelusuri historical berpindahnya Kabupaten Ngrowo ke Kabupaten Tulungagung.

“Tanpa membedakan, saya pikir kreativitasnya bagus sekali ya. Meski pasukannya sedikit dan murah meriah, tapi bisa dinikmati bersama sebagai hiburan rakyat,” jelas Bupati Maryoto.

Sejarah yang dimiliki Tulungagung harus terus dipelihara sebagai sebuah kearifan lokal. Rasa persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Kota Marmer harus tetap dibina dan dijaga.

Selanjutnya, menyongsong Hari Jadi Ke-818 Tulungagung pada November mendatang, Bupati Maryoto menjelaskan bahwa akan ada berbagai event yang pada akhirnya bisa mengangkat sektor ekonomi, pariwisata, dan sektor-sektor yang berpotensi lainnya.

“Seperti event semacam ini kan ditonton tidak hanya intern Tulungagung saja, tapi juga dari masyarakat sekitar Tulungagung,” ungkap Bupati Maryoto.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung, Achmad Mugiyono menambahkan, Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo dilaksanakan di September bukannya tanpa alasan.

Sebab, dari konsultasi dengan budayawan maupun sejarawan Tulungagung, diketahui bahwa perpindahan pemerintahan dari Ketandan yang dulu berbasis di Kecamatan Kauman ke Kabupaten Tulungagung yang berbasis di Kecamatan Tulungagung (sekarang) terjadi sebelum hari jadi.

“Jadi, perpindahannya itu sebelum hari jadi. Kalau hari jadi kita November, maka ini (perpindahannya) sebelumnya,” ujar Mamad, sapaan akrab pria tersebut.

Dia membeberkan, peserta berjumlah 134 peleton berangkat dari Taman Ketandan yang ada di Kecamatan Kauman dan finis di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.

Masing-masing peserta diberikan waktu untuk menampilkan baris kreasinya selama 1 menit saat start dan 2 menit saat ditonton jajaran forkopimda Tulungagung di panggung kehormatan.

“Kalau kostumnya bebas, menurut kreasi masing-masing peserta. Kita juga sediakan hadiah uang pembinaan, trofi, dan sertifikat bagi pemenangnya,” katanya.

Mamad mengungkapkan, acara yang digagas Dispora Tulungagung itu sebagai hadiah terakhir untuk Bupati Maryoto Birowo serta Wakil Bupati Gatut Sunu Wibowo yang masa jabatannya akan berakhir pada 25 September nanti.

“Kita juga coba mengenalkan budaya olahraga masyarakat yaitu jalan kreasi,” tutupnya. (nul/c1/rka)

Editor : Anggi Septian A.P.
#bonorowo #ketandan #bupati maryoto #napak tilas